> ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya terus terang kasian sama penerbangan Indonesia ini, walau saya 
> tau kenapa penerbangan kita lama2 bisa tak diminati dunia luar 
> selain oleh pengguna2 domestik saja, hanya maunya pihak penerbangan 
> luar ada kebijakan dong, bantu penerbangan Indo, berikan peraturan 
> yg membuat Garuda memaksa diri nya utk mensejajarkan Professional 
> Quality yg sesuai dengan International standard (AVIA).


Waaah.... justru pengguna2 domestik inilah yang sudah sejak dulu2nya
sudah mengeluh segalanya terkait Garuda ini, namun pemerintah tidak
memberi pilihan memaksa bangsanya sendiri untuk menggunakan Garuda dan
melarang maskapai penerbangan asing beroperasi dinegeri ini. 
Seharusnya Indonesia membuka diri se-bebas2nya terhadap semua maskapai
penerbangan luar untuk saling bersaing didalam negeri termasuk Garuda
harus bersaing merebut penumpang bukan memaksa bangsanya sendiri untuk
menjadi penumpangnya.

Jadi janganlah prejudice, sikap Arab Saudia sangat tepat meskipun
terlambat seharusnya mereka dari dulu melarang Garuda mengangkut Haji
ke Arab Saudia.  Juga pihak Arab Saudia bukanlah ikut2an UE dalam
melarang Garuda ini, mereka justru mempelajari sebab dan alasan adanya
peraturan tsb dikeluarkan UE dan kesimpulan akhirnya mereka sejalan
dengan pemikiran dan alasan2 yang diberikan oleh UE.

Yang pasti, hingga detik ini, Garuda sebenarnya bukanlah milik
pemerintah RI melainkan milik keluarga Cendana yang mengatas namakan
negeri ini.  Semuanya management Garuda diarahkan hanya untuk setoran
ke Cendana sehingga kondisi Garuda makin buruk.  Negara2 diluar sudah
jelas tahu kondisinya namun tidak berhak turut campur urusan negara
orang apalagi urusan management perusahaan pemerintahnya.  Jadi orang2
diluar negeri cukup melarang, tidak ada yang lebih baik daripada itu.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








Kirim email ke