Ibu Emi: Dengan Pertanian Organik Tak Ada Lagi yang Terbuang
  
Ibu Emi hanya memiliki lahan tidak lebih dari seperempat hektar 
sawah. Dengan lahan sesempit itu, ia mengeluarkan biaya untuk pupuk 
TSP (Trisodium phosphate) dan Urea sedikitnya Rp 300.000. Dengan 
biaya sebesar ini, sawahnya hanya mampu menghasilkan tiga sampai 
empat karung beras. Setelah mengenal pertanian organik, ia kemudian 
beralih menjadi petani organik.

Empat tahun sudah Ibu Emi menjadi petani organik. Tiga tahun pertama 
dia masih menggunakan pupuk organik buatannya sendiri dengan biaya 
hanya Rp 50.000 untuk membayar tenaga pengolah pupuk. Dengan biaya 
tersebut, ia mendapatkan satu ton pupuk organik. Pada tahun keempat, 
ia tidak lagi menggunakan pupuk organik. Ia hanya menerapkan cara 
mengolah dan menanam secara organik. Kini hasil sawahnya tidak lagi 
tiga atau empat karung seperti sebelumnya, tetapi sudah meningkat 
menjadi tujuh karung.

Baca tulisan lengkapnya di blog kami:
http://ecosocrights.blogspot.com/

salam
yanti


Kirim email ke