22 SANDERA WARGA KOREA DI AFGANISTAN

Saat ini seluruh Rakyat Republik Korea meminta kepada seluruh umat Kristen
di Indonesia dan Seluruh umat Kristen di seluruh dunia untuk ikut mendoakan
22 sandra Kristen Korea yang disandra oleh kelompok Taliban di Afganistan.

Warga Afganistan yang sakit dan harus dioperasi dan ternyata tidak dapat
dilakukan operasinya di Afganistan sendiri, saat ini telah berhasil
dioperasi di Republik Korea dan tidak perlu membayar biaya operasi sama
sekali, tetapi kebaikan orang orang Kristen Korea ini bahkan dibalas dengan
air tuba. Kelompok Taliban telah menyandra 23
orang Kristen Korea, satu diantaranya telah ditembak mati dengan 10 peluru,
orang itu adalah seorang Pendeta dan Pemimpin kunjungan wisata ke
Afganistan, sekarang ini yang tersisa hanya 22 orang dalam keadaan tidak
amat sehat badannya, karena stress berat, sandra itu bahkan hanya akan
dibebaskan kalau 23 warga Taliban yang dipenjarakan oleh Amerika itu
dibebaskan.

Cobalah kita pikirkan dengan akal yang amat sehat, Amerika bukan Republik
Korea, Amerika berdaulat sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan Republik
Korea, mengapa warga Korea yang disandra? Mengapa mereka tidak menyandra
warga Amerika saja? Takut ya? Dan beraninya hanya kepada Warga Kristen Korea
yang sama sekali bukan Serdadu, bukan Politiker dan tidak tau menahu soal
urusan antara Taliban dan Amerika?

Seluruh keluarga dari sandra Kristen yang di Korea berpegang teguh kepada
ayat Alkitab yang tertulis di kitab Roma 12:19 yang demikian bunyinya:

"Saudara saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan,
tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu
adalah hakKU. AKUlah yang akan menuntut pembalasan, Firman Tuhan"

Warga Kristen Korea telah melakukan Firman Tuhan yang tertulis di kitab Roma
12:20 - 21:

"Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia
minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan
kebaikan!".

Betapa baiknya warga Kristen Korea yang telah berusaha membantu warga
Afganistan agar orang tersebut bisa selamat dari penyakitnya yang
tidak bisa disembuhkan di Afganistan sendiri dan telah dioperasi secara cuma
cuma di Korea, apakah itu tidak merupakan perbuatan baik? Tapi apa yang
dilakukan oleh Taliban yang di Afganistan, mereka bahkan menembak Pendeta
Korea dengan sepuluh peluru.

Presiden Korea pak Roh Moo Hyun telah menelpon Presiden Afganistan dan
menjelaskan kepada Presiden Afganistan, agar membersihkan kelompok Taliban
di negaranya sendiri, dan jangan membuat negara Afganistan itu menjadi ajang
acak acakan dari kelompok tertentu tersebut, seperti halnya yang pernah
terjadi di Indonesia.

Orang yang menamakan diri beragama tertentu itu, mereka tidak menerapkan
ajaran agamanya sendiri dengan sebaik baiknya, hal inilah yang amat
mencoreng keabsahan dari agamanya yang konon dikatakan merupakan agama yang
didektekan oleh Allah sendiri. Apakah Allah yang maha besar itu bisa
melakukan hal hal yang kurang bijak?

Lagipula bila Allah adalah Allah Yang Maha Kuasa mengapa Ia membutuhkan
pertolongan dari kebrutalan umat-Nya? Cobalah pikirkan sendiri. Allah itu
maha besar, maha suci dan tidak ada taranya, kita semua ini adalah seperti
debu saja, sekali saja ditiup oleh Allah atau disirami dengan air bah, kita
pasti akan mati semua.

Agama kebenaran yang sudah diketemukan kenyataannya pun berusaha mereka
rusak dan mereka selewengkan, terutama terjadi berkali kali di Indonesia,
hal ini harus kita waspadai bersama, kita harus kembali kepada BIBLE (BASIC
INFORMATION BEFORE LEAVING EARTH) yaitu Informasi Dasar Sebelum Meninggalkan
Bumi. Jadi kalau informasi dasarnya sudah dirusak, kalau informasi dasarnya
saja tidak kita fahami dengan betul, kemana jiwa kita akan pergi kalau sudah
meninggalkan jasad kita dan jasad kita sudah menjadi debu tidak bisa
bergerak dan tidak bisa berkutik sama sekali lagi?

Kirim email ke