Betul sekali pak Manurung, saya sudah sering sekali menyaksikan betapa bangsa kita disana sangat diremehkan, dulu saya sering main golf di Kuala Lumpur dan banyak caddy yg berasal dari Indonesia, saya biasanya selalu minta caddy dari Indon, lalu komentar mereka adalah " caddy indonesia itu sering mencuri bola bu " lalu dipertengahan lapangan banyak orang2 kita yg sedang duduk ngaso (mrk pekerja2 pemotong rumput ) caddy2 malay selalu berkata " tuh coba tengok, mereka sangat malas, mereka menunggu bola yg OB lalu dicuri dan dijual, bukan main bangsa indon ini, datang ke malay hanya utk merusak" si caddy agak malu setelah saya bilang " saya pun orang indon, dan saya sedih bangsa saya hrs datang ke malay utk cari makan" Pemerintah kita memang tidak punya harga diri, tidak perduli kalau rakyatnya terlihat bodoh dan hopeless diluar negri, kedutaan2/wakil2 Indon. diluar tidak berfungsi secara max. utk mengayomi kebutuhan rakyatnya, dulu di Washington DC ruang tunggu utk urusan passport dll terletak diluar disamping gedung, dan hanya ada sebuah jok mobil yg tersedia, (betul2 jok mobil yg dikeluarkan dari mobil bekas) saya bersama temen2 (org2 amrik) pergi kesana, teman2 saya ngakak ketika kami hrs duduk berdempeten diatas jok mobil ini, memalukan sekali! disamping dulu staff nya pun tidak begitu membantu, mereka tidak ramah, padahal saya selalu membanggakan bangsa saya sebagai bangsa yg paling ramah didunia, sangat kontradiktif. 2 thn yg lalu, barulah ada perubahan yg lebih manusiawi, ruang tunggu sudah dalam ruangan kaca dilengkapi oleh kursi yg layak dan ber AC, dan ada formulir survey ttg kualitas service dari Council, staff nya pun cukup ramah. Masalahnya adalah pemerintah kita tidak punya standard ! mereka tidak perduli, kalau pemerintah tidak menghargai rakyatnya, mana mungkin bangsa lain akan segan terhadap kita? ini sangat ironik, dan tak akan berubah dalam waktu yg sangat panjang... salam omie
Lisman Manurung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Masyarakat Malaysia memperoleh kesan bahwa bangsa Indonesia itu bangsa babu,kuli atau manusia kelas dua lah. Di mana-mana, kalau anda berkelana di sana, yang namanya tukang kebon, pekerja bangunan di jalan-jalan raya, buruh bersih-bersih di hotel-hotel adalah warga Indonesia. Istilah Indon adalah kata untuk menjadi julukan manusia bermartabat rendah, yang datang dari Indonesia ke Malaysia untuk bekerja. Tetapi menurut mereka bukan mereka saja yang memperlakukan indon-indon itu secara tidak bermartabat. Orang Indonesia, kata mereka memperlakukan dengan cara yang kurang beradab. Perlu bukti? Pergilah ke kawasan Kedubes RI di KL, yang berlokasi di belakang/hotel Marriot itu. Di bagian kiri gedung KBRI ada semacam akses ke belakang gedung. Mungkin tadinya semacam tempat parkir mobil-mobil KBRI. Di sana ada loket urusan perpanjangan paspor/visa. Namun yang ironi, tidak ada ruang tamu bagi mereka. Mereka antri berhari-hari karena yang ngurus cuma 8 orang. Mereka dipanggang terik matahari, atau diguyur hujan menunggu petugas memanggil dirinya. Tidak aneh kalau mereka buka baju dan menruh bajunya di atas kepala, menahan panas, duduk seperti menunggang kuda pada rangkaian kursi panjang. Wanitanya? sami-mawon. Jadi, jika penduduk Malaysia ada yang memperlakukan indon-indon ini agak keterlaluan, itu karena mereka melihat kita juga memiliki semacam kasta. Jadi, jangan heran jika terjadi kasus pemerkosaan, pelecehan dan seperti demikian itu. Oleh sebab itu, pertama, janganlah semata-mata kita mencemooh apa yang dilakukan oleh orang-orang itu terhadap indon-indon itu. Kitapun perlu menilai diri ini, apakah kita sudah berlaku layak? Kedua, perlu ada rumusan masalah yang jelas di meja para pemerintah, apa yang perlu kita lakukan 5 tahun ke depan sehubungan dengan masalah ini. Misalnya, tahun 2010 TKI kita komposisinya menjadi SLTP: 20 % SLTA: 30 % D-III: 35 % S-1/S-2: 15 %. Kemudian 2015: Tidak ada lagi TKI yang tidak terdidik, atau minimal D-III. Pertanyaannya: Sudahkah ada perasaan malu yang mana perasaan petinggi-petinggi kita bahwa putri-putri (angkat) merekalah yang diperlakukan tak senonoh...noh...noh ini. --- Sunny wrote: > http://www.sinarharapan.co.id/berita/0707/25/sh09.html > > > > Majikan Perkosa TKW dengan Seizin Istri > > > > Batam - Seorang majikan di Malaysia bernama Bkr Nzr > (26) dengan seizin istrinya, tujuh kali memerkosa > SRL, tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang > berusia 18 tahun. "Pertama kali saya diperkosa 27 > April 2007 sekitar pukul 09.00 waktu Malaysia dengan > sepengetahuan Marl, istri Bkr," kata SRL, TKW asal > Pati, Jawa Tengah, di gedung penampungan sementara > Dinsos Batam, Selasa (24/7). > > > Ia mengatakan, pertama kali dipaksa melayani berahi > majikan lelaki sewaktu Marl menyuruh mengambilkan > "pampers" (popok) untuk bayi perempuannya yang > berusia sembilan bulan. > > > Majikannya yang perempuan minta popok diantar ke > dalam kamar. Permintaan itu sempat ditolak SRL > karena suami Marl saat itu dalam keadaan setengah > telanjang, tetapi Marl berkeras menyuruh mengantar > pampers ke dalam kamar. > > > Ternyata, sesaat setelah SRL di dalam kamar, majikan > perempuannya langsung keluar dan mengunci pintu dari > luar. "Saya tidak dapat melakukan perlawanan. Bila > menolak keinginannya diancam akan dibunuh," katanya. > > > Perlakuan seperti itu berulang di rumah majikan yang > beralamat di Jalan Taman Murni, Batu Pahat, > Malaysia, namun istri Bkr, kata SRL, tidak pernah > membela atau mencegah suaminya. "Selain dipaksa > melayani keinginan seks, majikan lelaki tak > segan-segan memukul saya dengan rotan," katanya. > > > Di hari pertama diperkosa, ia harus melayani > sebanyak tiga kali. Pertama pada pukul 09.00, kedua > pukul 13.00 dan ketiga kalinya sekitar pukul 16.00. > "Selebihnya saya tidak tahu persis tanggal dan > harinya. Seingat saya sebanyak tujuh kali," katanya. > (a > ____________________________________________________________________________________ Luggage? GPS? Comic books? Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz Web: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ Klik: http://mediacare.blogspot.com atau www.mediacare.biz ==================== Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links --------------------------------- Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.
