Kepada Yth:
Koordinator Liputan Media Cetak/Elektronik
Perihal : Undangan Konferensi Pers
Dengan hormat,
FM 89,2 Utankayu bekerjasama dengan PT. Indocement
Tunggal Prakarsa Tbk.
menyelenggarakan Diskusi Publik:
Apa menariknya sandiwara radio di tengah serbuan acara
TV? Masihkah sandiwara radio didengar orang?
KBR68H mengundang Anda untuk hadir pada konferensi
pers peluncuran dan penyiaran sandiwara radio berjudul
Pelangi di Langit Glagah Wangi
produksi PT. Indocement Tunggal Prakarsa. Konferensi
berlangsung pada :
Hari/Tanggal : Rabu, 1 Agustus 2007
Tempat : Kedai Tempo,
Jalan Utankayu 68H Jakarta Timur.
Pukul : 13.00-14.00
wib
Narasumber :
Daniel Kundjono Adam (Indocement).
Haryoko (PH Cut2Cut).
Ferry Fadly (Pengisi suara sandiwara. Mantan pemeran
Brama Kumbara)
Pengantar :
Tahun 80-an adalah masa keemasan sandiwara radio. Ini
adalah menu favorit telinga masyarakat era itu. Radio
pun berlomba menyiarkan berbagai
cerita sandiwara, baik garapan sendiri maupun
produksi sanggar-sanggar cerita. Nagasasra Sabuk
Inten, Butir-butir Pasir di Laut, Saur Sepuh
adalah bererapa judul sandiwara radio yang menumental.
Namun, seiring dengan serbuan acara TV, sandiwara
radio mulai ditinggal orang.
Meski begitu, tradisi mendengar sandiwara radio tidak
sepenuhnya hilang. Radio memiliki kekuatan dan
keunikan sendiri yang tidak dimiliki oleh
media audiovisual. Untuk itu, setelah dua dekade
tenggelam, kini Indocement mengisi kembali tradisi
mendengar sandiwara radio.
Indocement menghadirkan sandiwara radio dengan judul
Pelangi di Atas Glagah Wangi. Seluruhnya ada 90
episode dengan durasi 30 menit
per episodenya. Produksi sandiwara dikerjakan Rumah
Produksi Cut 2 Cut dan disiarkan mulai 6 Agustus
hingga 11 Desember 2007 melalui
70 radio jaringan KBR68H yang ada di Pulau Jawa.
Di Jakarta, sandiwara ini mengudara di Radio Utankayu
89,2 FM dari Senin hingga Jumat pukul 18.30-19.00
wib. Harapannya, siaran acara
ini bisa menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat di
tengah serbuan acara-acara yang demikian memanjakan
mata dan telinga.
Kisah Pelangi di Atas Glagah Wangi diambil dari
cerita Babad Tanah Jawi, yakni sejarah naiknya
kerajaan Demak dan ambruknya Majapahit.
Meski begitu sandiwara ini mengetengahkan beragam
persoalan yang relevan dengan suasana kekinian. Para
tokoh uatama dalam sandiwara ini
antara lain Mpu Janardana, Endang Kusumadewi, Resi
Wiyasa dan Rake Hambulu. Secara keseluruhan, Pelangi
di Atas Glagah Wangi meramu cerita cinta,
kesetiaan, keteguhan sikap, pengorbanan dan
perjuangan. Cerita ini mengalir mengisi detik-detik
habisnya era kerajaan Syiwa-Budha dan hadirnya Islam
di tanah air.
Kontak konferensi pers : Dessy , 0218513386
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
http://searchmarketing.yahoo.com/