Dear all,
Kalau bangsa mau lebih beradab gak usah deh jauh-jauh liat ke AS, Eropa,
Australia segala. Lihat saja India, jelas orangnya mayoritas Hindu banget, tapi
mereka tuh gak peduli presiden, perdana mentri, menteri dan segala pejabat apa
Hindu, apa Islam, Kristen, Shik yang penting buat mereka mutu dan pengalaman
track records nya.
Mr Felix jangan skeptik banget dong, jangan ikutan nggolput. Biasanya tuh kalau
perbaikan ya datang pelan-pelan, emangnya kita mau revolusi? Kalo emang senang
PKS dan Adang ya coblos aja, ikut proses demokrasi dong sambil nunggu datengnya
satria kayak Chavez atau Morales, kan?
Salam,
Chandra
MOD:
Apa yang dipaparkan Bung Felix ada benarnya. Diskusi soal Fauzi Bowo lulusan
Kolese Kanisius bermula di milis PKS. Menurut pandangan mereka, kalau kita
pernah sekolah di institusi non Islam artinya sudah 'cacat' di mata mereka.
Dan saya klop dengan pandangan Bung Felix. Kampanye hitam dari pendukung Adang
ini amat tak sesuai dengan ucapan Adang sendiri yang "seolah-seolah pluralis".
Namun sudah kita duga, Adang termasuk golongan "saiki kedele, sesuk tempe".
felix_milis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Ferry,
jelas keliru kalau ada yang melakukan black campaign seperti itu. Saya
tahu memang beliau lulusan Kanisius, tapi who cares?
Saya sendiri kenal dengan banyak orang lulusan dari institusi milik
Kristen, tapi malah justru pemahaman Islamnya lebih bagus dari lulusan
IAIN.
Sebenarnya selebaran semacan itu justru seperti pedang bermata dua. Di
satu sisi, kalau audience-nya memang not very much educated, mungkin
akan termakan.
Tapi kalau yang ter-educated, justru malah muak, dan malah antipati
dengan si penyebar selebaran.
Anyway, saya tidak lagi mbelain Fauzi Bowo, karena saya yakin nggak
perlu saya bela, Fauzi Bowo akan sulit dikalahkan. Dan intuisi saya,
Fauzi Bowo tidak akan bisa membawa Jakarta lebih maju, kantong APBD
Jakarta bakal banyak tersunat untuk kepentingan partai pendukungnya,
itu sudah jadi common practice di dunia politik Indonesia.
So, jangan banyak berharap lah dari Pilkada kali ini.
--- In [email protected], ferry irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> saya meliohat siaran televisi yg menghadirkan berita adanya black
campaign utk kubu fauzi bowo..
> disitu di tayangkan selebaran yg menceritakan bahwa fauzi bowo
senang dgn didikan kristen..
> disitu dibeberkan Fauzi bowo adalah alumnus dr koloze kanisius..
dan ada foto Foke duduk
> bersama dgn prof. magnis suseno..
> sumber selebaran itu dalam tayangannya bertuliskan masyarakat
betawi asli..
> sampai ada alamat websitenya.. ( saya lupa alamat namanya..)
>
> ada yg bisa menjelaskan..?
> krn hal ini sudah sangat tidak sehat.., mengingat sudah membawa
sentimen agama di dalamnya.. + nam asuku atau etnis..
> memeang betawi bisa menjadi alat sentimen kesukuan dlam pilkada
ini, namun bukankah devinisi betawi sendiri adalah orang- orang atau
masyarakat yang tinggal di batavia atau jakarta sekrang?..
> hingga mau itu org jawa, sumatera, papua seklipun jika sudah lahir
dantinggal di jakarta dapat menyebut diri sbg org betawi...??