Satu tambahan. Jika memang menurut MUI semua makanan halal, berarti
daging sapi, ayam atau kambing yg disembelih oleh orang non muslim
halal donk?
Tapi knapa pemotongan hewan harus ada sertifikat halal dari MUI?
Apakah MUI ingin menjadi penguasa? Atau memang jadi ajang cari uang bagi MUI?

On 7/24/07, Batul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalau begitu bukan hanya babi aja yang haram sampai sekarang bakso juga
> ditambahin zat zat atau bahan kimia biar bisa tahan lama dan mengandung zat
> zat berbahaya.
>
> Dan masih banyak makan yang di konsumsi orang banyak memakai pemanis buatan
> dan zat pewarna yang harusnya bukan untuk makanan, di suntik ke dalam buah
> buahan mis, semangka dan durian.
>
> Apakah MUI tidak mengetahui hal ini,  ataukah MUI masih tidak mau tahu
> tentang hal ini ?
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: felix_milis <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Jul 24, 2007 3:48 PM
> Subject: [mediacare] Re: Kepiting juga haram?
> To: [email protected]
>
>
>
> InsyaAllah halal Pak,
>
> ada fatwa dari MUI:
> http://www.halalguide.info/content/view/115/55/
>
> Prinsipnya, segala sesuatu makanan itu halal. Yang mengharamkan adalah
> bila ada larangan di quran atau hadits shahih atau bila makanan itu
> mengandung zat yang berbahaya.
>
> Kalau di jaman modern ini, ditambah dengan status bahan tambahannya,
> perisa, pengawet, stabilisator dll.
>
> Ayam bisa jadi haram, kalau dia disuntik dengan hormon/zat yang berbahaya.
>
> Tapi bisa jadi teman Anda yang mengharamkan, mengikuti pendapat dari
> ulama lain.
>
> Coba beritahu teman Anda dengan fatwa MUI diatas, kalau dia tetap
> nggak mau, ya udah, kirim saja ke tempat saya, hehehe.
>
> --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, Batul
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Sorry tidak ada hubungannya dengan daging babi.
> >
> > Biasanya kalau saya pulang tugas dari Balikpapan saya selalu bawa
> kepiting
> > saos tiram 2 porsi.
> > Ketika saya sampai di kantor saya memberinya kepada teman dekat saya
> > ditempat bekerja, dengan halus dia menolak pemberian saya karena
> beliau adalah seorang muslim, dan kepiting ia anggap haram.
> >
> > lalu teman saya yang satu lagi juga seorang muslim
> > menerimanya dan memberi comment kepada teman saya yang menolak
> pemberian saya dan mengatakan, "Sekarang kepiting tidak haram,
> sebelumnya memang haram dan sekarang sudah tidak haram lagi" dan satu
> porsi kepiting saya diterima dan dibawa pulang.
> >
> > Apa memang benar ada saatnya haram dan ada saatnya halal? Untuk
> mengatakan halal atau haram apa dasarnya? Moga-moga ada yang memberi
> penjelasan di milis ini.
> >
> >
> > Salam,
> >
> > Jereweh
> >
> >
> > MOD:
> > Pak Batul, boleh dong kirimin kepiting Kalimantan.
> > Menurutku kepiting nggak haram kok.....malah bikin stamina
> meningkat....:))
> >
>
>
>
>

Kirim email ke