Sumber: http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=25&dn=20070714163358
Dukunglah perjuangan Rakyat !
Oleh : Redaksi-kabarindonesia
14-Jul-2007, 16:33:58 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia - Kepada siapa rakyat kecil sekarang ini bisa mengeluh,
walaupun mereka ngomong sampai berbuih sekalipun jangan harap ada yang mau
mendengarkan suara mereka. Suara mereka terlalu kecil dan tidak berarti
sehingga tidak akan pernah bisa mendapatkan perhatian. Sarana mereka
satu-satunya ialah demo di depan kantor permerintah dengan risiko digebukin
oleh aparat.
Mas media baru tertarik untuk memberitakannya, apabila pada saat demo tersebut,
terjadi huru-hara. Sudah bertahun-tahun lamanya kita mencanangkan Indonesia
sebagai negara reformasi, tetapi kenyataannya budaya yang berlaku tetap saja
budaya "Sungkem dan Bungkem" seperti ketika jaman VOC.
Memang harus diakui bahwa di Indonesia sekarang ini sudah banyak sekali media,
mulai dari media cetak sampai dengan media elektronik, Radio, TV maupun koran
online, tetapi jawablah dengan jujur, apakah tulisan wong kecil disana bisa
dijadikan berita?
Kalau bisa ditayangkan sebagai surat atau komentar pembaca saja sudah bagus.
Masalahnya berita yang ditayangkan di media utama (mainstream) hanya ditulis
oleh para wartawan profesional atau para tokoh politik. Disamping itu di media
utama: Redaksi dan para Editornya yang mendikte dan menentukan berita apa saja
yang sebaiknya diketahui atau tidak diketahui oleh publik.
Berita disana ditentukan oleh sang pemilik modal, politik, bisnis bahkan
terkadang oleh agama. Di sana tidak ada tempat bagi orang biasa ataupun wong
kecil.
Di koran mainstream manapun juga redaksi dan editor yang menentukan berita apa
saja yang harus dimuat. Pemilihan berita pada umumnya bukan mencerminkan
kepentingan publik, melainkan kepentingan bisnis, politik maupun pemodal,
disamping itu juga karena adanya keterbatasan space.
Jurnalisme manstream (jurnalisme resmi) di mana-mana telah kehilangan landasan
filosofis sehingga dengan mudah mereka mendiktekan apa saja yang sebaiknya
diketahui atau tidak diketahui oleh publik. Yang dicorongkan disana bukannya
suara atau inspirasi rakyat murni melainkan suara redaksi dan sang pemilik
modal.
Hal-hal inilah yang mendorong lahirnya media http://www.kabarindonesia.com/
sebagai media akar rumput, media alternatif atau yang lebih dikenal sebagai
"Citizen Jurnalisme.
Media yang bisa menjadi corong suara orang biasa atau suaranya wong kecil.
Semua berita yang ditayangkan berasal dari publik dan dibaca oleh publik. Jadi
pembacalah yang akan memilih dan menentukan berita pilihannya bukan redaksi
Di koran online www.kabarindonesia.com setiap warga bisa menjadi reporter dan
penulis oleh sebab itulah reporter dari Koran underground ini lebih dikenal
dengan sebutan "Citizen Reporter" - pewarta warga. Mereka adalah orang biasa,
mulai dari ibu rumah tangga, mahasiswa, buruh kecil sampai dengan dosen bisa
jadi citizen reporter.
Citizen jurnalism bisa disebut juga sebagai junarlisme advokasi, karena disini
setiap penulis dapat memberitakan perjuangan mereka. Misalnya memberitakan
tentang pencemaran lingkungan, mulai dari pembakaran hutan sampai dengan
semburan lumpur panas. Dalam citizenjurnalism siapa pun dapat membuat,
menyebarkan, bahkan menjadi narasumber sekaligus mengonsumsi berita dalam
format tulisan maupun foto.
Berita sekecil apapun juga bisa menjadi berita besar, penulis sekecil apapun
juga bisa menjadi penulis besar.
Dukunglah perjuangan kami dengan meng-klik di www.kabarindonesia.com
PS Jangan lupa untuk turut menyebar luarkan berita ini kepada rekan-rekan
lainnya. Terima kasih
Email: [EMAIL PROTECTED]
Big News Today..!!! Let's see here:
www.kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let's see here www.kabarindonesia.com
---------------------------------
Did you know that Yahoo! Mail is the World's favourite email? Find out why for
yourself.