Bina Kebangsaan atau Nasionalisme memang diawali dengan yang berciri 
"dogmatis", tiada lain supaya jelas "ingredient" nya, dari sana dapat diperoleh 
"tafsir" yang jauh dari "kebingungan", seperti yang telah dilakukan oleh Komisi 
II DPRD Kota Pakanbaru sbb :
   
  PAKTA KEBANGSAAN
   
  Dalam rangka peringatan 62 tahun Kemerdekaan Negara Bangsa Indonesia, kami 
yang bertandatangan dibawah ini meneguhkan sikap diri sebagai kader-kader 
bangsa Indonesia, sebagai berikut :
   
   
  VISI
  Pancasila dan Pembukaan Undang Undang Dasar 1945
   
  MISI
  Yang ke-1 : Bertekad turut serta mengawal “9” (sembilan) Pusaka Indonesia 
yaitu (1) Bendera Sang Saka Merah Putih, (2) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika, (3) 
Soempah Pemoeda 1928, (4) Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, (5) Pancasila, (6) 
Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945, (7) Undang-Undang Dasar 1945, (8) 
Wawasan Nusantara NKRI, (9) Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai Kejuangan 45, 
berikut nilai-nilai luhur budaya nusantara yang adiluhung seperti kearifan 
lokal, nilai-nilai gotong royong, musyawarah mufakat, budi pekerti, dan lain 
sebagainya. [Acuan : Halaman 69 Prosiding Ikatan Cendekiawan Demokrat Indonesia 
45, Diskusi Publik Jiwa Semangat Nilai Nilai Kejuangan 45 Roh Kenegarawanan, 19 
Desember 2005]
  Yang ke-2 : Bertekad turut serta mewaspadai “7” (tujuh) unsur-unsur Ketahanan 
Bangsa yaitu (1) Kehidupan Keagamaan tidak Rawan, (2) Kehidupan Ideologis tidak 
Retak, (3) Kehidupan Politis tidak Resah, (4) Kehidupan Ekonomis tidak Ganas, 
(5) Kehidupan Sosial Budaya tidak Pudar, (6) Kehidupan HanKamNas tidak Lengah, 
(7) Kehidupan Ekologis tidak Gersang. [Acuan : Halaman 126, Pancasila Menjawab 
Globalisasi, R. Soeprapto, ISBN 979-96772-2-X, 2004] 
  Dan yang ke-“3” : Bertekad turut serta menumbuhkembangkan jiwa, semangat, 
nilai-nilai sikap Kepemimpinan Kebangsaan 45 yakni 4 (empat) sikap yang 
“demokratis, transparan dan terbuka, rasional, efisien dan efektif” dan 5 
(lima) sikap yakni “Satia Haprabu (setia kepada Negara), Haniaken musuh 
(mengeliminir musuh yaitu disintegrasi), Tan Sa-tresna (setia kepada semua 
tanpa pilih kasih), Hing palagan hamungkasi (menyelesaikan tiap tugas 
perjuangan/pemba-ngunan sampai tuntas), dan Gineung Pratidina (setiap hari 
melatih diri, berolah jiwa, berolah pikiran dan berolahraga)”. [Acuan : Halaman 
120 Materi Pendukung Pembudayaan Jiwa, Semangat Dan Nilai-nilai Kejuangan 45, 
DHN45, 2005, tentang “Kepemimpinan Kebangsaan Yang Mampu Mengemban Cita-cita 
Proklamasi 17 Agustus 1945”, DR H Roeslan Abdulgani] 
   
  Tema Program
  Bertekad turut serta membangun Negara bangsa dan karakter anak bangsa 
Indonesia menuju kemampuan bangsa dan Negara Indonesia yang Merdeka, Bersatu, 
Berdaulat untuk mencapai kerakyatan yang Adil dan Makmur.
  Jakarta, 3 Agustus 2007
   
  Komisi II, Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Pakanbaru,
   
   
  H. SLAMET NASRON      SURATINY SULESDIANINGRUM      UMRAH HM THAIB
  …………………………       ………………………………….             ………………………………….
  F - PAN                                       F - DEMOKRAT                    
             F - PPP
   
   
  EL JUFRI                         AYAT CAHYADI                                
H. HARIS JUMADI
  ………………………..        ………………………………….                ………………………………….
  F – P. GOLKAR                F - PKS                                          
  F - PKS
   
   
   
   
  Mengetahui/Menyaksikan,
  Forum Komunikasi KERABAT 45
   
   
  Dr Ir Pandji R. Hadinoto, MH
  Koordinator Nasional
  [KaDep Politik & Hukum, DHN Kejuangan 45]
  

merry_magdalena <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Nasionalisme kita masih dogmatis. Jadi jangan heran kalo orang
Indonesia berpotensi banyak lari ke LN. 
Wawancara eksklusif dengan pemenang Technopreneur Award 2007, Arif
Witarto.Klik aja http://www.netsains.com

www.netsains.com
Siapa Bilang Sains Tidak Menarik?



         

       
---------------------------------
Luggage? GPS? Comic books? 
Check out fitting  gifts for grads at Yahoo! Search.

Kirim email ke