Dear rekan-rekan, 
ini saya dapatkan dari milis, barangkali bisa dijadikan sebuah bahan untuk 
liputan investigasi bagi rekan-rekan wartawan yang ada di desk kriminal. 
Kebenaran berita semacam ini, sering kita dengar secara lisan, tapi mungkin 
bukti berupa fakta dan datanya sulit untuk dimiliki. 
Barangkali para wartawan bisa menguak "setan2" di kepolisian itu.

Trims,

Afnita




Ajeng Diba <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

  Asli serem banget klo memang polisi2 di negara kita seperti ini...
  Buat temen2 yang tau email detik tolong di forwardin sekalian..
  Biar bejatnya "POLISI" itu terkuat dan qta sebagai warga merasa aman lagi..
  Seharus nya tugas mereka sebagai penegak hukum bukan?? Tapi kenapa bisa 
seperti ini.. Gw bener2 gak habis fikir.. bisa2nya yaa..

  ----- Original Message ----- 
  From: suli 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Wednesday, August 01, 2007 3:25 PM
  Subject: [H W] (info) Hati2 kalo ada razia polisi


  klo bener gini parah juga yah keadaan negara kita... 
  dulu pernah dikasih tau juga seh, klo ada razia polisi kita cek dulu tangan 
si polisi apakah benar kosong atau tidak, terus yang kejadian di penjara kudu 
bayar ini itu udah pernah denger juga seh ceritanya..


  
=========================================================================================
  Sorry kalo sebelumnya dah ada yang pernah 
  posting. Gw dapet Fwd dari email. Jadi hanya sekedar sharing agar anda 
  lebih waspada. Peace ^^ 

  Mohon untuk dibaca walaupun hanya sekedar tahu, kalau nantinya ga mau peduli 
itu kembali ke diri kita masing2... 

  Dear Rekan sekalian, 

  Mungkin sebagian dari kita ada yg sudah tahu bahwa hukum di 
  Indonesia ini benar2 BIADAB. Bayangkan, semua bisa dibeli dengan 
  UANG.... 

  Kemarin tgl 29 Juli 2007, saya ingin menjenguk teman saya yg 
  katanya sudah 2bln ini msk penjara karena NARKOBA. Waktu bertemu dengan 
  dia, kondisinya sangat berubah. Badannya kurus sekali, matanya merah, 
  dan yang lebih tragis lagi dia seperti org kelaparan. 

  Dia cerita tentang kejadian yg menimpanya. Tgl 9 Juni 2007, Teman 
  saya ini pergi kedaerah kota untuk suatu keperluan. Sesampainya di 
  jalan ternyata ada razia polisi. Kebetulan dia yang bawa mobilnya dan 
  ada 1 teman lagi, jadi mereka berdua. Waktu pemeriksaan mereka berdua 
  disuruh keluar dari mobil, mobil mereka digeledah. Dan betapa kagetnya 
  teman saya itu waktu polisi memberitahu bahwa ada 2 butir ekstasi 
  dibawah jok depan. Padahal semua teman saya itu bukan pemakai. Mereka 
  juga tidak pernah pergi ke diskotik. Mereka meyakinkan polisi kalo itu 
  semua bukan milik mereka. Mereka bersedia untuk tes darah tapi 
  polisinya malah memarahi bahkan menampar kedua teman saya itu. Pada 
  saat teman2 saya tidak bisa apa2 lagi, polisi mengambil semua barang2 
  berharga teman saya itu ( Dompet, Jam, HP ). Yang lebih parahnya lagi 
  polisi itu menyuruh mereka untuk mengakui kalau Barang haram tersebut 
  milik mereka. Bersumpah dengan nama Tuhan pun kayanya sudah ga mempan, 
  akhirnya dengan pasrah teman2 saya itu mengiyakan semua perintah polisi 
  tersebut karena kalau tidak, mungkin mereka akan dianiaya terus. Teman2 
  saya itu kemudian di borgol lalu disuruh masuk ke mobil polisi 
  tersebut. Didalam mobil,polisi mulai nego harga dengan teman2 saya. 
  Mereka disuruh menyerahkan 2juta /org mlm itu jg, maka mereka akan 
  dilepaskan. Sewaktu teman2 saya mengiyakan permintaan mereka, TIM BUSER 
  dari SCTV datang, jadi perjanjian itu tidak jadi terlaksana. Dengan sok 
  gagah polisi2 itu dengan arogannya menarik teman2 saya itu kluar mobil 
  dan memberi penjelasan ke TIM BUSER tersebut kalau teman2 saya itu 
  adalah pemakai. Singkat cerita teman2 saya itu dibawa ke polres. Disana 
  mereka dikurung selama 1bln dan baru kamis tgl 26 Juli 2007 kemarin 
  mereka dipindahkan ke Rutan Salemba. Perlu diketahui juga, mereka 
  pindah ke Rutan pun harus bayar Rp 7.000.000 /org. Ternyata penderitaan 
  mereka blm selesai sampai disitu. Mereka blg kalau mereka mau bebas, 
  mereka hrs membayar Rp 90.000.000 / org kepada polisi tersebut dan 
  kasus mereka pun secara otomatis akan ditutup. Sungguh biadab sekali 
  moral2 org2 itu. Perlu diketahui jg kalau didalam rutan itu d ika sih 
  makan sehari 2x dan nasinya bukan putih warnanya tetapi kuning. Didalam 
  makanan tersebut sudah dicampur dengan bumbu supaya para napi akan 
  merasakan badannya lemas. Ditiap blok2 tahanan jg bebas. Mereka ada yg 
  memakai narkoba dan itu bisa terjadi bila mereka2 sang pengguna member 
  ika n uang sebagai uang tutup mulut kepada petugas2 tersebut. 

