Sesudah dibangun maka kita pecat semua pejabat, ganti semua yang baru, adili semua pejabat lama, baru bisa masukkan ke penjara. Lha baru mau mebangun penjaranya saja sudah akan timbul korupsi yang baru lagi, bagaimana.. ?? pusing nggak ? Siapa juga pejabat yang akan mengesahkan anggarannya ? Siapa juga pejabat yang akan membuat keputusan untuk membangun superblok penjara ? Bagaimana mekanisme penggantian pejabat yang sekian puluh juta orang ?
Jadi ?? bukan masalah perlu dan tidak perlu, tetapi solusinya tidak sederhana. Begitu maksud saya. Kalau ada yang punya strategi bisa disusun menjadi suatu makalah dan dibukukan untuk diusulkan kepada lembaga Negara, permasalahannya lagi lembaga Negara apa yang masih bisa dipercaya ? Silakan putar otak tapi jangan sampai nggak bisa tidur ya..!? Wassalam. On 7/31/07, Unik F sultan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau memang perlu, kenapa tidak? Kita bangun penjara yang luas dan > siap menerima para tikus dan penjahat penjahat itu untuk kurun waktu 1000 > tahun…Why not? Siapkan infrastrukturnya agar system lebih PD untuk > dijalankan…. > > > > Ayo, tegakkan hukum… > ------------------------------ > > *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *Al-Mahmud Abbas > *Sent:* Monday, July 30, 2007 6:43 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* Re: [mediacare] Pemberantasan Korupsi Seharusnya Dimulai dari > Atas > > > > Permasalahannya kalau hukum langsung diterapkan dengan tanpa pandang bulu > maka jangan-jangan harus membangun Perumahan penjara lebih dari program > pembuatan RSS. Jangan-jangan antar pejabat akan saling memasukkan pejabat > lain berikut karyawannya ke dalam penjara. > > Belum lagi para hakim dan jaksa pun tidak luput harus masuk penjara, lalu > jangan-jangan perlu menyewa hakim dari Singapore karena banyak hakim yang > ikut masuk penjara. > > > > Wallahu'alam bisawab > > > > On 7/30/07, *Sunny* <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Refleksi: *Ada** ucapan: "ikan mulai busuk dari kepalanya". Ucapan klasik > ini tidak keliru bila dilihat pada para petinggi NKRI, baik sipil maupun > militer di semua tingkat dan lapangan mulai dari pusat sampai ke > pelosok-pelosok negeri. Korupsi bukan saja dilakukan di lapangan duniawi > tetapi juga institusi surgawi dijadikan target. Ciri umum para petinggi > ini ialah fasih mempergunakan ilstilah-istilah bahasa illahi dan > ayat-ayatnya. Mereka selalu tidak absen pada ibadah agama untuk menunjukan > bahwa mereka satu dengan umat dalam iman. * > > > > > > http://www.gatra.com/artikel.php?id=106496 > > > > > > *Pemberantasan Korupsi Seharusnya Dimulai dari Atas* > > * > > Jakarta, 29 Juli 2007 12:50 > Mantan Komandan Puspom TNI, Mayjen (Purn) Syamsu Djalal mengatakan, > pemberantasan korupsi akan lebih efektif di Indonesia jika "perang melawan > korupsi" dilaksanakan sistematis dan pemberantasannya dimulai dari atas > terlebih dahulu, baru kemudian ke bawah. > > "Saya sependapat dengan pernyataan Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew, > bahwa pemberantasan korupsi seharusnya dimulai dari atas ke bawah," katanya, > di Jakarta, Minggu. > > Menurut Syamsu, pemberantasan korupsi itu harus merupakan sebuah gerakan > nasional, dan bukan jargon. > > Para pimpinan, masyarakat kalangan atas dan kaum berpendidikan yang harus > terlebih dahulu menunjukkan bahwa mereka memang antikorupsi dan memiliki > tekad bersama untuk memberantas korupsi. > > "Budaya masyarakat kita ini umumnya primordial paternalistik. Artinya, > dukungan pemberantasan korupsi itu akan datang dari golongan menengah dan > bawah jika golongan atasnya memiliki tekad memberantas praktek korupsi itu > terlebih dulu," katanya. > > Disebutkannya, pemberantasan korupsi yang sistematis akan membantu > stabilitas hukum dan perekonomian Indonesia. > > Ia juga menyatakan tekadnya untuk terus mengikuti seleksi pimpinan KPK > dengan tekad melakukan pemberantasan korupsi yang lebih sistematis dan lebih > keras. > > Setelah melakukan seleksi makalah, panitia seleksi (pansel) calon pimpinan > KPK belum lama ini menyebutkan jumlah keseluruhan yang berhak untuk > mengikuti "pshycological profile assessement" sebanyak 236 peserta. > > Menurut Syamsu, dirinya termasuk yang akan mengikuti "pshycological > profile assessement" itu. > > Belum lama ini, mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew dalam sebuah > diskusi yang diadakan oleh "Indonesia Forum" mengatakan korupsi harus > diberantas dari atas ke bawah (top down). > > "Untuk memberantas korupsi harus dimulai dari atas, lalu kalangan bawah > secara otomatis dapat bersih dari korupsi," katanya. > > Menurut Lee , untuk membangun perekonomian Indonesia sehingga dapat > mewujudkan cita-citanya masuk dalam kekuatan ekonomi dunia, Indonesia harus > menciptakan transparansi dalam masalah perpajakan, meningkatkan stabilitas > hukum, serta menciptakan kebijakan-kebijakan pemerintahan yang dapat menarik > para investor masuk. > > "Transparansi dan stabilitas hukum serta pemerintahan diperlukan dalam > rangka mempertahankan para investor ataupun mengundang masuk para investor," > ujar menteri senior Singapura itu. > > Ia mengatakan, yang paling penting adalah menciptakan sebuah sistem yang > tidak korup dan tunduk terhadap hukum. * > > *[TMA, Ant]* > > > > > __________ NOD32 2429 (20070730) Information __________ > > This message was checked by NOD32 antivirus system. > http://www.eset.com > > >
