Sumber: http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&dn=20070729233216
DEPDIKNAS SELENGGARAKAN SIMPOSIUM NASIONAL
Oleh : Wilson Lalengke
29-Jul-2007, 23:32:16 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Pusat
Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan
(Balitbang), telah menyelenggarakan kegiatan Simposium Nasional Penelitian
Pendidikan bertempat di Aula hotel Bumikarsa Bidakara, Jakarta. Kegiatan yang
berlangsung sukses selama 2 hari, tanggal 25-26 Juli lalu, tersebut mengusung
tema Memanfaatkan hasil-hasil penelitian untuk mendukung tiga pilar kebijakan
pendidikan nasional, dengan penekanan pada pencapaian tiga tujuan simposium,
yakni memfasilitasi sumbangan hasil penelitian kepada perumusan bahan kajian,
memberi kesempatan bagi peneliti dan pemikir pendidikan untuk mempresentasekan
hasil penelitian dan ide inovasinya, dan mendokumentasikan hasil-hasil
penelitian.
Simposium Nasional yang menampilkan sekitar 60 makalah dan karya penelitian itu
diikuti oleh lebih kurang 600 peserta dari seluruh daerah di Indonesia, dari
Propinsi Nanggro Aceh Darussalam sampai Propinsi Papua. Para peserta umumnya
berasal dari kalangan praktisi pendidikan, terutama dari Perguruan Tinggi
negeri dan swasta di Indonesia, yang selama ini berkecimpung di bidang
penelitian, seperti dosen, peneliti, dan beberapa orang guru sekolah menengah.
Karena dari simposium ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pembenahan
arah kebijakan pendidikan, maka tidak heran jika kegiatan ini juga dihadiri
oleh banyak pejabat dan birokrat pendidikan, seperti kepala dinas propinsi dan
kota/kabupaten. Disamping itu terdapat juga peserta kalangan elit perguruan
tinggi seperti rektor, pembantu rektor, dekan fakultas, dan petinggi perguruan
tinggi lainnya.
Selama simposium, terlihat juga perwakilan dari beberapa lembaga non-pemerintah
dan luar negeri, antara lain perwakilan dari British Council Jakarta dan
beberapa LSM pendidikan. Selain pemakalah dari kalangan peneliti-peneliti dari
dalam negeri, ditampilkan juga beberapa pemakalah Indonesia dari luar negeri,
antara lain dari Thailand, Belanda, dan Jepang.
Menteri Pendidikan, Bambang Sudibyo, dalam arahannya saat membuka secara resmi
kegiatan simposium mengungkapkan bahwa amanatnya tersebut lebih bersifat kuliah
umum sehubungan karena beliau juga adalah dosen pengasuh mata kuliah metodologi
penelitian, sehingga ceramah mendiknas saat itu terkesan sebagai ulasan kuliah
tentang pentingnya penelitian dan bagaimana menumbuhkan kegemaran meneliti bagi
generasi bangsa Indonesia. Hambatan yang sering muncul dalam melakukan
penelitian adalah kemampuan menemukan judul atau persoalan yang akan menjadi
objek penelitian, demikian dikemukakan Sudibyo pada bagian sambutannya.
Padahal, lanjut beliau, begitu banyak hal yang bisa menjadi kajian dan sangat
perlu dilakukan penelitian. Misalnya, ketika wakil presiden Jusuf Kalla
mengatakan bahwa Ujian Nasional (UN) telah berhasil menurunkan kegemaran
tawuran antar siswa antar sekolah, maka sudah selayaknya asumsi sang wapres ini
dikaji kebenarannya melalui sebuah proses penelitian.
Demikian juga dengan kebijakan-kebijakan pendidikan yang lain seperti
peluncuran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang hingga kini belum dapat
diprediksi tingkat keberhasilannya. Untuk membantu pemerintah dan masyarakat,
dibutuhkan inisiatif para peneliti untuk memberikan masukan sebagai feed-back
kepada pemerintah terhadap kebijakan-kebijakan yang telah diberlakukan. Melalui
pola kerja seperti itu tentu akan sangat bermanfaat bila kajian-kajian
kebijakan ini juga disertai dengan analisa solusi-solusi yang sekiranya dapat
menjembatani persoalan yang masih tersisa di lapangan.
Satu hal yang unik dan dipandang sebagai suatu kemajuan bagi Depdiknas yakni
bahwa seluruh proses komunikasi dan publikasi kegiatan simposium ini hampir
seluruhnya dilakukan melalui sistim ICT (Information Communication Technology).
Mulai dari sosialisasi kegiatan yang ditayangkan pada website khusus untuk
kegiatan simposium, perekrutan pemakalah, pengundangan peserta, pengiriman
makalah, dan sebagainya dilakukan melalui internet, tanpa adanya surat-menyurat
konvensional. Mengingat kondisi Indonesia yang amat sulit secara geografis dan
keterbatasan sarana-prasrana ICT, terutama di daerah-daerah, terselenggaranya
kegiatan ini dengan baik dan diikuti oleh seluruh daerah merupakan sebuah
presetasi tersendiri bagi panitia secara khusus, dan dunia pendidikan secara
umum.
Profesor Dr. Soekartawi, sebagai wakil ketua panitia simposium yang menjadi
sosok utama dalam keberhasilan kegiatan ini merasa amat gembira karena susah
payah panitia mempersiapkan kegiatan ini sejak beberapa bulan lalu dapat
berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan Depdiknas. Sebagaimana
diketahui bahwa simposium nasional ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh
Depdiknas dan direncanakan untuk dilaksanakan setiap tahun dengan pemikiran
bahwa Indonesia butuh penelitian dan hasil-hasilnya demi pencapaian kemajuan
yang lebih efisien dan efektif. Untuk itu, bagi para peneliti dan peminat
bidang penelitian, berkaryalah sebanyak-banyaknya untuk bangsa dan negara
ini.***
Wilson Lalengke - Pekanbaru
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Email: [EMAIL PROTECTED]
Big News Today..!!! Let's see here:
www.kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let's see here www.kabarindonesia.com
---------------------------------
Hate storage limits? Get Yahoo! Mail with unlimited storage.