HASIL ANALISA YANG PERLU DILAKSANAKAN SECEPATNYA
   
  Dari kota Busan di Korea, dimana terdapat banyak orang Indonesia dari 
pelbagai daerah, pelbagai suku, dari situlah saya sebagai orang Kristen 
Indonesia yang masih awam terhadap agama saya sendiri, saya suka merenungkan 
mengapa di Indonesia sering terjadi persengketaan antar suku yang ini dengan 
suku yang lainnya, terutama yang sering terjadi yaitu antar umat beragama Islam 
dengan umat beragama Kristen, hal inilah yang paling menyolok sekali, sedangkan 
di Busan ini hal itu dapat dikatakan tidak pernah terjadi, karena mereka semua 
sudah disibukkan dengan pekerjaan mereka masing masing dan mereka semua sudah 
bisa mengadaptasi cara kehidupan orang Korea.
   
  Sebenarnya antara umat Islam dan umat Kristen itu pada dasarnya memiliki 
leluhur yang sama, yaitu Nabi Ibrahim atau yang disebut Bapak Abraham oleh 
orang Kristen. Bapak leluhur yang satu ini memiliki dua orang anak lelaki, 
yaitu yang satu bernama Ismael yang kemudian menurunkan Nabi Muhammad SAW dan 
yang lain bernama Isaac yang menurunkan Yesus Kristus yang disebut sebagai Nabi 
Isa oleh umat beragama Islam.
   
  Kedua keturunan ini tentulah keturunan unggulan yang bisa menuliskan Kitab 
Suci, yang satu masih tetap ditulis dalam bahasa Arab dan hanya ditafsirkan 
dalam pelbagai bahasa lainnya, sedangkan yang lain menulis Kitab Suci yang 
disebut BIBLE (singkatan dari: Basic Information before leaving Earth), yaitu 
artinya dalam bahasa Indonesia adalah Informasi dasar sebelum meninggalkan 
bumi. Informasi ini tentunya amat penting untuk semua umat manusia di bumi ini, 
karena setiap manusia pasti akan meninggalkan bumi di kemudian hari, jadi 
tidaklah boleh disangkal lagi oleh siapapun, karena kalau informasi dasarnya 
saja tidak tahu, bagaimana kita bisa tahu untuk masuk ke Sorga, contohnya saja 
yaitu seorang TKI di kota Ansan ini, dia seharian keliling keliling ke sana ke 
mari untuk pergi ke kota Shiwa, karena TKI ini tidak bisa membaca penunjuk 
jalan ke kota Shiwa yang ditulis dalam bahasa Korea, dan dia juga tidak bisa 
bertanya tentang jalan menuju ke kota Shiwa karena dia tidak dapat
 berbahasa Korea, nah begitulah kira kira persamaannya, kalau kita belum pernah 
mengetahui informasi dasar sebelum meninggalkan bumi ini. 
   
  Para Astraunaut, Kosmonout, Taikonot pun dilatih terlebih dahulu sebelum 
mereka meninggalkan bumi, karena kalau mereka belum dilatih dan sudah 
diterbangkan ke ruang angkasa, kemungkinan besar mereka tidak akan bisa kembali 
ke bumi ketika menembus lapisan atmosphere bumi.
   
  Kitab yang mana yang harus kita anut? Hal inilah yang sering menimbulkan 
pertengkaran dan kesalah pahaman.
   
  Bagi umat Kristen tentunya jauh lebih mudah untuk mempelajari BIBLE daripada 
Al Quran, karena mereka tidak harus belajar bahasa asing lainnya terlebih 
dahulu untuk mengerti arti dari isi Al Quran itu, tetapi para umat Kristen agak 
keblinger sedikit setelah mereka membaca Al Quran yang berbahasa Indonesia, 
karena dikiranya Al Quran berbahasa Indonesia itu adalah terjemahan dari Al 
Quran yang berbahasa Arab, hal ini perlu kita jelaskan kepada seluruh umat 
Kristen, karena Al Quran itu tidak diterjemahkan dan sampai hari inipun tidak 
ada terjemahannya, yang ada hanya tafsirannya saja yang ditulis dalam pelbagai 
bahasa. Hal ini berbeda dengan BIBLE yang selain ada tafsirannya juga ada 
terjemahannya dalam pelbagai bahasa. 
   
  Masalah yang lain yaitu tentang asal usul Al Quran, yang konon diimlakkan, 
artinya didektekan atau disurut oleh Alloh untuk menuliskan seperti itu dan 
tidak boleh dirobah robah sendiri sampai hari ini, sedangkan BIBLE itu kan 
bukan diimlakkan, melainkan ditulis oleh banyak orang, bahkan kadang kala 
penulis yang satu itu tidak saling mengenal dan tidak pernah bertemu dengan 
penulis yang lainnya, tetapi Visi dan Misi dari dasar tulisan itu tetap 
menjurus ke satu titik yang sama.
   
