HARI ANAK. Secara nasional pemerintah menetapkan tanggal 23 Juli
sebagai hari anak. Hal tersebut tentu saja sebagai perwujudan peran
dalam berkewajiban melindungi warga negaranya yang masih anak-anak.
Kenapa tanggal tersebut harus diperingati? Bukankah setiap hari kita
juga harus mencantumkan anak sebagai bagian dari masyarakat. Tentunya
maksud penetapan tanggal tersebut adalah supaya gaung ANAK bergema ke
seluruh penjuru dan selalu mengingatkan kita untuk menyayanginya tidak
hanya pada hari itu saja. Kalau setiap hari ada Hari Anak yang harus
diperingati, kasihan dong nanti tidak jadi hal yang istimewa lagi.
Bagaimana pula anak dalam tataran masyarakat dusun?

Cobalah main Gowok Pos. Sebuah dusun di Desa Sengi, Kecamatan Dukun,
Kabupaten Magelang. Dusun ini terletak di lereng Merapi sebelah barat
daya (apabila pernah ke Gardu  Pandang Ketep, tataplah gunung Merapi,
di pojokan atas depan, ada beberapa dusun, disanalah letaknya) yang
juga merupakan daerah rawan bencana gunung meletus. Setahun silam
(April - Mei 2006) perempuan, anak-anak, dan orang-orangtua banyak
yang diungsikan di Tempat Penampungan Akhir Tanjung, Muntilan karena
Gunung Merapi menunjukkan tanda-tanda akan meletus.

Dusun Gowok Pos, secara rutin setiap tahun mengadakan ritual syukuran
atas berkahNya akan keberadaan, kesejahteraan, serta memanjatkan doa
agar seluruh dusun selamat. Pada setiap perayaan tersebut selalu
dimeriahkan dengan berbagai kesenian yang sudah menjadi roh hidupnya.
Ada 6 kesenian tradisional yang langgeng untuk dusun yang terdiri dari
465 jiwa tersebut.

Salah satu diantaranya perayaan adalah Aum  (Merti Dusun) yang awalnya
merupakan tradisi Hindu untuk penghormatan pada Dewa Wisnu, Syiwa, dan
Brahma. Pada perkembangannya mendapat pengaruh Islam. Aum bagi mereka
selalu diperingati pada hari Rabu Kliwon pertengahan bulan Rejeb.
Perayaan ini merupakan perayaan paling besar dibandingkan hari raya
yang lain. Warga yang merantau pada saat itu pulang. Kerabat dari jauh
pada hari itu juga berdatangan, demikian pula tetangga dusun
mengunjungi mereka untuk bersilaturahmi.

Pada saat Aum (perayaan ini disebut Aum-an) ada beberapa hal
dilangsungkan. Hari pertama (Selasa Wage) adalah bersih kubur
dilanjutkan penyembelihan lembu. Beberapa bagian vital dari hewan ini,
mata, ekor, telapak kaki, dimasukkan sebuah wadah dari bambu dan
sesepuh dusun berdoa untuk itu kemudian membawanya keliling dusun.
Pada hari kedua (Rabu Kliwon) masing-masing rumah warga masak menu
istimewa yang tiada duanya dalam setahun. Begitu tengah hari (selesai
shalat dhuhur) makanan tersebut sebagian dibawa ke rumah Pak Bayan /
Kepala Dusun setempat sekaligus berdoa syukur dan minta segala berkah
untuk hari depan. Saat seperti ini juga saat yang dirasa istimewa bagi
anak-anak. Para orangtua menyiapkan makanan yang disenangi oleh mereka
dan ditaruh disajikan khusus pula. Setelah doa-doa selesai, makanan
dibagikan merata pada semua warga. Kenduri anak-anak untuk anak-anak.

Malam harinya, kewajiban yang diselenggarakan adalah pagelaran wayang
kulit dimana lakonnya ditentukan dengan cara khusus pula. Tidak
sembarangan lakon digelar. Perlu sebuah "perjalanan" tertentu untuk
mendapatkan lakon setiap tahunnya.

