Membaca tulisan P AA ini, saya jadi ingin
mempertanyakan kenapa Umat Syiah Iraq ini
dalam 'kebangtkitannya ' yg kedua sama sekali
nggak ada terima kasihnya pada AS yg suka
atau tidak suka ' membebaskan' Iraq dr
kekuasaan Alm P Sadham Husein ?
Kalau faksi nya Sadr yg dibina Iran terus melakukan
serangan dan pembunuhan thd tentara pendudukan
AS, memang bisa dimengerti karena kalau enggak
bisa kehilangan dukungan Iran , tapi faksi2 lainnya
yg justru pernah menyesalkan Presiden Bush Sr yg
cepat2 menarik pulang tentara AS sebelum 'ngeberesin'
Alm P SH itu, kok juga nggak ada dukungan dan terima
kasihnya pada AS ?
Mestinya memang drpd blunder terus , tentaranya banyak
yg mati duit keluar banyak sekali, tapi nggak ada
penghargaan pada AS , kayaknya AS akan menarik tentaranya
dan kmd bisa dilihat hasil kebangkitan Syiah ini selanjutnya...
Salam , martin - jkt
----- Original Message ----
From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, August 3, 2007 2:44:16 AM
Subject: [mediacare] Kebangkitan Syiah
REPUBLIKA
Kamis, 02
Agustus 2007
Kebangkitan Syiah
Oleh : Azyumardi Azra
Kekerasan terus berlanjut di Irak; baik antara
kekuatan perlawanan pendudukan terhadap pasukan Amerika Serikat dan
sekutu-sekutunya, maupun di antara kelompok-kelompok masyarakat Irak sendiri.
Dan yang paling mencolok tentu saja adalah kekerasan di antara kaum Suni dan
Syiah. Kekerasan yang tidak jelas kapan berakhir itu telah mencabik-cabik
kawasan yang pernah menjadi salah satu pusat peradaban tertua umat manusia dan
juga pusat kemajuan peradaban Islam pada abad pertengahan.
Di tengah konflik itu ada kalangan dan bahkan
sarjana yang melihat terjadinya kebangkitan Syiah, dalam konteks ini di Irak.
Inilah yang menjadi tajuk buku Seyyed Vali Reza Nasr, The Shi'a Revival: How
Conflict within Islam Will Shape the Future (New York: WW Norton, 2006).
Edisi Indonesia buku ini yang diterbitkan Diwan segera beredar awal Agustus
2007, sehingga para pembaca di Tanah Air dapat menikmatinya.
Apa sesungguhnya 'kebangkitan Syiah' itu? Jelas,
kebangkitan itu kini terkait dengan Irak pasca-Saddam Hussein dijatuhkan
pasukan
AS dan sekutu-sekutunya. Tumbangnya kekuasaan Saddam Hussein yang dipandang
merepresentasikan kaum Suni dalam perspektif ini adalah 'kebangkitan Syiah'
setelah berpuluh tahun berada di bawah kekuasaan Suni yang merupakan kelompok
minoritas di Irak.
Jika argumen tentang 'kebangkitan Syiah' di Irak
pasca-Saddam Hussein bisa diterima, hemat saya, dalam konteks Dunia Syi'ah, ini
merupakan 'kebangkitan kedua Syiah'. Kebangkitan pertama terjadi dengan
keberhasilan Revolusi Islam Iran pimpinan Ayatullah Ruhullah Khomeini pada
1979.
Tetapi, berbeda dengan 'kebangkitan kedua Syiah' di Irak yang terjadi dalam
konteks persaingan kekuasaan dengan kaum Suni, sebaliknya 'kebangkitan pertama
Syiah' terjadi dalam pergumulan di antara kaum Syiah sendiri, dalam hal ini
antara Ayatullah Khomeini versus penguasa Iran Syiah, Syah Reza Pahlevi, yang
didukung AS.
