Eyang Danar,

'Kemajuan'/keberhasilan di dunia adalah janji Allah pada siapapun yang
berusaha dengan sungguh" & sejalan dengan Sunnatullah (atau Hukum
Alam dalam term umum)..

Siapa yang menghendaki 'pahala' (hasil) di dunia, niscaya akan
mendapatkannya..
asal sungguh" & dilakukan dengan benar.. Termasuk juga 'pahala' akhirat..
Pahala (dunia) di sini ya contohnya seperti yang Eyang Danar tuliskan itu..
keteraturan, kesejahteraan, dsb..

Bukankah banyak negara" yang kaya dari hasil 'menghisap' kekayaan
negara lain.. Lihat saja negara" di Afrika.. termasuk Indonesia..
Kekayaan alam melimpah, tetapi yang kaya justru asing.. :-(
 3. Ali 'Imran
145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah,
sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki
pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang
siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala
akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang
bersyukur.

Tantangannya memang, bagaimana mewujudkan 'pahala' dunia ini..  agar
membanggakan & tidak menjadikan senjata untuk 'menghina' suatu kaum..

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On 8/3/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, Andy
> Wicaksana
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Danar,
> >
> > Memang benar bahwa orang-orang negara maju banyak yang igoner
> >terhadap agama mereka. Tapi, tentukan dulu definisi kemajuan.
> > Banyak rekan kerja saya yang tingkat kemakmurannya tinggi, namun
> >sebagian besar dari mereka keluarganya hancur. Apakah hal itu juga
> >bisa dibilang kemajuan ?
>
> Sudah pernah ke Swiss, Liechtenstein, Monacco, nak? Lihat saja
> sendiri apa artinya maju. Teratur rapui, korupsi relatif rendah,
> perataan kemakmuran, good governance. mendefinisikan kemajuan kok
> repot? itu kan kasat mata? Indonesia dan jerman maju mana? jawab
> sendiri ya nak? Bingung?
>
> makmur dan keluarga hgancur kan bisa jalan sejajar, lihat bambang,
> lihat Tommy. gak usah repot repot!
>
> >
> > Mengenai ketidakmajuan Inodnesia adalah akibat dari taktik pecah-
> >belah Belanda. Selama beratus tahun kita diajarkan untuk
> >menghianati bangsa sendiri demi mencapai keuntungan semata.
> >Rupanya, cara itu berkembang baik, karena sampai sekarang, banyak
> >warga kita yang hanya mementingkan diri sendiri, terlebih lagi para
> >you know who di Indonesia.
>
> Kok Belanda lagi Belanda lagi to? kamu kan belum lahir saat itu,
> nak. Ratusan tahun sebelum walanda datang, kita jaya, zaman
> Majapahit, Sriwijaya dsb, gak ada sisanya ya?
>
> Kegoblokan di Porong, Sidoardjo itu apa ya nirui Belanda? Bung Karno
> memerdekana negri malang ini karena bueenciii sama belanda. masa
> beilauw niru Belanda? Lha bapakmu apa ya niru Belanda? kakekmu juga?
>
> Banyak lho oramng seperti kamu, yang belum lahir dizaman Belanda,
> tetapi sudah ngawur, jadi memang aslinya ngawur. Gitu lho nak.
>

Kirim email ke