Merasa Berat, Biaya Masuk SMA-SMK Rp 4,36 Juta 11 Juli 2007
www.bantenlink.com <http://www.bantenlink.com/> Serang Para orang tua siswa baru di Kabupaten Serang merasa berat dengan biaya masuk Sekolah Menengah Atas maupun Kejuruan yang berkisar Rp 1,7 juta-Rp 4,36 juta. Oleh : T Muharam Misalnya Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Serang. Menurut sejumlah orang tua siswa, jumlah uang yang harus dibayar Rp 4,31 juta-Rp 4,36 juta. Dana sebesar itu di antaranya digunakan untuk membayar tabungan siswa Rp 20.000, iuran OSIS Rp 100.000, perpustakaan Rp 40.000, masa bimbingan siswa (mabis) Rp 100.000, dan matrikulasi Rp 100.000. Ditambah lagi dengan uang SPP bulan Juli sebesar Rp 100.000, dana sumbangan pendidikan (DSP) Rp 1,1 juta, serta dana pembangunan pendidikan (DPP) Rp 1,25 juta. Selain itu, para siswa baru juga diminta untuk membayar kartu OSIS dan KTM Rp 125.000, pembelian lembar kerja siswa (LKS) Rp 112.500, komputer Rp 50.000, dan seragam sekolah dengan besaran yang berbeda-beda. Bagi siswa putra dikenakan biaya seragam Rp 524.500, siswa putri Rp 512.500, dan siswa putri yang mengenakan baju muslim Rp 562.500. Tingginya biaya masuk juga dialami para siswa baru di SMAN 1 Bojonegara, yang mencapai Rp 1,7 juta. "Saya tidak tahu persis rinciannya untuk apa, tetapi itu sudah masuk uang seragam," tutur Kiki, salah seorang wali siswa baru. Begitu pula biaya masuk di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Serang, yang mencapai Rp 2,11 juta. Menurut sejumlah orang tua siswa, penetapan uang pangkal masuk itu sudah dirapatkan bersama pihak sekolah. Antara lain iuran SPP Rp 35.000, uang praktek Rp 40.000, DPP Rp 450.000, DSP Rp 1 juta, uang partisipasi masyarakat Rp 500.000, mabis Rp 75.000, serta asuransi Rp 11.000. Hampir sama dengan SMKN 1 Serang, para siswa baru di SMKN 2 Serang juga diminta untuk membayar uang sekitar Rp 2,2 juta. "Rinciannya belum tahu, tapi ancang-ancangan uang sebesar Rp 2,2 jutaan, karena rapatnya baru besok (hari ini-red). Tetapi untuk pertama kali diminta untuk menyiapkan uang Rp 1 juta," ujar Ekom, salah seorang wali siswa baru. Tingginya uang pangkal masuk SLTA itu dikeluhkan sejumlah orangtua siswa baru. Salah satunya Kiki, orangtua siswa baru di SMAN 1 Bojonegara. "Kalau dihitung ya sebenarnya berat, harus membayar sebesar itu. Masa sekolah di daerah pinggiran kota saja sudah mahal. Tapi ya mau bagaimana lagi, mau enggak mau harus tetap dibayar," katanya. Pernyataan senada diungkapkan Ekom, yang menyayangkan tingginya biasa masuk sekolah negeri. "Saya pikir di sekolah negeri biayanya bisa lebih murah, makanya anak terakhir saya masukan ke negeri. Ternyata bayarannya sama saja dengan biaya masuk di sekolah swasta, sama dengan anak saya sebelumnya," ujarnya. Selain memberatkan, banyak sekolah yang menetapkan uang SPP, DPP, dan DSP di atas standar maksimal yang tertuang dalam SK Bupati Serang Nomor 20 Tahun 2004 tentang standar iuran dana masyarakat bagi sekolah negeri. Dalam SK itu ditetapkan, iuran SPP untuk SMA tidak boleh lebih dari Rp 30.000 dan SMK Rp 35.000 per bulan, DSP SMA maksimal Rp 600.000, DSP SMK Rp 1 juta, DPP SMA maksimal Rp 400.000, dan DPP SMK Rp 450.000. (nr)
