Refleksi: Sesuai hasil konsultasi dengan ahli ilmu kejawean dikatakan kalau ada 
sampai banteng berteduh dibawah pohon beringin itu tanda malapetaka bagi 
penduduk desa. Sebabnya banteng snewen kemasukan iblis bin saytan yang senang 
berteduh di bawah pohon beringin. 

http://hariansib.com/2007/07/25/5000-kader-kuning-merah-meriahkan-kencan-ii-golkar-pdip/

Jul 25
5.000 Kader Kuning-Merah Meriahkan Kencan II Golkar-PDIP

Palembang (SIB)
Kencan kedua Partai Golkar dan PDIP digelar di Palembang, Sumsel. Massa kedua 
partai terbesar di Indonesia ini ikut memeriahkan acara. Mereka bergoyang 
dangdut. GOR Palembang di Jl POM IX pun didominasi warna kuning dan merah. 
Kader Golkar mengenakan kaos kuning bergambar pohon beringin. Kader PDIP 
mengenakan kaos merah bergambar Megawati Soekarnoputri. Umbul-umbul warna 
kuning dan merah dipasang berdampingan di stadion maupun sepanjang jalan menuju 
stadion.


Kencan dijadwalkan pukul 09.00 WIB, Selasa (24/7). Namun hingga pukul 10.00 
WIB, acara belum dimulai.
Sekitar 5.000 kader kedua partai yang sudah hadir disuguhi acara dangdutan 
secara live. Mereka pun bergoyang dengan antusias. Sekitar 60 personel polisi 
bersama satgas kedua partai berjaga-jaga di luar dan di dalam stadion.


Pertemuan silaturahmi Golkar-PDIP di Palembang ini dihadiri tokoh PDIP Taufiq 
Kiemas yang sudah berada di Palembang sejak Senin malam, dan tokoh Golkar Surya 
Paloh yang tiba di Palembang Selasa pagi. Kencan kedua ini merupakan kelanjutan 
dari kencan pertama di Medan, Sumut.


Menurut Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Alex Nurdin dan Ketua DPD PDIP Sumsel 
Edi Santana Putra, pertemuan ini tidak membicarakan agenda politik lokal, 
melainkan lebih membicarakan agenda nasional.
"Diharapkan silaturahmi ini tetap sama-sama menguntungkan PDIP dan Golkar. Kita 
ini tuan rumah yang memfasilitasi kegiatan yang merupakan agenda nasional," 
kata Edi saat ditemui di Kantor Walikota Palembang, Jl Merdeka.
Surya Paloh dan Taufiq Kiemas hadir
Tokoh Golkar Surya Paloh dan tokoh PDIP Taufiq Kiemas kembali hadir dalam 
kencan kedua PDIP dan Golkar di Palembang. Kedatangan mereka disambut atraksi 
barongsai.


Mereka tiba di GOR Palembang, Jl PON IX, Palembang, pukul 10.20 WIB, Selasa 
(24/7). Taufiq datang didampingi sejumlah fungsionaris PDIP seperti Pramono 
Anung, Tjahjo Kumolo, Panda Nababan dan Ketua DPD PDIP Sumsel Edy Santana Putra.


Yang menarik, jika para pendampingnya berjas merah khas PDIP, Taufiq justru 
mengenakan jas hitam. Dalam kesempatan ini, Surya Paloh pun tidak mengenakan 
jas kuning Golkar tapi berkemeja putih.


Surya Paloh datang didampingi Siswono Yudhohusodo dan Ketua DPD Partai Golkar 
Sumsel Alex Nurdin. Dari depan gedung, mereka masuk sambil diiringi atraksi 
barongsai.
Suasana di dalam GOR sudah penuh dengan simpatisan kedua partai lengkap dengan 
kaos kuning dan merah. Hingga pukul 11.00 WIB, panitia tengah mempersiapkan 
tempat untuk pidato politik Surya Paloh.


titik paling rendah


Pertemuan kebangsaan antara PDIP dan Partai Golkar berlangsung di Gelanggang 
Olahraga (GOR) Palembang dihadiri ribuan kader kedua partai yang mengenakan 
baju warna merah dan kuning dalam acara yang dipandu presenter Helmy Yahya.


