Ibu Mawar berduri, Itu bukan tuduhan, itu fakta politik. Kok saya disebut separatis keji? Saya menghargai Mega sebagai perempuan pertama di Indonesia yang jadi presiden, tetapi saya tidak menghargai Mega dalam kebijakan politiknya yang selama ini, terutama pada masa pemerintahannya, cenderung represif. Mau bukti?
Salah satu bukti nyata adalah pemberalkuan Darurat Militer di Acheh pada masa pemerintahan Megawati Soekarno Putri. Apa kata Mega sewaktu dia berkunjung ke Acheh? Cut Nyak tak akan membiarkan darah menetes lagi di Bumi Serambi Makkah! Itu ucapan yang cukup populis sampai2 kami di Papua pun merekamnya dalam-dalam diingatan kami. Tetapi apa lacur? Tidak sampai berapa bulan, Mega mempelopori Darurat Militer. Apakah ini sama dengan yang dijanjikan dia sewaktu berkunjung ke Bumi Serambi Makkah? Terbalik 180%. Ucapan tidak sama dengan perbuatan, itu yang kami kritisi, kalau jadi pimpinan politik, harap konsisten dengan ucapan. Ada pameo, lidah tidak bertulang, dan itu memang benar. Mau bukti lagi? Otsus Papua dicanangkan pada tanggal 10 Oktober 2001, sebulan kemudian, tepatnya tanggal 11 November 2001, Theis Hiyo Eluay [Pimpinan PDP] diculik dan dibunuh secara keji oleh Kopassus, itu dimasa pemerintahan Megawati Soekarno Putri, dan SBY yang saat itu menjabat sebagai Menko Polkam. Ada apa dibalik semua proses itu? Tanyakan saja pada Jendral Hendro Priyono, kepala BIN saat itu, apa maksud mereka membunuh seorang tokoh yang memperjuangkan kebebasan Papua secara demokratis dan damai. Sampai saat ini Papua masih menjadi "Zona Damai" seperti yang terus disuarakan pimpinan-pimpinan agama di Papua. Berbagai kekerasan politik di Papua pasca Kongres II Rakyat Papua pada tahun 2000 adalah masa-masa dimana Megawati menjadi Wakil Presiden dan setelah Gus Dur dilengserkan, ia menjadi Presidennya. Otsus kini sudah bisa dipastikan GAGAL TOTAL, tanya kenapa? Karena dana-dana Otsus itu tidak diturunkan ke Papua tetapi hanya berputar-putar di awan Jakarta, siapa yang bertanggung jawab atas proses tersebut? SBY, kok ya lucu, SBY hanya meneruskan apa yang sudah dilakukan Megawati. Gus Dur masih mendigan, karena dia masih mau selesaikan soal Papua secara kultural dan bukan represif. Mengapa dana Otsus selama 6 tahun tidak pernah turun ke Papua? Tanyakan saja pada Gubernur Papua, Bas Suebu, yang didukung PDI-P semasa pencalonan Gubernur Papua. Atau baiknya, tanyakan saja orang-orang di kabinet Indonesia bersatu daripada repot2 tanya orang dikampung sini. SBY memiliki kans kuat dalam menjalankan Otsus dengan bijak, sayangnya dia dikelilingi politisi jaman dulu alias jadul alias orde baru yang cepat tanggap korupsinya dan cepat tanggap KKN-nya. Kini Jusuf Kalla bilang, pembangunan di Papua tidak jalan bukan karena orang Jakarta melainkan orang Papua sendiri. Lho kok jadi mlintir gini? Siapa yang tahan2 dana Otsus? Kok orang2 disini [Papua] yang disalahkan? Yang benar aja kalau bikin statement publik. Benar-benar Republik Baru Bisa Mimpi! Susahnya membangun perspektif yang lebih manusiawi nampaknya disini, di Republik BBM ini. Kalau sudah begitu lalu anda mau bilang saya "separatis keji!" Itu terserah anda, silahkan saja, sah-sah saja. Gitu aja kok repot! Kata Gus Dur gitu sihh...... On 7/10/07, Mawar Liar Merah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Inilah rupanya contoh atau sample seoramg separatis Papua yang keji, > seenaknya saja menuduh Presiden perempuan pertama Indonesia secara