Dear All,

Aku pernah beberapa bulan kerja di KL. Alhamdulillah aku gak
diperlakukan demikian. Menurut saya, sebelum org lain menghargai diri
kita & bangsa kita, kita harus dpt menghargai diri & bangsa kt
sendiri.

How ? spt yg diulas oleh bpk dibawah, kt harus meningkatkan value
kita. salah satunya dgn pendidikan & skill yg kt miliki.

On 7/27/07, Lisman Manurung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Masyarakat Malaysia memperoleh kesan bahwa bangsa
> Indonesia itu bangsa babu,kuli atau manusia kelas dua
> lah. Di mana-mana, kalau anda berkelana di sana, yang
> namanya tukang kebon, pekerja bangunan di jalan-jalan
> raya, buruh bersih-bersih di hotel-hotel adalah warga
> Indonesia. Istilah Indon adalah kata untuk menjadi
> julukan manusia bermartabat rendah, yang datang dari
> Indonesia ke Malaysia untuk bekerja.
>
> Tetapi menurut mereka bukan mereka saja yang
> memperlakukan indon-indon itu secara tidak
> bermartabat. Orang Indonesia, kata mereka
> memperlakukan dengan cara yang kurang beradab. Perlu
> bukti? Pergilah ke kawasan Kedubes RI di KL, yang
> berlokasi di belakang/hotel Marriot itu. Di bagian
> kiri gedung KBRI ada semacam akses ke belakang gedung.
> Mungkin tadinya semacam tempat parkir mobil-mobil
> KBRI. Di sana ada loket urusan perpanjangan
> paspor/visa. Namun yang ironi, tidak ada ruang tamu
> bagi mereka. Mereka antri berhari-hari karena yang
> ngurus cuma 8 orang. Mereka dipanggang terik matahari,
> atau diguyur hujan menunggu petugas memanggil dirinya.
> Tidak aneh kalau mereka buka baju dan menruh bajunya
> di atas kepala, menahan panas, duduk seperti
> menunggang kuda pada rangkaian kursi panjang.
> Wanitanya? sami-mawon.
>
> Jadi, jika penduduk Malaysia ada yang memperlakukan
> indon-indon ini agak keterlaluan, itu karena mereka
> melihat kita juga memiliki semacam kasta.
>
> Jadi, jangan heran jika terjadi kasus pemerkosaan,
> pelecehan dan seperti demikian itu.
>
> Oleh sebab itu, pertama, janganlah semata-mata kita
> mencemooh apa yang dilakukan oleh orang-orang itu
> terhadap indon-indon itu. Kitapun perlu menilai diri
> ini, apakah kita sudah berlaku layak?
>
> Kedua, perlu ada rumusan masalah yang jelas di meja
> para pemerintah, apa yang perlu kita lakukan 5 tahun
> ke depan sehubungan dengan masalah ini. Misalnya,
> tahun 2010 TKI kita komposisinya menjadi SLTP: 20 %
> SLTA: 30 % D-III: 35 % S-1/S-2: 15 %.
>
> Kemudian 2015: Tidak ada lagi TKI yang tidak terdidik,
> atau minimal D-III.
>
> Pertanyaannya: Sudahkah ada perasaan malu yang mana
> perasaan petinggi-petinggi kita bahwa putri-putri
> (angkat) merekalah yang  diperlakukan tak
> senonoh...noh...noh ini.
>
>
>
>
>
> --- Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> >
> http://www.sinarharapan.co.id/berita/0707/25/sh09.html
> >
> >
> >
> > Majikan Perkosa TKW dengan Seizin Istri
> >
> >
> >
> > Batam - Seorang majikan di Malaysia bernama Bkr Nzr
> > (26) dengan seizin istrinya, tujuh kali memerkosa
> > SRL, tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang
> > berusia 18 tahun. "Pertama kali saya diperkosa 27
> > April 2007 sekitar pukul 09.00 waktu Malaysia dengan
> > sepengetahuan Marl, istri Bkr," kata SRL, TKW asal
> > Pati, Jawa Tengah, di gedung penampungan sementara
> > Dinsos Batam, Selasa (24/7).
> >
> >
> > Ia mengatakan, pertama kali dipaksa melayani berahi
> > majikan lelaki sewaktu Marl menyuruh mengambilkan
> > "pampers" (popok) untuk bayi perempuannya yang
> > berusia sembilan bulan.
> >
> >
> > Majikannya yang perempuan minta popok diantar ke
> > dalam kamar. Permintaan itu sempat ditolak SRL
> > karena suami Marl saat itu dalam keadaan setengah
> > telanjang, tetapi Marl berkeras menyuruh mengantar
> > pampers ke dalam kamar.
> >
> >
> > Ternyata, sesaat setelah SRL di dalam kamar, majikan
> > perempuannya langsung keluar dan mengunci pintu dari
> > luar. "Saya tidak dapat melakukan perlawanan. Bila
> > menolak keinginannya diancam akan dibunuh," katanya.
> >
> >
> > Perlakuan seperti itu berulang di rumah majikan yang
> > beralamat di Jalan Taman Murni, Batu Pahat,
> > Malaysia, namun istri Bkr, kata SRL, tidak pernah
> > membela atau mencegah suaminya. "Selain dipaksa
> > melayani keinginan seks, majikan lelaki tak
> > segan-segan memukul saya dengan rotan," katanya.
> >
> >
> > Di hari pertama diperkosa, ia harus melayani
> > sebanyak tiga kali. Pertama pada pukul 09.00, kedua
> > pukul 13.00 dan ketiga kalinya sekitar pukul 16.00.
> > "Selebihnya saya tidak tahu persis tanggal dan
> > harinya. Seingat saya sebanyak tujuh kali," katanya.
> > (a
> >
>
>
>
>
> ____________________________________________________________________________________
> Luggage? GPS? Comic books?
> Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
> http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz
>


-- 
- Irwan -

Kirim email ke