Kalo mau nyamain Indonesia jangan dengan Malaysia, India atau Singapur dong...nggak nyambung beda kondisi dan situasi.
Malaysia penduduknya relatif homogen, penduduk Asli cuma Melayu ama sedikit Dayak di kalimantan, sisanya pendatang Cina dan India yang mayoritas, India beda banget di sana sistem kasta masih berurat berakar, nggak ada yang namanya kesetaraan...makanya biar kata India jadi negara yang teknologinya maju banget, tapi sampai kapanpun di sana bakal tetap ada paling nggak setengah milyar orang yang hari ini makan besok nggak tau, Singapur jelas beda banget sama Indonesia di sana penduduknya matyoritas pendatang, pribuminya justru minoritas dan nggak berkutik melawan pendatang baik dalam bidang politik maupun ekonomi. Kalo mau nyamain Indonesia tuh dengan Myanmar, situasinnya mirip sama Indonesia, Sumber daya alam melimpah, penduduk aslinya beragam banget, mirip Indonesia, tapi yang jajah beda. Penjajah Myanmar sama dengan yang ngejajah Malaysia, India dan Singapur. Tapi bagaimana keadaan Myanmar sekarang?...LEBIH BURUK DARI INDONESIA. Jadi kesimpulan saya...setuju dengan Mas RM Danardono HADINOTO kalau masih mau mimpi Indonesia ini bisa maju, cara pikir yang gak mutu ; yakni mencari kesalahan atas kegagalan bangsa sendiri SELALU di pihak lain model si Andy ini harus dikikis habis. Best Regards Liza --- In [email protected], Andy Wicaksana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Danar, > > Politik Devide et Impera Belanda memang sangat ampuh. Mengapa kita bisa lama dijajah Belanda adalah karena para penjilat dan orang yang pintar-nya hanya ngomong doang itu dijaga, dan mentalitas itu tetap melekat ke orang-orang yang dijajah pada saat itu dan diturunkan sampai ke generasi sekarang. > > Salah satu cirinya adalah masih banyak masyarakat Indonesia yang berebutan masuk menjadi PNS, mereka berfikir menjadi PNS akan hidup makmur. Ciri yang ada sekarang ini adalah akibat dari makmur-nya para pejabat dan cecenguk Belanda pada saat itu. Hal ini cukup kental dilihat di daerah Jawa dimana masyarakatnya masih sangat takut kepada para pejabat. > > Malaysia, India dan Singapore tidak dijajah Belanda. > > Untuk definisi kemajuan, jika dilihat dari tingkat korupsi, tata kota dll, gak perlu kamu ajarkan. Sewaktu kamu masih baru membaca, saya pun sudah tau itu. > Tapi, jangan lupa, hal itu dilihat dari skala major, kalau dilihat ke individu, belum tentu. Seperti yang saya katakan di email saya terdahulu, bahwa kekayaan, kemajuan tidak selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan. > > Btw, Apakah anda sedang show-off kepada saya ? > > > > RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Iya mungkin sekali mas. > > Yang saya ingin tekankan, bahwa carapikir si Andy ini harus dikikis > habis, yakni mencari kesalahan atas kegagalan bangsa sendiri SELALU > di pihak lain. Tak mampu introspeksi. Kita kaji, mas: > > a) dia lupa, kapan Belanda hengkang dari Tanah Air. hengkang > sebenarnya adalah ketika balatentara Jepang masuk, tahun 1942, itu > berapa tahun yang lalu? Masakan sejak tahun itu, puluhan generasi > lahir dan tumbuh, TAK ada perbaikan? masakan bangsa kita tak pernah > menemukan jatidiri sejak proklamasi 45? kalau gitu ya kita bangsa > dodol dong? > > b) kita tidak sendirian dijajah. India, Singapura, Malaysia dan > Vietnam. India merdeka tahun 1947, Malaysia lebih akhir lagi, > demikian pula Singapura. Mengapa mereka LEBIH maju dari kita? > Singapura si cilik itu sangat disegani Barat, tak pernah menyalahkan > penjajah. Kini Singapura tunjuk gigi pada investor dari luar, tidak > seperti kita... > > Salam > > Danardono > > --- In [email protected], "Sunny" <ambon@> wrote: > > > > Pak Danar, > > > > Anda mungkin lupa bahwa semua petinggi Indonesia sudah pernah ke > luar negeri > > dan malah belajar bertahun-tahun mendapat banyak gelar pandai > ilmu. Bagi > > yang militer cepat bintang di bahu dan di dada pun bertambah. > > > > Entah ada apa yang membuat sehingga apa yang mereka lihat baik dan > elmu > > tinggi yang dipelajari itu kelihatannya tidak membawa makna apa- > apa dalam > > membawa perubahan keperbaikan kepada masyarakat. Ataukah salam > ilmu yang > > dipelajari, karena sekalipun mereka sudah belajar ilmu modern nan > cangih > > setelah kembali ke Indonesia, mereka lebih senang berbicara > tentang ilmu > > gurun pasir, pohon korma dan unta serta keledai beristirahat di > oase ratusan > > tahun lalu. > > > > Atau mungkin juga selama bertahun-tahun di luarnegeri, mereka > pakai kaca > > mata hitam seperti dalam cerita Gagak Hitam, jadi kurang jelas dan > luas > > pemandangan mereka. Telingga mereka tersumbat taik kuping atau > earphone > > dengar musik ngikngok, sehingga tak banyak mereka dengar hal-hal > berguna > > untuk diterapkan dalam memperbaiki keadaan yang morat marit > menjadi baik dan > > lebih baik dan bukan mempertahankan yang buruk untuk menjadi lebih > buruk. > > > > Maaf lahir batin sebelumnya bila observasi saya keliru. > > > > Wassalam, > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: "RM Danardono HADINOTO" <rm_danardono@> > > To: <[email protected]> > > Sent: Friday, August 03, 2007 5:35 AM > > Subject: [mediacare] Re: Zainal Maarif Contoh Amoral Yang > Memalukan !!! > > > > > > > --- In [email protected], Andy Wicaksana > > > <andy_wicaksana@> wrote: > > >> > > >> Danar, > > >> > > >> Memang benar bahwa orang-orang negara maju banyak yang igoner > > >>terhadap agama mereka. Tapi, tentukan dulu definisi kemajuan. > > >> Banyak rekan kerja saya yang tingkat kemakmurannya tinggi, namun > > >>sebagian besar dari mereka keluarganya hancur. Apakah hal itu > juga > > >>bisa dibilang kemajuan ? > > > > > > Sudah pernah ke Swiss, Liechtenstein, Monacco, nak? Lihat saja > > > sendiri apa artinya maju. Teratur rapui, korupsi relatif rendah, > > > perataan kemakmuran, good governance. mendefinisikan kemajuan kok > > > repot? itu kan kasat mata? Indonesia dan jerman maju mana? jawab > > > sendiri ya nak? Bingung? > > > > > > makmur dan keluarga hgancur kan bisa jalan sejajar, lihat > bambang, > > > lihat Tommy. gak usah repot repot! > > > > > > > > >> > > >> Mengenai ketidakmajuan Inodnesia adalah akibat dari taktik > pecah- > > >>belah Belanda. Selama beratus tahun kita diajarkan untuk > > >>menghianati bangsa sendiri demi mencapai keuntungan semata. > > >>Rupanya, cara itu berkembang baik, karena sampai sekarang, banyak > > >>warga kita yang hanya mementingkan diri sendiri, terlebih lagi > para > > >>you know who di Indonesia. > > > > > > Kok Belanda lagi Belanda lagi to? kamu kan belum lahir saat itu, > > > nak. Ratusan tahun sebelum walanda datang, kita jaya, zaman > > > Majapahit, Sriwijaya dsb, gak ada sisanya ya? > > > > > > Kegoblokan di Porong, Sidoardjo itu apa ya nirui Belanda? Bung > Karno > > > memerdekana negri malang ini karena bueenciii sama belanda. masa > > > beilauw niru Belanda? Lha bapakmu apa ya niru Belanda? kakekmu > juga? > > > > > > Banyak lho oramng seperti kamu, yang belum lahir dizaman Belanda, > > > tetapi sudah ngawur, jadi memang aslinya ngawur. Gitu lho nak. > > > > > > > > > > > > Web: > > > http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ > > > > > > Klik: > > > > > > http://mediacare.blogspot.com > > > > > > atau > > > > > > www.mediacare.biz > > > > > > ==================== > > > Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke: > > > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- > > > No virus found in this incoming message. > > > Checked by AVG Free Edition. > > > Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.11.2/931 - Release Date: > 8/1/2007 > > > 4:53 PM > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos & more. >