kotor. > Nyata-nyata mereka menghalalkan semua cara dan fitnah dalam upaya memecah > bangsa kita. Perempuan Indonesia dimana saja harus lebih aktif bersama pria > untuk melestarikan Tanah Air kita yang indah dan luas ini. > > MLM > > *Papuan Diary <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > Ibu Mega, seorang perempuan yang tangannya berlumuran darah! PDI-P > katakan dana Otsus Papua sudah ditingkatkan menjadi 40 Trilyun rupiah, > seperti dilansir antara news beberapa waktu lalu. Taufik Kiemas dan beberapa > anggota PDI-P, maaf saya bilang saja: BANDIT-BANDIT POLITIK, mengaku didepan > kongres amerika bahwa mereka telah berbuat banyak untuk "KEADILAN dan > KESEJAHTERAAN" rakyat Papua, kenyataan menunjukkan lain. Ini terjadi > seminggu sebelum kedatangan Eni Faleomavaega ke Indonesia. > > Bung Alex, bisa kami memperoleh pernyataan resmi dari PDI-P? Tolong > katakan, bahwa kalian turut bertanggung jawab atas kegagalan pembangunan di > Papua, juga tolong sampaikan kepada mitra koalisi anda: GOLKAR, karena hanya > kalian berdualah, yang selama ini berkuasa di Tanah Papua dan selama 45 > Tahun "INTEGRASI," Papua tidak maju-maju, jalan ditempat, seakan-akan > berangkat dari nol menuju titik nol kembali, inilah kenyataan politik, > kenyataan sosial, yg kita hadapi. > > Barnabas Suebu, Gubernur yang diusung PDI-P waktu itu, katakan bahwa > selama 6 tahun pemberlakuan Otsus, dana otsus yang baru diterima hanya tahun > 2007 saja dan dananya hanya sebesar 1 Trilyun, bukan 20 trilyun atau 40 > trilyun spserti yang disampaikan bandit-bandit PDI-P di AS beberapa waktu > lalu. > > Mengapa rekan-rekan Bung mempromosikan sesuatu yang tidak benar? Emang > enak gitu kalau dikadalin? Payah. > > On 7/9/07, Alex Simanjuntak < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Tak Ada Jalan Pintas [image: Buat halaman ini dlm format > > PDF]<http://www.pdi-perjuangan.or.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=116> > > [image: > > Cetak halaman > > ini]<http://www.pdi-perjuangan.or.id/index2.php?option=com_content&task=view&id=116&pop=1&page=0&Itemid=289> > > [image: > > Kirim halaman ini ke teman via > > E-mail]<http://www.pdi-perjuangan.or.id/index.php?option=com_content&task=emailform&id=116&itemid=289> > > Monday, > > 26 February 2007 > > Perjuangan saya belum berhenti. > > > > Walaupun kereta reot ini sarat dengan kaleng rombeng di belakangnya, > > akan tetap berjalan seiring dalam perjalanan. > > > > Perjuangan saya adalah cita-cita semua, rakyat Indonesia, karena saya > > adalah bagian daripada rakyat. > > > > Tujuan perjuangan kita adalah amanat leluhur pendiri Republik tercinta > > ini, > > > > KEADILAN DAN KEMAKMURAN SELURUH RAKYAT INDONESIA DALAM KEUTUHAN NEGARA > > KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. > > > > Yang harus dicapai sekalipun melewati jalan panjang berkelikil dan penuh > > dengan pengorbanan. > > > > Kita harus bangit, kuat dan bersatu menepis semua bentuk disintegrasi > > yang akan merambah masuk ke lubuk hati. > > > > Kita harus jadikan negeri ini kokoh dan mandiri di tengah-tengah bangsa > > lain yang juga berpacu ke arah yang sama. > > > > Semoga buku yang berisikan tentang apa yang sudah saya kerjakan dan apa > > yang akan saya lakukan dapat dijadikan bahan informasi untuk koreksi apa > > yang belum saya laksanakan, sehingga kita dapat menyatukan gerak dan langkah > > dalam perjuangan meraih cita-cita > > > > Megawati Soekarnoputri
