Aku menangis..
  
  Utami  Mustikasari
 Legal  Assistant
  
 PT. TESCO  INDONESIA
 Ratu Plaza Office Tower 15th Floor
 Jl. Jendral Sudirman  No.9
 Jakarta 10270 Indonesia
 Phone:  +62 21 725 5454
 Fax:     +62 21 725  5352
 Mobile:  +62 812 893  4868
 E-Mail:   [EMAIL PROTECTED]

  

  
---------------------------------
 From: tami mustikasari  [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, July 25, 2007  3:21 PM
To: Mustikasari, Utami
Subject: Fwd: Tentang alm  Taufik Savalas


 

---------- Forwarded message ----------
From: L. Agoes Poenomo <[EMAIL PROTECTED]>
Date:  Jul 25, 2007 2:00 PM
Subject: Tentang alm Taufik Savalas
To: [EMAIL PROTECTED]

    
      
   
   

  -----  Original Message ----- 

   

  From: Budiman  Hakim 

   

  Taufik  Savalas meninggal. Saya meneteskan airmata. Aneh banget! Saya bukan 
tipe orang  yang gampang menumpahkan airmata. 

   

  Dan yang  lebih aneh lagi, saya juga merasa ga deket-deket amat sama dia. 
Cuma saya emang  suka banget sama dia. Buat saya Taufik itu orang baik. 

   

  Pertama  ketemu dengannya tahun 97. Entah darimana, PH nawarin dia sebagai 
talent untuk  TVC yang sedang kita garap. 

   

  Produknya  minyak goreng Tropikal Begitu ngeliat tampangnya, saya langsung 
suka aja sama  dia 

   

  Jadi deh  dia kita pake sebagai talent. Bayarannya? Cuma Rp 4 juta waktu itu  
hahahahaha...tahun2 belakangan ini tarif lu berapa pik? Pasti gede banget ya?  

   

  Selesai  shooting kita ga pernah ketemu lagi. Saya cuma ngeliat dia di banyak 
TV. Dia  udah jadi selebriti, banyak order, muncul di mana-mana Tapi nasib 
ternyata  mempertemukan kita kembali. 

   

  Di  Pasirputih Kafe Kemang saya ngeliat dia. Cuma sekarang posisi kita udah 
berbeda.  Dia ada di atas panggung sedangkan saya jadi penontonnya. Waktu itu 
kalo ga  salah eventnya ulang tahun Pasirputih ke berapa gitu...ga inget lagi. 
Jadinya  penontonnya membludak. Mau pipis ke toilet aja susah karena harus 
menembus  kerumunan orang yang begitu rapat. 

   

  Pas acara  hampir selesai, saya ngeliat Taufik lagi dikerumunin banyak orang, 
saya seneng  ngeliat kesuksesannya. Percaya ga? Kalo kita ngeliat orang 
berjuang dari bawah  terus bisa sampai ke puncak kita pasti seneng, kagum dan 
ikut berbahagia  karenanya. 

   

  Saya  sebenernya pengen nyamperin dia tapi ga jadi. Dia pasti udah lupa sama 
saya.  Lalu saya beranjak dari kursi bar menuju toilet yang ada di sebelah 
kanan.  

   

  Sebuah  teriakan menghentikan langkah saya;" Bud! Jangan pulang dulu. 
Tungguin  gue!"

   

  Saya  menengok ke arah Taufik. Dari sela-sela kerumunan, dia lagi 
melambai-lambai ke  arah saya. 

   

  Karena  kurang yakin, saya nengok ke arah belakang, jangan-jangan dia lagi 
melambai ke  orang lain. Tapi di belakang saya ga ada orang. Saya nengok lagi 
ke Taufik dia  udah sibuk lagi dengan orang yang mengerumuninya. Daripada 
bingung sendiri, saya  melanjutkan langkah ke arah toilet. Tiba-tiba Taufik 
berteriak lagi:  

   

  "Budiman!  Tunggu, mau kemane lu buru-buru?" Sambil berkata begitu, dia 
meninggalkan semua  orang di sekitarnya. Lalu menyalami saya dengan senyum 
lebarnya yang khas itu.  

   

  "Hebat lu  Pik sekarang. Bangga banget gue sama lu." Kata saya. Dia ga 
menanggapi ucapan  saya. Dia cuma bilang;

   

  "Gue dari  atas panggung tadi udah ngeliat elo tapi baru sempet nyamperin lu 
sekarang.  Pakabar Bud, gimana kantor?"