Tahun ini, Auman diselenggarakan tanggal 31 Juli - 2 Agustus 2007.
Warga Gowok Pos bersama dengan Rumah Pelangi menggelar sebuah hajat
budaya bertajuk :

T L A T A H   B O C A H

hajatan yang ditujukan untuk peningkatan pemahaman seni tradisi bagi
pendidikan anak. TLATAH BOCAH (bhs. Indonesia: DUNIA ANAK) merupakan
saatnya anak menunjukkan perannya. Mereka lah yang mendekorasi arena
pentas dengan bahan-bahan alami yang ada di sekitarnya. Berbagai daun
dan batang pohon akan terlihat menyemarakkan tata panggung.

Pada tanggal 1 (Rabu) setelah kenduri selesai, diadakan sarasehan
"PERAN BUDAYA BAGI PENDIDIKAN ANAK" dimana pembicara terdiri dari:

1. Sitras Anjilin, Seniman (pimpinan padepokan seni Tjipta Boedaja -
Tutup Ngisor) seorang seniman seni tradisi di lingkungan Merapi

2. Susilo Nugroho (pelaku seni Yogyakarta). Beliau selain dikenal
sebagai salah seorang tokoh sebuah teater terkenal di Yogyakarta dan
dikenal luas pemirsa televisi akan perannya sebagai tokoh antagonis.

moderator:
 
Ismanto, pematung otodidak dan Kepala Suku Gadhung Mlati dari Merapi.

Mestinya peristiwa yang menarik ketika mereka bercerita tentang
pengaruh / peran budaya (lokal) terhadap perkembangan jiwa anak.

Acara selengkapnya dapat dilihat pada agenda di bawah ini :

A G E N D A    
H A J A T   B U D A Y A   
T L A T A H   B O C A H 
    
H A R I 
 J A M
  K E G I A T A N
    L O K A S I
       
Senin, 30 Juli '07
  09.00 - selesai   
     D E K O R A S I   K A M P U N G   &   A R E N A   P E N T A S
       Sepanjang Jalan Menuju Arena Hajat Budaya
       Halaman Rumah Wo Perti
      Halaman Rumah Bapak Prayit
        
        
Selasa, 31 Juli '07
  06.00 - 08.00 
     1. B E S R I K   M A K A M   &   T A H L I L Makam Dusun
     2. T A R U B   /   P E R S I A P A N Dusun
    Pragatan Lembu 
      
    3. P A S A N G   S E S A J I Seputar Dusun
        
        
Rabu, 1 Agustus '07

07.00 - 12.00
     1. S I L A T U R A H M I   A N T A R   K E R A B A T   &   W A R G
 A
            Rumah-rumah Warga
      
12.01 - 14.00
     2. K E N D U R I   D U S U N
            Rumah Pak Bayan / Kepala Dusun Gowok Pos (Bapak Martono)
      
14.01 - 15.00
     3. C A K A L E L E 
              Pelataran Rumah Wo Perti
      J a g a d   B o c a h   M e r a p i 
        Ngandong - Ngargomulyo - Dukun 
      
15.01 - 17.15 
    4. P E M B U K A A N   &   P R O S E S I
           Pelataran Rumah Wo Perti
            Pak Bayan / Kepala Dusun Gowok Pos ( Bapak Martono ) 
      
15.16 - 17.00
    5. S A R A S E H A N
         Pelataran Rumah Wo Perti
      PERAN BUDAYA DALAM PENDIDIKAN ANAK 
        Pembicara : 
            1.   S I T R A S   A N J I L I N 
                     Pimpinan Padepokan Tjipta Boedaja 
                     Tutup Ngisor - Sumber - Dukun 
            2.   S U S I L O   N U G R O H O 
                     Pelaku Seni 
                     Krapyak - Yogyakarta 
        Moderator : 
             I S M A N T O 
                     Pimpinan Teater Gadhung Mlati 
                     Pematung Batu Merapi 
                     Ngampel - Sengi - Dukun 
        Pembawa Acara : 
             Pemuda Gowok Pos & Rumah Pelangi 
      