  Sekarang soal tafsiran BIBLE, soal tafsiran ini sebenarnya ada juga, namun 
tidak dituliskan menjadi kitab yang harus kita percayai betul betul, melainkan 
menjadi khotbah yang disampaikan oleh para Pendeta pada hari Minggu atau pada 
hari hari lain kalau ada Ibadah Kristen.
   
  Contohnya yaitu misalnya cerita tentang Perkawinan di Kana yang ditulis di 
Injil Yohanes 2:1 ?/span> 11. Pada saat ada pesta perkawinan itu, Yesus dan 
murid muridNYA juga diundang dan ikut hadir dan disaat itu anggurnya habis, 
lalu Ibu Yesus berkata kepada Yesus ?/span>Mereka kehabisan anggur?/span> 
dengan tujuan agar Yesus cepat cepat membeli anggur atau membuat anggur agar 
tidak memalukan mempelai, atau menyulap sesuatu agar bisa menjadi seolah olah 
anggur beneran. 
   
  Namun apa jawaban Yesus? ?/span>Mau apakah engkau dari padaku, IBU? SaatKU 
belum tiba?/span>. Mengapa Yesus bilang demikian? Nah marilah kita tafsirkan 
bersama tentang hal ini, Yesus tahu betul kalau DIA membeli anggur yang begitu 
banyak dalam tempo yang amat sempit itu sulitnya bukan main, belum ada alat 
telepon pada waktu itu agar bisa memesan anggur dengan segera, belum ada truck 
untuk mengangkut anggur sebanyak itu, belum ada credit card untuk membayar 
pembelian anggur itu, lalu bagaimana caranya? Sedangkan untuk membuat anggur 
asal asalan itu amat berbahaya sekali, karena Pemimpin Pesta itu adalah seorang 
yang akhli dan amat mengetahui kwalitas anggur yang baik, jadi Yesus harus 
membuat anggur yang paling sedikit seperti anggur yang dihidangkan pada awal 
pesta pernikahan itu.
   
  Kalau kita pikirkan dengan otak yang jernih, pada waktu itu Yesus tidak 
berada di laboratorium Kimia, DIA tidak mempunyai unsur Carbon, dan DIA tentu 
mendapat banyak kesulitan untuk menyusupkan unsur Carbon dalam rangkaian kimia 
yang sama dengan rangkaian yang ada unsur Carbonnya di dalam Anggur, karena air 
itu sama sekali tidak mengandung unsur Carbon, jadi DIA hanya bisa menjawab 
?/span>Mau apakah engkau dari padaKU, ibu??/span> karena waktunya belum tiba.
   
  Ibu Yesus kan hanya berpikir spontan saja, yaitu kira kira yaitu ?/span>bikin 
anggur cepat, baik hasilnya kurang enak atau apa, asal jadi saja?/span>, hal 
itulah yang dipikirkan oleh ibu Yesus, dan sampai saat inipun banyak orang yang 
berpikir seperti itu, pokok instant jadi, nanti hasilnya gimana, itu urusan 
nanti, jadi banyak orang yang makan makanan instant, belajar BIBLE juga secara 
instant, tapi tidak tahu akibatnya dikemudian hari, yaitu bisa menjadi penyakit 
kanker atau penyakit yang berbahaya lainnya dalam keimanan mereka.
   
  Sedangkan Yesus memikirkan jauh dari segalanya, yaitu DIA tidak mau dicela 
oleh Pemimpin Pesta, DIA mau dikagumi oleh Pemimpin Pesta tanpa DIA menonjolkan 
diri sebagai pelakunya, DIA ingin dengan KASIH SAYANGNYA yaitu KASIH AGAPE 
menyelamatkan seluruh umat manusia yang saat itu tetap dalam lumpur dosa, agar 
semuanya bisa mendapatkan kehidupan yang kekal di Akherat.
   
  Untuk mengatasi masalah seperti ini, tentu hanya waktu yang bisa berbicara, 
oleh karena itu ibu Yesus berkata kepada para pelayan ?/span>Apa yang dikatakan 
kepadamu, buatlah itu!?/span> (Yohanes 2:5 ), dan kebetulan sekali di situ ada 
enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, 
masing masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan pelayan itu: 
?/span>Isilah tempayan tempayan itu penuh dengan air?/span> Dan mereka pun 
mengisinya sampai penuh.
   
