Ini dulu... sekarang pegimana yah...
> "DPR klarifikasi pelanggaran promosi susu bayi". Komisi VII DPR RI akan mengklarifikasi 14 produsen susu dan makanan pengganti ASI yang diduga melakukan pelanggaran promosi kepada masyarakat. Arsen Ricksen, anggota Komisi VII mengatakan saat ini DPR baru menemukan bukti pelanggaran yang dilakukan oleh PT. Sari Husada. PT. Sari Husada produsen susu formula dan makanan bayi dinilai melanggar Kepmenkes No. 237/Menkes/SK/IV/1997. Dalam Rapat RDPU Komisi VII DPR RI dengan PT. Sari Husada dibeberkan adanya bukti promosi penjualan diantaranya adalah penggunaan instansi kesehatan, seperti mengajak kerjasama RS, bidan, dokter anak untuk melakukan promosi susunya. (Hr. Bisnis Indonesia 23/6/04) salam prihatin, bapakeghozan ----- Original Message ----- From: "ghozansehat" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, March 31, 2007 9:03 AM Subject: [news] DPR klarifikasi pelanggaran promosi susu bayi > 22 - 23 Juni 2004 > > MANAJEMEN > > "Dokter boleh praktik maksimal di tiga tempat". Menteri Kesehatan Achmad Sujudi dalam Raker Pansus Komisi VII DPR saat membahas RUU Praktik Kedokteran mengusulkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dokter bisa berpraktik maksimal di 3 tempat. Namun, praktik itu harus dijadwalkan pada hari yang berbeda dan dalam jarak yang tidak terlalu jauh supaya mobilitas dokter tak terganggu. Mengenai dokter PNS yang akan berpraktik, dokter PNS harus meminta izin terlebih dahulu kepada atasan di tempat ia bekerja.. (Hr. Kompas 23/6/04) > > "Polisi keluarkan SP3 dugaan malpraktik". Polresta Malang segera mengeluarkan SP3 terhadap kasus dugaan malpraktik oleh dr. I Wayan Agung Endrawan terhadap kelahiran bayi kembar Ny.Tarmihin asal Nongkojajar, Pasuruan. Kapolresta Malang, Ajun Komisaris Besar Fatkhurrahman mengatakan bukti yang dikantongi polisi lemah yakni hanya didasarkan visum dari RS Saiful Anwar yang menyebutkan luka yang diderita bayi tergolong luka ringan atau golongan C. (Hr. Sinar Harapan 22/6/04) > > KESEHATAN MASYARAKAT > > "DPR klarifikasi pelanggaran promosi susu bayi". Komisi VII DPR RI akan mengklarifikasi 14 produsen susu dan makanan pengganti ASI yang diduga melakukan pelanggaran promosi kepada masyarakat. Arsen Ricksen, anggota Komisi VII mengatakan saat ini DPR baru menemukan bukti pelanggaran yang dilakukan oleh PT. Sari Husada. PT. Sari Husada produsen susu formula dan makanan bayi dinilai melanggar Kepmenkes No. 237/Menkes/SK/IV/1997. Dalam Rapat RDPU Komisi VII DPR RI dengan PT. Sari Husada dibeberkan adanya bukti promosi penjualan diantaranya adalah penggunaan instansi kesehatan, seperti mengajak kerjasama RS, bidan, dokter anak untuk melakukan promosi susunya. (Hr. Bisnis Indonesia 23/6/04) > > PELAYANAN MEDIK > > "Tiga RSUD di Jakarta menjadi perseroan terbatas". Pemprov DKI Jakarta, berjanji akan tetap memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar kepada masyarakat miskin dan tidak mampu, meskipun tiga rumah sakit daerah diusulkan untuk diswastakan menjadi perseroan terbatas. Tiga RSUD yang diusulkan perubahan status adalah RSUD Cengkareng, RSUD Pasar Rebo dan RS Haji Jakarta. Kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (Hr. Suara Pembaruan, Hr. Media