---------- Forwarded message ----------
From: irma haryadi <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 1 Aug 2007 07:04:42 -0700 (PDT)
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Fw:  DOG WITH UNIFORM
To: Suhartono Sanjoto <[EMAIL PROTECTED]>, widi astuti
<[EMAIL PROTECTED]>, adji <[EMAIL PROTECTED]>, Erna
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], pipi
haryadi <[EMAIL PROTECTED]>, Wahyu Haryoseno Haryadi
<[EMAIL PROTECTED]>, Toni Junus <[EMAIL PROTECTED]>, lutfi
mubarak <[EMAIL PROTECTED]>, stevy widya marentek
<[EMAIL PROTECTED]>

Subject: [sastraundip] DOG WITH UNIFORM

 From: hilmy_wanamulya@ mhi.co.jp

To: [EMAIL PROTECTED] .com

Sent: Wed, 01 Aug 2007 08:56:06 +0700

Subject: DOG WITH UNIFORM



----- Forwarded by Jhon Hendriansyah/ TTG/APP on

07/31/2007 03:06 PM -----



Mohon untuk dibaca walaupun hanya sekedar tahu, kalau

nantinya ga mau

peduli itu kembali ke diri kita masing2...



Dear rekan sekalian,



Mungkin sebagian dari kita ada yg sudah tahu bahwa

hukum di Indonesia ini

benar2 BIADAB. Bayangkan, semua bisa dibeli dengan

UANG....



Kemarin tgl 29 Juli 2007, saya ingin menjenguk teman

saya yg katanya sudah

2 bln ini msk penjara karena NARKOBA. Waktu bertemu

dengan dia, kondisinya

sangat berubah. Badannya kurus sekali, matanya merah,

dan yang lebih tragis

lagi dia seperti org kelaparan.



Dia cerita tentang kejadian yg menimpanya. Tgl 9 Juni

2007, teman saya ini

pergi ke daerah Kota untuk suatu keperluan.

Sesampainya di jalan ternyata

ada razia polisi. Kebetulan dia yang bawa mobilnya dan

ada 1 teman lagi,

jadi mereka berdua. Waktu pemeriksaan mereka berdua

disuruh keluar dari

mobil, mobil mereka digeledah. Dan betapa kagetnya

teman saya itu waktu

polisi memberitahu bahwa ada 2 butir ekstasi di bawah

jok depan. Padahal

semua teman saya itu bukan pemakai. Mereka juga tidak

pernah pergi ke

diskotik. Mereka meyakinkan polisi kalo itu semua

bukan milik mereka.

Mereka bersedia untuk tes darah tapi polisinya malah

memarahi bahkan

menampar kedua teman saya itu.



Pada saat teman2 saya tidak bisa apa2 lagi, polisi

mengambil semua barang2

berharga teman saya itu (dompet, jam, HP). Yang lebih

parahnya lagi polisi

itu menyuruh mereka untuk mengakui kalau barang haram

tersebut milik

mereka. Bersumpah dengan nama Tuhan pun kayanya sudah

ga mempan, akhirnya

dengan pasrah teman2 saya itu mengiyakan semua

perintah polisi tersebut

karena kalau tidak, mungkin mereka akan dianiaya

terus. Teman2 saya itu

kemudian diborgol lalu disuruh masuk ke mobil polisi

tersebut. Di dalam

mobil, polisi mulai nego harga dengan teman2 saya.

Mereka disuruh

menyerahkan 2juta /org mlm itu jg, maka mereka akan

dilepaskan. Sewaktu

teman2 saya mengiyakan permintaan mereka, TIM BUSER

dari SCTV datang, jadi

perjanjian itu tidak jadi terlaksana. Dengan sok gagah

polisi2 itu dengan

arogannya menarik teman2 saya itu keluar mobil dan

memberi penjelasan ke

TIM BUSER tersebut kalau teman2 saya itu adalah

pemakai.



