komentar saya tidak banyak, saya sangat tidak sepakat dengan
keberadaan Freeport di tanah Papua, banyak kerusakan lingkungan yang
telah ditimbulkan perusahaan tsb.  berikan rakyat papua otonomi untuk
mengelola sendiri sda-nya. Peran pemerintah pusat cukup sebagai
pengawas dan pemunggut pajak, dari pajak yg yang dipunggut 80%
diberikan kembali untuk membangun Papua mengejar ketinggalannya.
Bangun infrastruktur, sekolah, dan pemukiman yang layak di pelosok
pedalaman Papua. 

Maaf saya tidak tertarik berbicara separatis karena memang saya tidak
mendukung ide tersebut.

Salam,
-ariel-   

--- In [email protected], "Papuan Diary" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Itulah yang disebut PATRIOTISME. Tapi sampai hari ini banyak kalangan di
> Indonesia menuduh kami orang Papua sebagai yang tidak "patriotis!"
> 
> Dalam sumber daya ekonomi. SDA Papua dikuras dan memberikan
sumbangan yang
> tidak sedikit dalam APBN Indonesia. Tetapi ketika orang Papua protes
tutup
> Freeport, semua menuduh separatis, semua bilang "separatis harus dibasmi
> dampai ke akar-akarnya"
> 
> Anda termasuk orang yang beranggapan seperti apa dalam melihat gejolak
> politik di Tanah Papua?
> 
> Banyak sekali kebanggaan yang diberikan orang Papua untuk Bangsa
ini, tetapi
> banyak pula orang Indonesia lain masih mengganggap kami "terbelakang,
> berkoteka, primitif, dll"
> 
> Apa komentar Anda?
> 


Kirim email ke