Pak Tejo Yth, Anda membicarakan NKRI dengan dikaitkan dengan para tahanan di Boven Digoel adalah pahlawan. Kalau NKRI menghargai para tahanan yang dibuang ke Boven Digoel sebagai pahlawan. Apakah NKRI menhargai mereka? Bila NKRI menghargai, maka paling tidak TAP XXV/1966 sudah tidak ada, tetapi kenyataan TAP tsb tetap dipertahankan. Tidakkah Anda mengetahui bahwa sampai saat ini bahwa ada yang bekas dari Boven Digoel tidak diberikan KTP oleh NKRI?
Mana bisa negara yang benar mengsponsor terorisme terhadap penduduknya. Mana bisa petinggi tertinggi dari negara memberikan wejangan pada Musyawarah Nasional MUI yang menghasilkan ketentuan [Fatwa] yang melarang penganutnya memberikan ucapan selamat hari raya kepada sesama warga yang tidak seagama dengan mereka. Bagaimana mungkin para petinggi tertinggi dari negara yang bukan "fail state" memperkeruh kehidupan bernegara? Mana bisa negara benar mensponsor pengiriman warganegaranya menjadi babu dan jongos tanpa perlindungan hukum? Wassalam, ----- Original Message ----- From: Tejo Sulaksono To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, July 24, 2007 7:01 AM Subject: Re: [mediacare] Operasi Intelijen Jawa-Bali, Hak Hidup Mahasiswa Papua Terancam Misalnya anda jadi negara bagian atu protektoraat Australia, atau AS atau Belanda lalu kebelet hengkang lagi dan itu bisa dikategorisasi kayak makar begitu yaah tentu saja banyak mobil kaca hitam berpenumpang ber Rayben sun glassis akan sambangi tempat-tempat dimana ekstremis banyak kumpul. sama saja dong! Anda kepleset lagi bilang hak hidup terancam, yang terancam itu wacana ekstrim mau bawa begitu banyak wilayah NKRI ngabur, tentu saja RI yang bersifat negara kesatuan justru akan semangkin gigih pertahankan diri dan seluruh wilayah tanpa kecuali kan? Gak percuma banyak patriot Indonesia dulu dibuang ke Boven Digul demi kemerdekaan Indonesia seutuhnya. Ayo bung, kita bangun RI sama-sama kita lawan kemiskinan. Front PEPERA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Informasi lebih lengkap mengenai ini, silahkan kujungi web site kami: http://www.kabarpapua.com/online melanesia_ ignatio <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kepada: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Dari: melanesia_ ignatio <[EMAIL PROTECTED]> Tanggal: Mon, 23 Jul 2007 08:08:46 -0700 (PDT) Topik: [PEMBEBASAN PAPUA] Operasi Intelijen Jawa-Bali, Hak Hidup Mahasiswa Papua Terancam Operasi Intelijen Jawa-Bali, Hak Hidup Mahasiswa Papua Terancam Gubernur Papua Diminta Siapkan Kapal untuk Pulang Yogyakarta dan Bali (kabarpapua.com)--Terror dan intimidasi dari intelijen Indonesia terus warnai hari-hari mahasiswa Papua di daerah Jawa dan Bali. Mereka sudah mulai masuk ke asrama-asrama mahasiswa Papua dan kos-kosan di mana mahasiswa Papua berada. Kontributor kabarpapua.com wilayah Yogyakarta melaporkan intimidasi dan terror semenjak aksi mahasiswa beberapa waktu hingga saat ini belum selesai. Setiap hari, tidak seperti biasanya, mobil-mobil kaca gelap parkir di depan asrama mahasiswa kamasan I Yogyakarta. "Pada tanggal 19 Juli 2007, asrama Papua Yogyakarta didatangi enam truk aparat. Pada pagi hari didatangi 4 truk polisi. Setelah 4 truk itu pulang, pada siang harinya gantian dua truk tentara memarkir di depan asrama. Bahkan hari itu ada dua polisi perempun berpakain polisi lengkap masuk sampai di dalam asrama," katanya salah satu mahasiswa Papua ketika dihubungi via telepon selulernya. Dikirim oleh makimee pada Monday, 23 July 2007 (1 kali dibaca) (selengkapnya... | 2858 byte lagi | komentar? | Nilai: 0) Masyarakat Oksibil Minta Polisi Ditarik OKSIBIL (Suarapembaruan)--Masyarakat Oksibil, Kabupaten Pengunungan Bintang, Provinsi Papua meminta jajaran kepolisian yang bertugas di wilayah ini ditarik atau diganti menyusul meninggal 3 warga asal Suku Ngalum yakni Denis Kasipmabin, Markus Uropka dan Demianus Sasaka. Mereka diduga meninggal akibat dianiaya aparat Kepolisan Resor Persiapan Pegunungan Bintang baru-baru ini. Hal tersebut dikemukakan Tokoh Masyarakat Oksibil, Andi Sasaka di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintang, Minggu (22/7) dihadapan utusan Kepolisian Daerah (Polda) Papua yang dipimpin Kompol Aloisius Kuwenik, Sekda Kabupaten Pegunungan Bintang, John Z Tujuwale, Pastor Paroki Oksibil Trismadi, Anggota DPRD dan ratusan masyarakat. -------------------------------------------------------------------------- Got a little couch potato? Check out fun summer activities for kids. ---------------------------------------------------------------------------- Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers ------------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Try it now. ------------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Mail is the world's favourite email. Don't settle for less, sign up for your free account today. ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.10.16/914 - Release Date: 7/23/2007 7:45 PM
