Ngeri juga, sudara kita dari makasar (bugis) kalau minta jujuran tak tanggung-tanggung sampai 50 jt. Kasihan sang pengantin cewek jadi budak dirumah mertua Maaf bagi yang tak berkenan
________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of RM Danardono HADINOTO Sent: Wednesday, July 11, 2007 2:51 PM To: [email protected] Subject: [mediacare] Re: Hapuskan saja mas kawin --- In [email protected] <mailto:mediacare%40yahoogroups.com> , "marthajan04" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > makanya mas Miftah, saya bilang juga hapuskan saja mas kawin itu. > Supaya sama2 tidak berat. Bukankah banyak juga lelaki yang kesulitan > melamar wanita karena tidak sanggup menyediakan mas kawin? > > Nah nanti kalau sang mertua jengkel karena merasa sudah diperas, > siapa yang akan jadi luapan kemarahan itu? tentu sang menantu > perempuan bukan? maka jadilah adanya perbudakan dalam keluarga. > > mj > > ------------------------ > Supir saya di Jakarta, yang pernah berkerja lama di Jeddah, Saudi Arabia, menceritakan, bahwa banyak pria Arab yang masih single. Ini disebabkan karena tingginya uang kawin (mahar) disana. makin cantik, atau tinggi posisi sang wanita, makin mahal. ratusan onta, emas atau entah apa lagi. Ini, saya kira adalah tradisi suku suku di Arabia, yang dahulu , misalnya dizaman nabi Mohammad, masih pengembara (nomade). Harta pria dikur dari jumlah onta, barang dagangan, budak budak, dan tentu jumlah istri, karena satu wanita saja sudah mahal. Salam hangat Danardono