  Rekans, sewaktu saya dan teman2 saya ingin menjenguk pun tidak 
  kalah biadab nya para petugas2 tersebut. Dari pintu depan kita lapor 
  dan KTP kita ditaro, mereka minta uang administrasi Rp 5.000, trs 
  pindah loket utk taro HP karna disana kita ga blh bwh hp, kita byr lagi 
  Rp 5.000, msk pintu utk pemeriksaan badan pengunjung byr lg Rp 5.000. 
  Sampai lah kita pada pintu terakhir dimana kita bisa bertemu dengan 
  teman saya tersebut. Saya dan teman2 saya msk ke sebuah ruangan. Tapi 
  sebelum kami bertemu dengan teman2 kami tersebut, kami hrs membayar Rp 
  10.000 untuk ongkos panggil teman saya yg di sel. 10 menit berlalu tapi 
  teman kami tdk kunjung datang. Petugas gadungan itu dtg lagi dan 
  memberitahu kami bahwa teman kami tdk ada di sel. Petugas itu 
  menawarkan jasanya kembali, dia akan mencari teman2 kami bila kami 
  membayar lagi Rp 10.000. Akhirnya dengan perasaan kesal, kami ksh lagi 
  uang tersebut. Sumpah!!! keadaan di ruangan tersebut bnr2 menger ika n. 
  Kotor, sumpek, bau. Ternyata itulah ruangan pertemuan antara napi dan 
  penjenguk. Disana semua napi dan penjenguk bisa leluasa melakukan 
  adegan2 sronok. Ciuman bibir, pegang2 alat2 vital, mereka smua tdk malu 
  utk melakukan hal tersebut. Mungkin smua itu bentuk pelampiasan rasa 
  rindu antara si napi dan si penjenguk. Yang lebih parahnya lagi, bagi 
  para napi yg menerima tamu, mereka diwajibkan membayar uang Rp 50.000 
  ke petugas. Jadi setelah selesai bertemu dengan teman saya tersebut 
  mereka kami beri uang Rp 100.000 utk mereka msk lagi kedalam. Kalau 
  mereka tdk membayar, mereka akan dipukuli. Sungguh biadab nya negara 
  kita ini!!! 

  Perlu diketahui juga didepan pintu masuk tertulis " TIDAK DIPUNGUT BIAYA 
APAPUN". Tapi apa kenyataan nya??? 

  REKANS, TOLONG FORWARD BERITA INI AGAR SEMUA BISA MEMBACA DAN 
  SEMOGA JD PELAJARAN UNTUK KITA SEMUA UNTUK BERHATI2, TERUTAMA BAGI 
  KITA2 YG MENGGUNAKAN MOBIL DIMALAM HARI. KITA HRS BERHATI2 KALAU ADA 
  RAZIA. USAHAKAN SEWAKTU KITA DIPERIKSA, KITA MELIHAT TANGAN2 JAIL PARA 
  POLISI2 BIADAB TERSEBUT

  
---------------------------------------------------------------------------------------------
  +++++++++++++++++++ Scanned by our internal antivirus +++++++++++++++++++
  
---------------------------------------------------------------------------------------------
 




--------------------------------------------------------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos more. 

 
Afnita Sari
Jl. Boulevar Raya Blok M
Kelapa Gading Permai
Jakarta Utara 14240
Phone  +62 21 453 1101 ext. 616
Fax      +62 21 453 3433


Attachment: nc3=4776370
Description: Binary data

Kirim email ke