   

  Karena  kita memang bukan teman, arah pembicaraan cuma basa basi doang 
isinya. Abis  bingung mau ngomong apa lagi? Ga punya bahan. Lalu kami ilang 
kontak lagi.  

   

  Ketemu  sama Taufik selalu dalam keadaan begitu. Saya jadi penonton dan dia 
jadi orang  panggungnya. Tapi yang membuat saya terharu dia selalu menyapa 
saya. Kadang dari  atas panggung, dia sempet2in tereak pake mike; 

   

  "Selamat  dateng buat Budiman Hakim, jangan ngebir kebanyakan ntar mabok lu!" 
Hehehehe  Taufik emang orang baik.

   

  Ketemu  lagi sama Taufik di pembukaan Kafe baru di jalan Melawai. Kafe itu 
pengelolanya  Adee Reena anak Hotline. Karena diundang ya terpaksalah ke sana. 
Dan itu pertama  kali ketemu Taufik pas dia datang sebagai tamu. Bukan di 
panggung (eh sok tau ya  gue? Siapa tau dia abis main di lantai lain. Soalnya 
tempat ini ada 4 lantai.  Ada kafe, resto, disko dan apalagi gitu). 

   

  Di sini  saya punya kesempatan ngomong agak panjang dengannya. Yang aneh dia 
ngomong  gini;" Bud. Kebetulan gue ketemu elo. Gue mau kasih kartu nama gue 
yang baru."  Sambil menyodorkan kartu nama. 

   

  Saya  heran bukan main ngeliat kartu namanya. Belom sempet nanya, dia udah  
ngejawab.

   

  Taufik ;"  Iya Bud. Gue sekarang jadi pemandi jenazah. Kalo ada keluarga elo  
atau temen-temen lu yang meninggal, panggil gue aja Biar gue yang memandikan  
jenazahnya." 

   

  "Lu punya  berapa pemandi jenazah?" Tanya saya.

  "Cuma  gue." Katanya manteb.

  "Berapa  biaya per jenazah?" Saya tanya lagi.

  "Hahahaha Budiman mangkin gila! Ngomong lu kayak kita  lagi bisnis jenazah 
aja." Jawabnya tertawa terbahak-bahak mengguncang-guncangkan  perutnya yang 
membusung. 

  "Eh gue  serius. Sekali mandiin jenazah berapa?"

  "Gratis!"  Sahut dia.

  "Gratis?  Sinting lu. Masa bisnis begitu?"

  "Ini  bukan bisnis. Tapi tabungan gue ke yang di atas. Kita ga bole  mikirin 
dunia melulu. Takutnya pas dipanggil Tuhan tabungan kite belom cukup.  Makanya 
jasa gue ini gratis." 

   

  Tiba-tiba  bir yang saya minum rasanya jadi ga enak. Pait! Bau-bau ampas 
neraka kayaknya.  Saya taro bir di meja bar. Beberapa kali Bar Tender tanya 
saya, mau minum  apalagi, saya menolak. Saya ga mau minum lagi. Udah 
kebanyakan.  

   

  Taufik  umurnya hampir sama dengan saya. Tapi dia udah mikir jauh banget ke 
depan. Dia  yang selalu keliatan konyol kok bisa-bisanya punya pikiran begitu? 
Sedangkan  saya? Udah berapa taon saya tersesat di kegelapan malam kayak gini?  

   

  Tadi  malam Taufik Savalas meninggal. Entah siapa yang memandikan jenazahnya. 
Dan saya  meneteskan airmata. Saya memang bukan orang yang gampang menumpahkan 
airmata  tapi saya rela meneteskan airmata lebih banyak lagi. Karena saya tau, 
Taufik itu  orang baik. 

   

   


   


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~  
This mailing list is  to put up our PSAs to the world. 
This list will  not save the world. What is said on this list 
will not move the world an  inch- if you want that, 
get out and push.  Also, this is a safe space for  people 
with common sense, and an unsafe space for people without.  
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
 


-  Scanned for viruses by MessageLabs on behalf of Tesco Corporation -

-  Scanned for viruses by MessageLabs on behalf of Tesco Corporation -


Widya Ismadi (ITA)
  0811 257 417
  
Account Executive
  Client Service Dept
One|Comm brand activator 
Jln. Gandaria VIII / 2, Jakarta, Indonesia 12130
  Phone (021) 72800025, 72796149 Ext 117
  Fax (021) 72796046
   

       
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware 
protection. 

Kirim email ke