Maaf, mungkin karena merasa di Indonesia sudah terlalu berbau Syariat
Islam maka Papua sama Maluku, NTT, Poso dan lainnya mau membentuk negara 
sendiri.

Biarin saja kan sudah otonomi khusus.



________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Hafsah Salim
Sent: Sunday, July 08, 2007 3:28 PM
To: [email protected]
Subject: [mediacare] Re: anti SEPARATIS ??? ... (sabar, Papuan Diary)



--- In [email protected] <mailto:mediacare%40yahoogroups.com> ,
"yaswar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kaka Papuan Diary,
> Ini kenyataannya: susah sekali bicara soal Papua Merdeka. NKRI itu
> harga mati.

Betul, NKRI sedang dalam proses kematiannya. Dasar Pancasila dari
NKRI sudah menjadi Syariah Islam. Bungkus luarnya masih Pancasila
tapi isinya sudah Syariah Islam.

Bangsa Papua yang kehilangan Pancasila, terpaksa menjual dengan harga
mati untuk memisahkan diri dari negara Syariah yang tidak pernah
terpikir untuk tawar2an lagi.

> Artinya, untuk orang Papua apalagi terutamanya, kata
> mati ini terbiasa jadi harfiah: hilang nyawa. Sudah jadi kenyataan
> bagi kita arti harfia ini, dan setepat-tepatnya ini yang KITA MAU
> UBAH: NYAWA DAN MARTABAT ORANG PAPUA SELAMA INI DIANGGAP SAMA
> DENGAN NYAWA DAN HARGA SEMURAH MURAHNYA BINATANG.
>

Juga benar, hanya Syariah Islam yang menganggap orang Papua lebih
rendah daripada binatang sehingga orang Papua tidak mungkin ada
pilihan lain dari Merdeka memisahkan diri dari negara Syariah yang
memperlakukan mereka seperti lebih rendah dari binatang.

Ny. Muslim binti Muskitawati





Kirim email ke