Terlepas dari perbedaan semacam ini, satu hal
menarik adalah kebangkitan itu berkaitan dengan faktor Amerika. Dalam konteks
Iran, AS yang mati-matian membela Syah Reza Pahlevi gagal menghentikan
keberhasilan Revolusi Ayatullah Khomeini. Berikutan dengan 'kebangkitan pertama
Syiah' tersebut, upaya untuk penyebaran Syiah secara global ke negara-negara
Muslim lainnya --termasuk Indonesia-- berlangsung dengan intens. Walaupun
hasilnya dalam pengamatan saya tidaklah sebesar yang diharapkan kalangan Syiah
sendiri, yang berusaha memanfaatkan momentum keberhasilan Revolusi Ayatullah
Khomeini untuk penyebaran Syiah di luar wilayah-wilayah yang selama ini
merupakan kawasan mayoritas Suni.
Kebangkitan kedua Syiah di Irak sekarang ini,
menurut argumen Nasr, pertama, berkaitan dengan tumbangnya kekuasaan Suni yang
dipegang Presiden Saddam Hussein. Bahkan, Seyyed Vali Nasr mengklaim,
tumbangnya
Saddam Hussein menghasilkan terbentuknya apa yang dia sebut sebagai 'negara
Syiah Arab' pertama. Sebagai penduduk mayoritas Irak, kaum Syiah sejak pemilu
pertama pada 2005 telah mendominasi lanskap politik Irak. Pemilu yang
berlangsung hanyalah mengonfirmasikan dominasi Syiah dalam politik Irak
sekarang.
Lebih jauh, tumbangnya Saddam Hussein juga
memungkinkan terjadinya 'kebangkitan' kultural dan keagamaan Syiah dalam bentuk
meningkatnya dinamika pusat-pusat kebudayaan dan keagamaan Syiah di berbagai
tempat di Irak. Dalam masa pasca-Saddam, ratusan ribu jamaah Syiah memadati
tempat-tempat yang dipandang suci di Najaf, Karbela, dan lain-lain.
Berkumpulnya
orang-orang Syiah dalam jumlah besar seperti itu memungkinkan terjadi penguatan
hubungan transnasional di antara mereka, tidak hanya dalam bidang keagamaan,
tapi juga dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan kebudayaan. Inilah yang
dipandang Vali Nasr --putra Seyyed Hussein Nasr, ahli tentang Islam dan sains--
sebagai penguatan transnasionalisme Syiah; tidak hanya di Irak dan Iran, tetapi
juga kaum Syiah di tempat-tempat lain seperti Pakistan dan Lebanon;
transnasionalisme itu memungkinkan akselerasi penyebaran
Syiah.
Kebangkitan Syiah menurut saya sah-sah saja; dan
bahkan mungkin dapat memberikan kontribusi positif bagi penguatan kaum Muslimin
dan peradaban Islam. Masalahnya kemudian adalah bahwa Vali Nasr lebih
menawarkan
perspektif yang tidak begitu rekonsiliatif terhadap kaum Suni. Ia melihat
tokoh-tokoh Syiah yang kini berkuasa di Irak dan juga di Iran termasuk Presiden
Mahmoud Ahmadinejad sebagai orang-orang yang sadar betul tentang pemilahan
Syiah-Suni dan sekaligus sangat bersemangat membela ajaran dan nilai pokok
Syiah. Pada saat yang sama mereka bukan hanya anti-Wahabi, tapi juga
anti-Suni.
Perspektif seperti ini hemat saya tidak menolong
bagi terciptanya hubungan lebih baik dan harmonis di antara kedua sayap Islam;
Suni dan Syiah. Kebangkitan Syiah seyogianya bukan untuk membangkitkan
luka-luka
lama di antara kedua kelompok umat Muslimin; tetapi justru untuk memperkuat
saling pemahaman dan respek. Dengan begitu, kebangkitan Syiah dapat bermanfaat
positif bagi kemaslahatan umat Islam secara keseluruhan, bukan kian memperpecah
umat.
____________________________________________________________________________________
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7