  Kalau pada saat itu pelayan pelayan itu tidak mau menuruti perintah dari 
Tuhan Yesus, pastilah semuanya itu tidak akan terjadi apa apa. Apalagi kalau 
ada yang berontak dan mencaci maki Yesus dan mengatakan kira kira seperti ini 
?/span>Yesus, ini pesta kawin, kamu jangan main main, mereka membutuhkan anggur 
bukan air? Ngerti sedikitlah?/span> Hal semacam inilah yang sering kita hadapi 
di kehidupan kita ini, seperti halnya dulu ketika saya sedang membangun rumah 
saya sendiri, belum juga tiang rumahnya didirikan, isteri saya sudah 
membicarakan soal atap rumah agar rumahnya tidak bocor kalau ada hujan, 
untunglah pada saat itu saya bisa menerangkan kepada isteri saya dan dia bisa 
mengerti, bahwa tiang penyangga rumah harus didirikan terlebih dahulu, baru 
kuda kudanya dipasang dan atapnya baru bisa dibicarakan dan dilaksanakan, tapi 
kadang kadang ada orang yang ngotot, terus demo dan terus pakai kekerasan, 
misalnya dengan cara membakar Gereja, merobohkan Gereja dan lain
 sebagainya.
   
  Lalu kata Yesus kepada mereka: ?/span>Sekarang cedoklah dan bawalah kepada 
pemimpin pesta?/span> Lalu mereka pun membawanya, cobalah anda pikirkan dengan 
pikiran yang jernih, kalau air yang dituangkan ke dalam tempayan itu tetap 
menjadi air dan bukan anggur, apa yang akan terjadi? Pastilah pelayan pelayan 
itu akan bisa dipukuli oleh Pemimpin Pesta dan para tamu di Pesta Perkawinan 
itu, dalam hal inilah kita harus memiliki iman yang amat teguh, yang mau 
mempercayai dengan penuh hati, bahwa Yesus itu bukan orang biasa, melainkan DIA 
adalah TUHAN walaupun Yesus tidak pernah menyombongkan diri dan mendeklarasikan 
diriNYA sendiri bahwa DIA adalah TUHAN, dan sampai hari inipun banyak orang 
yang tidak mengetahui akan hal ini, dan bahkan dengan lantang mengatakan bahwa 
Yesus itu hanya sekedar NABI saja, bukan TUHAN, hal inilah yang juga menjadikan 
masalah pertengkaran antar umat beragama juga.
   
  Ada juga Pendeta yang marah marah kepada saya dan dikatakan bahwa saya itu 
memang tidak memiliki Gelar Pendeta koq berani beraninya menuliskan tentang hal 
itu, karena hal yang saya tuliskan itu mungkin belum pernah dikhotbahkan di 
Gereja mereka, lalu saya jawab dengan kasih sayang seperti yang ditulis di 
kitab Roma 12:21 ?/span>Tuhan Yesus sendiri juga tidak memiliki gelar PENDETA, 
DIA itu bahkan menjadi junjungan tertinggi dari seluruh umat Kristen?/span>, 
dari jawaban itulah Pendeta tersebut menjadi malu sendiri, karena Tuhan Yesus 
itu memang tidak pernah disebut sebagai Pendeta, yang menyebut sebagai Nabi kan 
hanya orang yang beragama Islam saja, tidak ada orang Kristen yang memanggil 
Tuhan Yesus sebagai Nabi. DIA memang pengajar, jadi dipanggilnya Rabbi, hal itu 
memang ada, bahkan ditulis di Injil Matius 23:8 - 12 seperti berikut 
?/span>Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan 
kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa
 pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga, 
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu 
Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa 
merendahkan diri, ia akan ditinggikan?/span>. Jadi apakah kita harus PAMER 
kalau punya gelar Pendeta? Tuhan Yesus pun tidak pernah PAMER bahwa DIA itu 
adalah TUHAN.
   
  Hasil karya dari Tuhan Yesus ini sudah dibuktikan sendiri oleh Pemimpin pesta 
perkawinan itu, bacalah dengan teliti di Injil Yohanes 2 : 9 ?/span> 11 yang 
demikian isinya ?/span>Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah 
menjadi anggur itu ?/span> dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi 
pelayan pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya ?/span> ia memanggil 
mempelai laki laki, dan berkata kepadanya: ?/span>Setiap orang menghidangkan 
anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; 
akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang?/span>. Hal itu 
dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda tandaNYA 
dan dengan itu IA telah menyatakan kemuliaanNYA, dan murid muridNYA percaya 
kepadaNYA. Begitulah Yesus menyatakan diriNYA bahwa DIA adalah TUHAN, bukan 
dengan cara gembar gembor dan tipu tipuan belaka.
   
  Semoga penjelasan ini bisa meredakan segala permasalahan yang saat ini 
terjadi di Indonesia , terima kasih. Tuhan memberkati.
   
  Ditulis oleh Ir. H.L. Njoo di Busan, Korea 10 Juli 2007


          MARI KITA BERSATU PADU
  UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA
  KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
  
      


 
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.

Kirim email ke