Keterangan yang diterima di Press Room DPR/MPR Jakarta, Selasa menyebutkan, 
foto besar Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, Ketua Umum PDIP Megawati 
Soekarnoputri, Ketua Dewan Pensihat Golkar Surya Paloh dan Ketua Dewan 
Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufiq Kiemas alias TK, menjadi latar 
belakang panggung. Bendera kedua partai juga berkibar berdampingan di setiap 
sudut kota Palembang.
Sepanduk dan umbul-umbul berwarna merah dan kuning menghiasi kota empek-empek 
itu. Pada pertemuan ini, PDIP bertindak sebagai tuan rumah, sementara pimpinan 
dan para kader Golkar menjadi tamu. Sebelumnya, dalam pertemuan yang digelar di 
Medan pada 20 Juni, Partai Golkar bertindak sebagai tuan rumah.


Dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya di Medan, pertemuan di Palembang lebih 
meriah. Begitu masuk stadion, TK dan Surya Paloh disambut Tari Barongsai. 
Setelah orasi, TK dan Surya mengadakan pertemuan tertutup di hotel dengan para 
pimpinan daerah dan cabang kedua partai.


Meskipun Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla berharap agar pertemuan kedua partai 
tidak dilanjutkan kembali setelah Pertemuan Palembang, TK dan Surya Paloh akan 
jalan terus.


Dalam waktu dekat, kedua tokoh akan menadakan pertemuan dengan kelompok tani 
dan nelayan di Jawa Barat dan akhir Desember 2007 akan melakukan pertemuan 
serupa di Jatim.
Di hadapan massa kuning-merah berjuah ribuan itu Taufik Kiemas dan Surya Paloh 
menyampaikan orasi politik secara bergantian. Kedua tokoh berpengaruh di PDI-P 
dan Golkar itu didampingi para pengurus pusat partai masing-masing.


Surya Paloh mengatakan popularitas partai politik saat ini berada pada titik 
paling rendah di antara lembaga-lembaga yang tidak popular, termasuk parlemen. 
Eksistensi partai politik saat ini, kata bos Metro TV itu, berada dalam lampu 
kuning, karena partai politik belum mampu memenuhi harapan rakyat.
"Bahaya bagi kehidupan bangsa ini ke depan adalah bila partai-partai semakin 
terpinggirkan dan semakin tidak dipercaya," katanya.
Bila kekuatan ekstraparlemen lebih kuat dan berpengaruh dari kekuatan parlemen. 
Bila ini terjadi, maka partai politik berada dalam bahaya. Karena itu Golkar 
dan PDIP berpandangan bahwa situasi ini harus diatasi bersama-sama," kata Surya 
Paloh.


Menanggapi pro dan kontra yang menyertai silaturahmi kedua partai, Surya 
mengemukakan, terlepas dari pro dan kontra yang muncul, silaturahmi adalah awal 
dari sebuah keinginan besar Golkar dan PDIP untuk memulai sebuah gerakan 
moralitas.


"Gerakan moralitas bangsa yang harus dipelopori oleh para elite di tubuh 
partai. Apakah pertemuan kedua partai ini untuk menyongsong Pemilu 2009, kita 
tidak membantahnya juga tidak membenarkannya. Biarkan ini berproses, yang pasti 
kita akan menghadapi Pemilu 2009," kata Surya Paloh.
Menurut dia, Golkar dan PDIP bisa bersatu karena sama-sama prihatin atas 
kondisi bangsa. Saat ini, telah terjadi pergeseran komitmen kebangsaan dan 
telah terjadi erosi nasionalisme.
Taufiq Kiemas menekankan perlunya kedua partai untuk menjalin komunikasi dalam 
rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dikatakannya, menciptakan 
stabilitas politik merupakan suatu keharusan agar bangsa ini bisa membangun.
Dia menegaskan, tidak mungkin bangsa ini bisa membangun perekonomian jika tidak 
ditopang oleh stabilitas politik. Silaturahmi PDIP dengan Golkar dalam rangka 
menciptakan stabilitas politik.
Suami mantan Presiden Megawati itu kembali menekankan, jika stabilitas politik 
tercipta, pemerintah tinggal membangun perekonomian nasional. Stabilitas 
politik, juga memungkinkan pemerintah untuk menegakkan hukum tanpa tebang 
pilih. (detikcom/Ant

Kirim email ke