Diakui atau tidak kemajuan sebuah bangsa amat sangat berbanding lurus dengan cara pikir/pola pikir, kekompakan melihat masalah dan kekompakan dalam menyelesaikannya serta didukung oleh cara menyelesaikan masalah yang sistematis strategis dan konvergen serta komprehensif, tidak melebar dan meluas "ngambrah-ambrah" seperti penyelesaian berbagai masalah di Indonesia (lantaran kebanyakan interest dan kecurigaan serta saling mencurangi). KENAPA memiliki kelebihan itu ?? karena kepribadian bangsanya terbentuk dengan baik sehingga memiliki kredibilitas tinggi, tidak pengin diberi kemudahan, semuanya berjalan sesuai sistem, tidak mudah nyember yang bukan haknya, tidak gampang makan yang bukan miliknya, menghormati sesama warga, menghormati hukum sebagai aturan bersama yang harus diikuti tanpa kecuali. Wawasan mereka lebih luas, memahami permasalahan dengan kacamata universal, bisa memisahkan mana masalah individu/privat dan mana masalah publik/sosial..dst..dsb...dll.....dlsbgnya... yang semuanya itu tidak berlawanan dengan ajaran agama apapun (SIAPA MAU NAMBAH ?)
BAGAIMANA MEMPEROLEHnya ? Tentu saja dengan pendidikan menyeluruh, baik secara formal di sekolah yang sudah memiliki standard, memiliki tenaga guru dan dosen yang punya pola pikir yang luas juga (tidak otoriter dan text book) dengan kurikulum yang fleksible (tidak sok kaku dan seragam tetapi setiap ganti menteri ganti bahan), maupun pendidikan sosial masyarakat dan keluarga yang solid dan sinkron. Tidak seperti di Indonesia, disekolah diajarkan Pancasila tetapi dibirokrasi dilihat banyak korupsi dan kelicikan, dimasyarakat banyak ditunjukkan kekerasan yang dilegalkan maupun yang direstui oleh aliran tertentu, dilingkar politik banyak 'cakar-cakaran' untuk menggemukkan diri bukan mengefektifkan diri merelevansikan dengan kebutuhan masyarakat. Wassalam. On 8/3/07, IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Eyang Danar, > > 'Kemajuan'/keberhasilan di dunia adalah janji Allah pada siapapun yang > berusaha dengan sungguh" & sejalan dengan Sunnatullah (atau Hukum > Alam dalam term umum).. > > Siapa yang menghendaki 'pahala' (hasil) di dunia, niscaya akan > mendapatkannya.. > asal sungguh" & dilakukan dengan benar.. Termasuk juga 'pahala' akhirat.. > Pahala (dunia) di sini ya contohnya seperti yang Eyang Danar tuliskan > itu.. > keteraturan, kesejahteraan, dsb.. > > Bukankah banyak negara" yang kaya dari hasil 'menghisap' kekayaan > negara lain.. Lihat saja negara" di Afrika.. termasuk Indonesia.. > Kekayaan alam melimpah, tetapi yang kaya justru asing.. :-( > 3. Ali 'Imran > 145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, > sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki > pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang > siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala > akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang > bersyukur. > > Tantangannya memang, bagaimana mewujudkan 'pahala' dunia ini.. agar > membanggakan & tidak menjadikan senjata untuk 'menghina' suatu kaum.. > > CMIIW.. > > Wassalam, > > Irwan.K > > On 8/3/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, Andy > > Wicaksana > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Danar, > > > > > > Memang benar bahwa orang-orang negara maju banyak yang igoner > > >terhadap agama mereka. Tapi, tentukan dulu definisi kemajuan. > > > Banyak rekan kerja saya yang tingkat kemakmurannya tinggi, namun > > >sebagian besar dari mereka keluarganya hancur. Apakah hal itu juga > > >bisa dibilang kemajuan ? > > > > Sudah pernah ke Swiss, Liechtenstein, Monacco, nak? Lihat saja > > sendiri apa artinya maju. Teratur rapui, korupsi relatif rendah, > > perataan kemakmuran, good governance. mendefinisikan kemajuan kok > > repot? itu kan kasat mata? Indonesia dan jerman maju mana? jawab > > sendiri ya nak? Bingung? > > > > makmur dan keluarga hgancur kan bisa jalan sejajar, lihat bambang, > > lihat Tommy. gak usah repot repot! > > > > > > > > Mengenai ketidakmajuan Inodnesia adalah akibat dari taktik pecah- > > >belah Belanda. Selama beratus tahun kita diajarkan untuk > > >menghianati bangsa sendiri demi mencapai keuntungan semata. > > >Rupanya, cara itu berkembang baik, karena sampai sekarang, banyak > > >warga kita yang hanya mementingkan diri sendiri, terlebih lagi para > > >you know who di Indonesia. > > > > Kok Belanda lagi Belanda lagi to? kamu kan belum lahir saat itu, > > nak. Ratusan tahun sebelum walanda datang, kita jaya, zaman > > Majapahit, Sriwijaya dsb, gak ada sisanya ya? > > > > Kegoblokan di Porong, Sidoardjo itu apa ya nirui Belanda? Bung Karno > > memerdekana negri malang ini karena bueenciii sama belanda. masa > > beilauw niru Belanda? Lha bapakmu apa ya niru Belanda? kakekmu juga? > > > > Banyak lho oramng seperti kamu, yang belum lahir dizaman Belanda, > > tetapi sudah ngawur, jadi memang aslinya ngawur. Gitu lho nak. > > > > >
