hmm,,

Pernah ada buletin atau apa gitu saya lupa bentuknya yang pasti dari salah
satu calon,, Kira2 isinya menselintir hadist "Baranng siapa segala sesuatu
dipegang bukan pada ahlinya, maka akan terjadi kehancuran" dan ditambahkan
dengan opini2 yang mendeskriditkan "lawan" satu nya lagi, dan disarankan
untuk milih calon yang "ahli".

Apa begitu termasuk ini => "*bila hal itu digunakan untuk untuk
menjelek-jelekkan calon lain, pelaku penghinaan akan dijerat dengan pasal
penghinaan dan menyudutkan calon lain, bukan atas penggunaan ayat-ayat kitab
suci dan hadisnya. "Idealnya, tim kampanye memang tidak menggunakan
ayat-ayat suci dan hadis," katanya*. (MZW"

On 8/1/07, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Refleksi: *Kalau  dalam pemilu pilkada pemakai dalil kitab suci kalah
> kepada saingannya yang tidak pakai dalil demikian, apakah berarti bahwa
> Seytan Bin Iblis lebih kuat ataukah Mahasegalakuasa tidak menghendaki?*
>
> KOMPAS
> *Rabu, 01 Agustus 2007*
> **
> **
>
>
> Kampanye Pilkada
> *Penggunaan Dalil Kitab Suci Sulit Dihindari*
>
> **
>
> *Jakarta, Kompas - Penggunaan ayat-ayat dalam kitab suci ataupun hadis
> serta pengerahan ulama dan tokoh agama dalam kampanye Pilkada Jakarta sulit
> dihindari. Namun, penggunaan ayat-ayat suci dan hadis tersebut dinilai dapat
> dibenarkan dalam kondisi tertentu. *
>
> *Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang juga mantan anggota Panitia
> Pengawas (Panwas) Pemilu 2004 Rozy Munir di Jakarta, Senin (30/7),
> mengatakan, sulit menentukan batas penggunaan dalil agama dalam kampanye
> sebagai bentuk politisasi atau memperalat agama. *
>
> *Jika penggunaan ayat dalam kitab suci atau hadis hanya sebatas penyebutan
> tanpa dijadikan alat pembenaran atas diri sendiri dan menyalahkan kandidat
> lain, hal itu diperbolehkan. *
>
> *"Ayat-ayat sucinya benar, namun karena kepentingannya berbeda, maka
> penafsirannya dapat berbeda pula," kata Rozy. *
>
> *Rozy menilai penggunaan ayat-ayat kitab suci dan hadis bukan karena
> kandidat tidak percaya diri atas kemampuan mereka. Namun, hal tersebut
> dilakukan hanya sebagai alat untuk membenarkan diri sendiri sebagai pihak
> yang lebih layak, pantas, dan benar dibandingkan yang lain. *
>
> *Menurut Rozy, Panwas Pilkada harus jeli dan bersikap tegas jika menemukan
> pelanggaran penggunaan ayat-ayat kitab suci maupun hadis yang digunakan
> untuk memojokkan kelompok lain. *
>
> *Secara terpisah, anggota Panwas Pilkada DKI Jakarta, Maghfur Ghazali,
> mengatakan, memang tidak ada aturan yang melarang penggunaan ayat-ayat dalam
> kitab suci maupun hadis dalam kampanye. *
>
> *Bila hal itu digunakan untuk untuk menjelek-jelekkan calon lain, pelaku
> penghinaan akan dijerat dengan pasal penghinaan dan menyudutkan calon lain,
> bukan atas penggunaan ayat-ayat kitab suci dan hadisnya. "Idealnya, tim
> kampanye memang tidak menggunakan ayat-ayat suci dan hadis," katanya*.
> (MZW
>
>  
>



-- 
==========================================================================
Ku Tahu Rizqi Ku Tak Mungkin Diambil Orang Lain Karenanya Aku Tenang.
Ku Tahu Amal Ku Tak Mungkin Di Kerjakan Orang Lain Karenanya Aku Sibukkan
Diri Untuk Beramal
Ku Tahu Ajal Ku Sudah Di Tentukan Karenanya Aku Persiapkan Diri Untuk
Bertemu Rabb Ku.
==========================================================================

Kirim email ke