Teologi yang Anda paparkan kok kayaknya lebih dekat ke konsep Survival of the Fittest-nya Charles Darwin yach?
Kalau anda bandingkan dengan Medina Charter, http://www.constitution.org/cons/medina/macharter.htm, yang merupakan konsep Islam yang paling awal dan konkret tentang kehidupan bernegara yang damai, termasuk dengan penganut agama yang lain, niscaya akan sangat jauh dibanding dengan persepsi Anda. So, jangan suka melakukan generalisasi, sebagaimana Anda tentu tidak mau digeneralisasi oleh pihak lain. Peace, --- In [email protected], "marthajan04" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau menurut saya, ajaran "Persaudaraan sesama islam" inilah yang > salah. Persaudaraan seharusnya bukan antar satu umat saja tapi > persaudaraan antar umat manusia seluruhnya. Yang benar dibela > walaupun bukan sesama umat dan yang salah disadarkan bukannya dibela > walaupun sesama islam. > > Tanpa sadar, "persaudaraan sesama islam" mengajarkan "permusuhan > diluar umat islam". > Lama2 kebiasaan bermusuhan ini akan menjadi bumerang, bila tidak ada > lagi musuh luar, akan mencari musuh didalam yang bukan segolongan. > Makanya, ketika musuh non islam sudah tidak bisa lagi dimusuhi, maka > jiwa bermusuhannya ini tidak akan puas nganggur. "gatal" istilah > kerennya. dicarilah musuh dalam kelompok. > islam shiah musuhan sama sunni. > muhamadiyah musuhan sama ahmadiyah. > Suatu saat kalau ini sudah bosan, atau salah satu sudah kalah/lenyap, > maka yang survivepun akan berantem lagi didalam. > > Jadi, ajaran "Persaudaraan dalam islam" itu adalah biang kerok > permusuhan dalam islam sendiri. Bukan persaudaraan yang didapat malah > kehancuran. > > mj