Singkat cerita teman2 saya itu dibawa ke Polres. Di

sana mereka dikurung

selama 1 bln dan baru Kamis tgl 26 Juli 2007 kemarin

mereka dipindahkan ke

Rutan Salemba. Perlu diketahui juga, mereka pindah ke

Rutan pun harus bayar

Rp 7.000.000 /org. Ternyata penderitaan mereka blm

selesai sampai di situ.

Mereka blg kalau mereka mau bebas, mereka hrs membayar

Rp 90.000.000 / org

kepada polisi tersebut dan kasus mereka pun secara

otomatis akan ditutup.

Sungguh biadab sekali moral2 org2 itu. Perlu diketahui

jg kalau di dalam

rutan itu dikasih makan sehari 2x dan nasinya bukan

putih warnanya tetapi

kuning. Di dalam makanan tersebut sudah dicampur

dengan bumbu supaya para

napi akan merasakan badannya lemas. Ditiap blok2

tahanan jg bebas. Mereka

ada yg memakai narkoba dan itu bisa terjadi bila

mereka2 sang pengguna

memberikan uang sebagai uang tutup mulut kepada

petugas2 tersebut.



Rekans, sewaktu saya dan teman2 saya ingin menjenguk

pun tidak kalah

biadabnya para petugas2 tersebut. Dari pintu depan

kita lapor dan KTP kita

ditaro, mereka minta uang administrasi Rp 5.000, trs

pindah loket utk taro

HP karna di sana kita ga blh bwh HP, kita byr lagi Rp

5.000, msk pintu utk

pemeriksaan badan pengunjung byr lg Rp 5.000.

Sampailah kita pada pintu

terakhir di mana kita bisa bertemu dengan teman saya

tersebut. Saya dan

teman2 saya msk ke sebuah ruangan. Tapi sebelum kami

bertemu dengan teman2

kami tersebut, kami hrs membayar Rp 10.000 untuk

ongkos panggil teman saya

yg di sel. 10 menit berlalu tapi teman kami tdk

kunjung datang. Petugas

gadungan itu dtg lagi dan memberitahu kami bahwa teman

kami tdk ada di sel.

Petugas itu menawarkan jasanya kembali, dia akan

mencari teman2 kami bila

kami membayar lagi Rp 10.000. Akhirnya dengan perasaan

kesal, kami ksh lagi

uang tersebut. Sumpah!!! Keadaan di ruangan tersebut

bnr2 mengerikan.

Kotor, sumpek, bau. Ternyata itulah ruangan pertemuan

antara napi dan

penjenguk. Di sana semua napi dan penjenguk bisa

leluasa melakukan adegan2

seronok. Ciuman bibir, pegang2 alat2 vital, mereka

semua tdk malu utk

melakukan hal tersebut. Mungkin smua itu bentuk

pelampiasan rasa rindu

antara si napi dan si penjenguk. Yang lebih parahnya

lagi, bagi para napi

yg menerima tamu, mereka diwajibkan membayar uang Rp

50.000 ke petugas.

Jadi setelah selesai bertemu dengan teman saya

tersebut mereka kami beri

uang Rp 100.000 utk mereka msk lagi ke dalam. Kalau

mereka tdk membayar,

mereka akan dipukuli. Sungguh biadabnya negara kita

ini!!!



Perlu diketahui juga di depan pintu masuk tertulis "

TIDAK DIPUNGUT BIAYA

APAPUN". Tapi apa kenyataannya? ??



REKANS, TOLONG FORWARD BERITA INI AGAR SEMUA BISA

MEMBACA DAN SEMOGA JD

PELAJARAN UNTUK KITA SEMUA UNTUK BERHATI2, TERUTAMA

BAGI KITA2 YG

MENGGUNAKAN MOBIL DI MALAM HARI. KITA HRS BERHATI2

KALAU ADA RAZIA.

USAHAKAN SEWAKTU KITA DIPERIKSA, KITA MELIHAT TANGAN2

JAIL PARA POLISI2

BIADAB

TERSEBUT.

Kirim email ke