Refleksi: Bila hutan alam Indonesia akan habis dalam waktu 15 tahun mendatang, berarti akan bisa menjadi padang tandus menuju padang pasir. Kedua padang tsb baik sekali untuk berternak unta. Unta dagingnya banyak kalau sembeli seekor bisa bin pesta satu desa dengan dagingnya.. Susu Unta bagus untuk mempertingggi gizi. Tetapi, yang lebih lebat dengan unta ialah dulukala pada waktu belum ada mercedes, volvo, Nisan, Toyota, etc para nabi naik unta. Jadi kalau dibiasakan diri dengan memakai unta ke tempat kerja akan memberikan arti teladan para nabi yang berguna bagi masyarakat di dunia maupun ke akhirat.
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/07/27/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY 15 Tahun Lagi Hutan Alam Indonesia Habis [JAKARTA] Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengingatkan, hutan alam yang ada di Indonesia akan habis hanya dalam waktu 15 tahun lagi. Karena itu perlu langkah cepat dan konkret dari pemerintah kalau tidak ingin hal itu terjadi. Misalnya dengan menyatakan darurat hutan alam dan menghentikan penebangan kayu, baik legal apalagi ilegal. Peringatan itu dikemukakan ketua umumnya, Saifullah Yusuf ketika menyimpulkan hasil diskusi bertajuk "Hutan Rusak, Siapa Bertanggungjawab?" yang digelar di Sekretariat GP Ansor, di Jakarta, Kamis (26/7). Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Chalid Muhammad juga hadir sebagai pembicara dalam diskusi itu. Chalid mengungkapkan, berdasarkan data Walhi, setiap tahunnya hutan alam yang musnah di Indonesia mencapai 2,7 juta hektare (ha). Angka itu sama dengan empat kali luas Pulau Bali. Atau untuk setiap menit kita kehilangan hutan lima kali lapangan sepakbola. Angka ini, katanya, diakui berbeda dengan versi Departemen Kehutanan yang menyebut musnahnya hutan sekitar 1,8 juta ha per tahun. Sedangkan angka versi FAO adalah 2,2 juta ha hutan per tahun. Namun yang perlu diperhatikan adalah jumlah hutan yang rusak yang setiap harinya terasa semakin cepat. Di Pulau Sumatera misalnya, diperkirakan lima tahun mendatang, hutan alam akan musnah. Di Kalimantan hal serupa akan terjadi sekitar 10 tahun lagi. Walhi juga mengungkapkan, sampai saat ini hutan alam yang sudah rusak dan bahkan musnah mencapai 72 persen. Dikatakan, Badan planologi Dephut justru memperkirakan pada 2004, hutan yang rusak mencapai 101,73 juta ha. Namun, lanjut dia, pada 2005, Dephut mengklaim hutan yang rusak hanya mencapai 59,17 juta ha. Dicontohkannya di Riau, hutan yang rusak lebih dari 2/3 dari hutan yang ada, yakni dari delapan juta hektare hutan, saat ini tinggal 1,3 juta hektare. [Y-3] -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 27/7/07
