Refleksi:  Kalau aurat ditutup bagaimana bisa dilihat kecantikannya?

http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=37830


Pamer Cantik Dunia Arab
(28 Jul 2007, 521 x , Komentar) 
DUNIA Arab memamerkan sisi kecantikannya dalam kontes Miss Arab World kedua di 
Kairo, Mesir, sejak Rabu lalu. Menurut panitia, 17 peserta wakil dari 14 negara 
Arab ikut dalam adu ratu ayu itu. Acara tersebut melengkapi Festival Ke-2 
Turisme Arab yang juga sedang berlangsung.Para juri terdiri atas pakar fashion, 
kecantikan, turisme, serta akademikus. Finalis dipilih dari sekitar 10.000 
peserta yang mendaftar lewat internet. Yang berhak menyandang mahkota bakal 
ditentukan Jumat malam (Sabtu pagi WIB). 

Tema acara tersebut adalah kecantikan dan nilai konservatif. Para peserta itu 
termasuk dari Mesir, Lebanon, Sudan, Palestina, Maroko, Bahrain, juga Irak yang 
sedang perang. Irak mengirim Mayada Hussein. 

Ghada Hassan, 19, gadis Arab Saudi, ikut tampil. Dia sedang belajar di akademi 
bisnis di Kairo. Ghada mengaku gadis Saudi pertama yang mengikuti kontes itu. 
Dia pun menunjukkan kegembiraannya dan perkembangannya kepada panitia. 

Tanpa mengenakan jilbab, dengan blus lengan pendek dan celana panjang, Ghada 
mengatakan kepada Xinhua bahwa keluarga dan kerabatnya menyatakan menentang, 
tetapi akhirnya bisa menerima.

Kontes Miss Arab World pertama diadakan di kota peristirahatan Sharm el-Sheikh 
pada 2006. Mahkota dikenakan kepada Nadia bin Fadla dari Tunisia, namun 
kemudian ditarik lagi karena dianggap tidak mematuhi aturan main.

Tentu saja, acara itu tak sepi dari kritik. Wafa Janahi, 23, kontestan dari 
Bahrain, sempat bimbang ketika kolomnis Jaffer Abbas menulis di Akhbar Al 
Khaleej bahwa keikutsertaannya merendahkan perempuan. Dia sempat memilih 
mundur, meskipun kemudian mengubah pikirannya. 

"Bukannya tak mungkin saya berangkat, mungkin, mungkin saya akan pergi. Saya 
ingin orang tahu saya pergi bukan untuk kecantikan, tapi untuk menunjukkan 
perempuan Bahrain berpendidikan dan berkebudayaan," katanya ketika memutuskan 
berangkat. 

Warna perang ikut memengaruhi kontes kecantikan itu. Pebisnis Lebanon Johnny 
Fadallah menuntut panitia penyelenggara di Mesir karena diduga membajak merek 
Miss Arab World. Dia mengklaim memiliki hak internasional dan merencanakan 
kontes Miss Arab World di Lebanon pada Desember 2006. Tapi, itu dibatalkan 
setelah Israel menyerang Lebanon. 

"Mereka memanfaatkan krisis di Lebanon sebagai kesempatan untuk mengambil 
untung," katanya kepada Gulf Daily News. (xinhua/gdn) 

Kirim email ke