Secara strategi politik, langkah yang dilakukan Zainal
Maarif dalam menyerang atau "menjatuhkan" SBY sangat
konvesional. Berdasarkan sejarah, wanita di Indonesia
belum bisa dijadikan belum bisa dijadikan sebagai alat
politik karena Indonesia negara sekular. Indonesia
bukan aliran seperti Iran, Afanistan atau Malaysia
yang sangat kental dengan nilai-nilai Islam. Beristri
banyak atau punya selingkuhan sudah menjadi budaya
lokal. Dan tradisi seperti ini sudah ada semenjak Jawa
kuno. Zaman kerajaan, istri dan selir raja bisa
mencapai sepuluh, bahkan lebih.itu sah-sah saja.
Zaman Gus Dur berkuasa cara seperti Zainal Maarif ini
pernah dilakukan namun gaga. Gus Dur Jatuh bukan
karena Arianti tapi Bulegate, dan politiknya yang
nyeleneh. Amien Rais juga pernah di isukan dengan
Zarima, namun gagal. Bagitu juga era Soeharto, Dede
Yusuf sempat diisukan sebagai anak haram Soeharto. Apa
lagi Soekarno, tokoh satu ini mempunyai istri banyak,
namun kekuasaannya jatuh bukan karena isu wanita.
Bukan berarti membela SBY. Sebagai politisi Zainal
Maarif termasuk politisi rendahan. Tidak mempunyai
strategi politik yang jitu. Ia belum bisa masuk dalam
kategori "make Issue". Zainal harus banyak belajar
politik praktsi, dan cara-cara membuat isu. Bila tisak
melakukan perubahan strategi Zainal akan menjatuhkan
citra dirinya sendiri.
Salam
____________________________________________________________________________________Ready
for the edge of your seat?
Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/