20.00 - selesai 
    6. W A Y A N G   K U L I T
             Rumah Pak Bayan / Kepala Dusun Gowok Pos
        Dalang : Ki Abu Karsono   Bapak Martono
        Nglampu - Pucang Anom - Srumbung 
        
        
Kamis, 2 Agustus '07

07.00 - 10.00
 1. P e r s i a p a n 
      
10.01 - 11.00
 2. T O P E N G   I R E N G (Santri Mudho, Soka - Dukun)
                Arena 1, Pelataran Rumah Wo Perti
      
11.01 - 12.00
 3. W A R O K   B O C A H (Gowok Pos, Sengi - Dukun)
                      Arena 2, Pelataran Rumah Pak Prayit
      
12.01 - 13.00   I S T I R A H A T 
      
13.01 - 14.00
 4. D A Y A K   G R A S A K  (Bangun Budaya, Sumber - DUkun)
                      Arena 1, Pelataran Rumah Wo Perti 
      
14.01 - 15.00
 5. J A T I L A N (Turangga Arga Budaya, Braman - Dukung)
                      Arena 2, Pelataran Rumah Pak Prayit
      
15.01 - 16.00
 6. T A R I A N (Padepokan Seni Tjipta Boedaja, Tutup Ngisor - Dukun)
                      Arena 1, Pelataran Rumah Wo Perti
      
16.01 - 17.00
 7. M U S I K   R E O G   D H O D H O G (Anak Wayang Indonesia,
 Yogyakarta)
              Arena 2, Pelataran Rumah Pak Prayit
      
17.01 - 17.15
 8. P E N U T U P A N
             Arena 2, Pelataran Rumah Pak Prayit


Tertarik untuk datang? Mengapa tidak? Adalah hal mudah untuk mencapai
tempat itu.

Dari kota Muntilan 12km ke arah Merapi. Pertama-tama carilah Klenteng
Muntilan di perempatan Sayangan, kemudian meluncur ke arah Talun
sejauh 7 km. Setelah melewati Pasar Talun, ambil kiri menuju Gardu
Pandang Ketep. 1 km dari pasar Talun akan ditemui perempatan pasar
Soka, ambil yang lurus sejauh 4km sampai menemukan SDN Sengi 2 dan
Anda akan disambut sebuah hajat budaya yang menakjubkan, tidak akan
terulang dalam satu tahun ke depan.

Masih ragu dengan arah tersebut. Kami siapkan pula pemandu untuk
membimbing perjalanan, yakni: mas Yoko (0856 – 4394 7296)

Ingin tanya tentang acara sebelum sampai di lokasi, ada mas Rahmat
(0293 – 55 23 123) yang akan bercerita gagasan hajat budaya TLATAH
BOCAH.

Ada juga mas Kundori di 0815 – 6588 030, masih ada pula 0856 – 2863
883 yang tentu saja dengan senang hati memberikan info yang
dibutuhkan.

Pagi ini, teman-teman dari Sitimulyo, Piyungan, Bantul (+-50 km dari
Gowok Pos) sudah menyerbu Gowok Pos untuk membantu segalanya...

Sampai ketemu di hajat budaya TLATAH BOCAH...



-- 
hormat kami,


gunawan julianto
---------------------------------------------------------
RUMAH PELANGI merupakan komunitas nirlaba untuk generasi muda dan
mempunyai aktifitas  sosial budaya serta pengelolaan perpustakaan.

Kontak : Gunawan Julianto
telp.     : 0818 - 0272 3030


R U M A H   P E L A N G I
KERAGAMAN MEMPERKAYA NURANI

Apabila imel yang diterima dirasa mengganggu mohon beritahukan kepada
kami Rumah Pelangi.

       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

Kirim email ke