Mungkin anda tak dapat bayangkan, tetapi saya telah mengerti SEMUA yang saya harus mengerti dalam hidup saya, dalam perjalanan hidup saya yang cukup panjang, mungkin jauh sebelum anda berada didunia.
Leluhur Anda ditanah Mandahiling sudah memahami kewajiban suami istri, jauh sebelum tanah Anda diislamkan, dan ada kata mahar. Umat Buddha, umat Yahudi, umat Kristiani juga sudah memahaminya, jauh sebelum Islam mengajarkannya. begitulah adanya. salam Danardono "M. Irwan Hrp" <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: Alhamdulillah, ternyata Anda sudah mengerti. On 7/13/07, Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: "M. Irwan Hrp" < [EMAIL PROTECTED]> schrieb: Dear Pak Danar, Satu hal yang pasti, bedakan antara Arab dan Islam. Abu Jahal, Abu Lahab semuanya juga orang Arab. ***Bahwa Arab beda dengan Islam saya sudah tahu sejak kecil, dan itu jauh sebelum orang tua lahir. Mungkin difikiran Anda, dengan memberi mahar si Istri bisa diperlakukan seenaknya. Ketahuilah, menjadi seorang suami (dalam agama Islam), tanggung jawabnya sangat besar. Jadi, menikah tidak hanya karena cinta (seperti yg didengung-dengungkan orang modern), tapi juga karena Lillahita'ala. **** Apakah sipemberi mahar bisa perlakukan istri se maunya itu masalah yang tak pernah saya perdulikan. Itu masalah masing masing manusia. Orang tua saya kebetulan Islam, dan hidup waktu kakek nenek anda masih kecil. Mereka punya tanggung jawab sebagai suami istri, tetapi sebagai maakhluk bermoral, dan beralaskan budaya Jawa, tak perlu ajaran agama. Tanggung jawab suami ada dalam SEMUA agama, yang sudah ada JAUH sebelum Islam, seperti Buddha, Yahudi dan Kristen, jadi bukan barang baru.. Cinta bisa hilang, namun Allah akan selalu ada. *** Sang Pencipta, seperti juga yang disabdakan sang Gautama Buddha JAUH sebelum nabi Mohammad lahir dan main main sebagai anak kecil, adalah kekal tak berawal dan tak berakhir. Apa yang dinamakan "cinta", yang ada lima definisi dalam bahasa Yunani, antara laki wanita, antara ortu dan anak, antara kita dengan sesama, dst, adalah sesuatu yang exist dalam ruang lingkup existensi manusia. Cinta sang pencipta, dan cinta yang abadi, selalu ada. Sang gautama menjabarkannya sbb: 1. The Karaniya Metta Sutta Hymn of Universal Love 1 Karaniyam atthakusalena Yan tam santam padam abhisamecca Sakko uju ca suju ca Suvaco c'assa mudu anatimani Who seeks to promote his welfare, Having glimpsed the state of perfect peace, Should be able, honest and upright, Gentle in speech, meek and not proud. 2 Santussako ca subharo ca Appakicco ca sallahukavutti Santindriyo ca nipako ca Appagabbho kulesu ananugiddho Contented, he ought to be easy to support, Not over-busy, and simple in living. Tranquil his senses, let him be prudent, And not brazen, nor fawning on families. 3 Na ca khuddam samacare kinci Yena viññu pare upavadeyyum Sukhino va khemino hontu Sabbe satta bhavantu sukhitatta Also, he must refrain from any action That gives the wise reason to reprove him. (Then let him cultivate the thought:) May all be well and secure, May all beings be happy! 4 Ye keci panabhut'atthi Tasa va thavara va anavasesa Digha va ye mahanta va Majjhima rassakanukathula Whatever living creatures there be, Without exception, weak or strong, Long, huge or middle-sized, Or short, minute or bulky, 5 Dittha va yeva adittha Ye ca dure vasanti avidure Bhuta va sambhavesi va Sabbe satta bhavantu sukhitatta Whether visible or invisible, And those living far or near, The born and those seeking birth, May all beings be happy! 6 Na paro param nikubbetha Natimaññetha katthacinam kanci Byarosana patighasañña Naññamaññassa dukkham iccheyya Let none deceive or decry His fellow anywhere; Let none wish others harm In resentment or in hate. 7 Mata yatha niyam puttam Ayusa ekaputtam anurakkhe Evampi sabbabhutesu Manasam bhavaye aparimanam Just as with her own life A mother shields from hurt Her own son, her only child, Let all-embracing thoughts For all beings be yours. 8 Mettañ ca sabba-lokasmim Manasam bhavaye aparimanam Uddham adho ca tiriyanca Asambadham averam asapattam Cultivate an all-embracing mind of love For all throughout the universe, In all its height, depth and breadth Love that is untroubled And beyond hatred or enmity. 9 Titthañ caram nisinno va Sayano va yavat'assa vigatamiddho Etam satim adhittheyya Brahmam etam viharam idhamahu As you stand, walk, sit or lie, So long as you are awake, Pursue this awareness with your might: It is deemed the Divine State here. 10 Ditthiñca anupagamma silava Dassanena sampanno Kamesu vineyya gedham Na hi jatu gabbhaseyyam punar eti'ti Holding no more to wrong beliefs, With virtue and vision of the ultimate, And having overcome all sensual desire, Never in a womb is one born again. Bung, belajarlah, sebelum mengkuliahi orang, anda belum lama lahir kan? "Yesterday we obeyed kings and bowed our necks before emperors. But today we kneel only to truth..." -- Kahlil Gibran