Indonesia, Hr. Suara Karya 22/6/04) > > PELAYANAN FARMASI > > "Obat bantuan senilai Rp. 67 juta raib dicuri". Sejumlah 35 dus obat antibiotika jenis amoxcillin bantuan dari Prop Jabar seharga kurang lebih Rp. 67 juta yang sedianya akan dibagikan ke 51 puskesmas di Kab Ciamis hilang digondol pencuri. Hilangnya obat-obatan yang disimpan di gudang Subdin Farmasi diketahui Senin (21/6) sekitar pukul 6.30 wib. Dus obat-obatan yang ditinggal pencuri ditemukan Gunawan S.Sos, Kasubdin Kesling Ketika yang bersangkutan sedang memarkirkan mobilnya saat akan masuk kerja. (Hr. Pikiran Rakyat (22/6/04) > > "5 laboratorium independen nyatakan Ribena bebas cemaran". PT. Sterlening Product - Importir dan distributor produk minuman Ribena menjamin produk yang beredar di pasaran aman dikonsumsi karena seluruh produk dengan kode produksi 160704 dan 180704 telah ditarik dari peredaran. Menurut Presdir PT. Sterling Products Indonesia, Robert Arifin, berdasarkan hasil uji yang dilakukan di 5 laboratorium independen menunjukkan hasil negatif terhadap kemungkinan adanya cemaran bakteri, jamur, kapang/khamir dan toksin. Insiden muntah dan mual yang dialami 40 siswa SD Bharata Jaya (25/5) diperkirakan disebabkan karena para siswa belum makan sehingga lambung mereka saat itu berada pada kondisi cukup asam. (Hr. Bisnis Indonesia 23/6/04) > > P 2 M & PL DAN LITBANGKES > > "Hanya 39% penderita TBC di Jakbar berobat ke Puskesmas". Kasudin Kesmas Jakbar, drg. Tini Suryanti mengatakan di Jakarta Barat tahun ini terdapat 3.500 penderita tuberkulosis paru yang tersebar di delapan kecamatan. Sayangnya, hanya 39% penderita TB paru yang datang berobat ke puskesmas. Dinkes DKI Jakarta menetapkan tahun ini Sudin Kesmas Jakarta Barat harus dapat menemukan sekitar 60% (sekitar 2000 orang) penderita TB paru di masyarakat. (Hr. Republika 22/6/04) > > "32 orang meninggal karena AIDS". Koordinator Pos Informasi AIDS Buleleng Rico Wibawa mengatakan dalam lima tahun terakhir 32 warga Buleleng, Bali, meninggal karena HIV/AIDS. Sejak 1999 hingga pertengahan 2004, penderita HIV di Buleleng tercatat 39 orang. Yang tersisa kini tinggal 7 orang, semuanya masuk kategori produktif. (Koran Tempo 23/6/04) > > "Kusta menyebar merata di Cirebon". Sebanyak 317 warga Kabupaten Cirebon positif terserang kusta. Kusta kering 24 orang, sisanya kusta basah yang memerlukan pengobatan intensif lebih dari satu tahun. Penyebaran penyakit ini merata di hampir semua kecamatan, kecuali kecamatan SusukanlebakKepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Langsung Dinkes Kab Cirebon, Haeria mengkhawatirkan, jika tidak diantisipasi sejak dini akan menjadi penyakit berbahaya dan menular kepada orang lain. (Koran Tempo 22/6/04) > > "Jabar Selatan rawan Malaria". Kadinkes Jabar Dr. Yudhi Prayudha ID MPH mengatakan Dinas Kesehatan Jabar sampai sekarang terus mewaspadai 5 kabupaten di Jabar Bagian selatan yang rawan terkena serangan penyakit malaria yakni Kab Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. (Hr. Pikiran Rakyat, Hr. Sinar Harapan , Hr. Media Indonesia , The Jakarta Post, Hr. Suara Pembaruan 22/6/04) > > http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=502&Itemid= > > ---------------------------------
