http://www.antara.co.id/arc/2007/7/29/angka-perkawinan-warga-arab-dengan-asing-tinggi/

29/07/07 22:52

Angka Perkawinan Warga Arab dengan Asing Tinggi

Sana`a (ANTARA News) - Uni Emirat Arab (UAE) dan Arab Saudi adalah negara di 
kawasan Teluk yang memiliki angka tertinggi dalam jumlah pernikahan antara pria 
pribumi dan gadis asing. 

Penyebab utamanya adalah, pernikahan dengan gadis asing tidak perlu biaya 
mahal, termasuk untuk "gono-gini".

Pria pribumi yang menikahi gadis pribumi harus memiliki dana cukup besar untuk 
mas kawin yang mahal dan berbagai kebutuhan yang memberatkan.

Berbagai upaya untuk mengurangi pernikahan dengan gadis asing di kedua negara 
tersebut masih belum banyak hasilnya. 

Di UAE misalnya, dikenal "sunduq zawaj" (dana pernikahan) untuk membantu 
meringankan biaya bagi pria pribumi yang menikah dengan gadis pribumi.

Di Saudi juga terdapat sejumlah lembaga kebajikan untuk membantu pria setempat 
yang akan menikahi gadis pribumi, selain digalakkan nikah massal dengan 
semboyan "seribu hari cukup sehari".

Pihak berwenang di masing-masing negara juga menyerukan pentingnya campur 
tangan para wali gadis untuk meringankan biaya mas kawin. 

Namun, semua langkah itu tidak sepenuhnya berhasil, buktinya, jumlah pria yang 
menikahi gadis asing masih tinggi. 

Di Arab Saudi, Kementerian Dalam Negeri Saudi belum lama ini melaporkan bahwa 
setiap tahun rata-rata diterbitkan 6.600 izin resmi untuk pria Saudi yang 
menikahi gadis asing.Itu berarti, setiap hari diterbitkan 25 surat izin.

"Izin tersebut sesuai hasil penyeleksian tim khusus dan sesuai peraturan yang 
berlaku," kata laporan itu seperti dikutip harian Okaz, Saudi, Kamis (26/7).

Sebagian besar gadis asing yang dipersunting pria negeri kaya minyak itu 
berasal dari Suriah.

Sebagian dari pria Saudi yang mempersunting gadis asing itu telah memiliki 
istri pertama wanita pribumi. 

Kesulitan mendapatkan gadis pribumi untuk dijadikan istri kedua ditambah 
beratnya permintaan mas kawin, mendorong mereka mencari gadis asing sebagai 
istri kedua.(*)


Copyright © 2007 ANTARA

Kirim email ke