Kepada Seluruh Rekan Peduli,
  
  Puluhan Sastrawan 'Menangisi' Pembangunan PLTN Muria
  
  
 "Aku menolak akal yang tanpa hati
 Aku menolak teknologi tanpa kendali
 Aku tak mau mengijonkan masa depan
 Demi listrik sedikit, banyak keruwetan
   
 Sama sekali ku tak anti teknologi
 Tapi aku lebih percaya pada hati
 Aku tahu listrik penting bagi industri
  Tapi industri jangan ancam masa depan"
                                                (Proyek 13, Iwan Fals) 
  
 PULUHAN sastrawan dari seluruh Indonesia telah mengirimkan karya-karyanya 
dalam sebuah thema penolakan pembangunan PLTN Muria, dalam bentuk cerpen dan 
puisi. Mereka semua ingin mengingatkan semua pihak untuk memikirkan kembali 
rencana pembangunan PLTN Muria tersebut.   Melalui karya sastra mereka juga 
menangisi kenyataan apabila rencana tersebut direalisasi. PLTN Muria yang 
didengungkan sebagai jawaban paling tepat mengatasi krisis energi, di mata para 
sastrawan tidak lebih merupakan malapetaka. Mengapa tidak mencoba memikirkan 
dan menggali sumber-sumber energi alternative lain untuk mengatasi krisis 
energi tersebut? Mengapa nuklir seolah-olah menjadi satu-satunya pilihan? 
 Berikut ini salah satu petikan puisi karya Usman Didi Khandani berjudul E ¡Á 
mc©÷ = 0: "kepada siapa lagikah kubacakan sajak ini/agar semua dapat mendengar 
dan tahu/betapa jerit tangis mereka/tak rela energi/sebagai pemusnahan dan 
pemuasan ambisi/atau haruskah kutulis besar-besar/sajak ini di langit/agar 
semua bisa mengeja "
 Kepada seluruh sastrawan yang telah mengirimkan karya-karyanya, SATUBUMI 
mengucapkan terimakasih. Kita berharap, apa yang disuarakan oleh para sastrawan 
menjadi pencerahan bagi bangsa  Indonesia, untuk berpikir lebih jernih 
menyangkut rencana pembangunan PLTN Muria. Beberapa sastrawan yang telah 
mengirimkan karya kepeduliannya, hanya untuk menyebut beberapa nama, antara 
lain :  Diah Hadaning, Mustofa W. Hasyim, Lukman Asya, Maria Magdalena 
Bhoernomo, Shobir Poer, Alex R. Nainggolan, Leonowens SP, dan masih banyak 
lagi. Bersama ini pula SATUBUMI menginformasikan bahwa batas waktu pengiriman 
telah ditutup. Terimakasih untuk kepedulian rekan-rekan. Selanjutnya SATUBUMI 
akan mulai menyusun kumpulan karya-karya sastra tersebut dalam sebuah buku 
Antologi Sastra Ring Satu Dua. Demikian, terimakasih. Salam.  (Kiriman; Asa 
Jatmiko, email:[EMAIL PROTECTED])


 

       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

Kirim email ke