M A K L U M A T
  Dialog Lintas Generasi 23 Agustus 2007
  Dalam rangka rangkaian peringatan Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 
1945, dan sekaligus penguatan budaya Negarawan (sikap2 wawasan kebangsaan, 
demokrasi, kepemimpinan, cinta tanah air dan bela Negara) bagi generasi 
pengawal Proklamasi Indonesia Merdeka khususnya mengenang pembentukan Badan 
Keamanan Rakyat 23 Agustus 1945 di Jakarta, sesuai amanat Pasal-30 Bab XII 
tentang Pertahanan Negara Oendang Oendang Dasar 18 Agustus 1945, yang kemudian 
dikenang sebagai cikal bakal TNI, maka telah dijadwalkan :
  1.      Tema                    : Dialog Lintas Generasi, Bina Persatuan dan 
Kesatuan Bangsa
  2.      Judul                     : Serangan Umum Laskar Rakyat Medan Area 27 
Okt – 3 Nop 1946
  3.      Hari/Tanggal        : Kamis / 23 Agustus 2007, jam 10.00 s/d 15.00 wib
  4.      Tempat                 : Gedung Nusantara V, MPR RI, Senayan, Jakarta
  5.      Panel Pakar         : 
  a.      Mayor TNI (Purn) Oetarjo [ex KaStaf SubTer VII Tapanuli – SumTimSel]
  b.      Mayor TNI (Purn) Alwin Nurdin [ex KaStaf KoRes Laskar Rakyat Medan 
Area]
  c.      Prof Dr Ing K. Tunggul Sirait [Ka YPJ SubTer VII Tapanuli – SumTimSel]
  d.      Dr Ir Pandji R. Hadinoto, MH [Koordinator, Forum Komunikasi KERABAT 
45]
  e.      Dr Rusdhy Husein MHum [Sejarahwan UI]
  Sebagai catatan, Pemboekaan Oendang Oendang Dasar 18 Agustus 1945 yang antara 
lain menyatakan “Atas berkat rachmat Allah Jang Maha Koeasa dan dengan 
didorongkan oleh keinginan loehoer, soepaja berkehidoepan kebangsaan jang 
bebas, maka rakjat Indonesia menjatakan dengan ini kemerdekaannja”, adalah 
sungguh tepat untuk menegaskan awal situasi dan kondisi perjuangan politik dan 
militer Indonesia sejak 1 (satu) bulan kemuka dari tanggal 15 Agustus 1945 
(saat Jepang takluk kepada Sekutu) dimana terjadi kevakuman kekuasaan sehingga 
keberadaan BKR sejak 23 Agustus 1945 yang kemudian mempersenjatai diri melalui 
penguasaan persenjataan Jepang terkadang dengan kekerasan itu, secara nyata 
menghadapi 3 (tiga) kekuatan militer yakni Jepang, dan Sekutu yang terdiri dari 
Inggris dan Belanda. Awalan itu bermakna strategis sehingga berujung pengakuan 
kedaulatan 27 Desember 1949 oleh pemerintah Belanda dan pada tahun 1955 
Indonesia dipercaya memimpin Konperensi Asia Afrika di Bandung yang
 tersohor kemudian sebagai awal daripada gerakan politik non-blok dunia.
  Atas perhatian dan kehadiran anak bangsa Indonesia, tiada lain diucapkan 
terima kasih.
  Jakarta, 1 Agustus 2007
  Hormat kami,                                                                  
                               
  Dewan Perwakilan Daerah DKI Jakarta,               Koordinator, KERABAT 45,
   
  Ir Marwan Batubara, MSc                                        Dr Ir Pandji 
R. Hadinoto, MH
  eMail : [EMAIL PROTECTED] 
  .

       
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not web links. 

Kirim email ke