Ha ha ha ha ha ha aha ha....wartawan lagi yg disalahin.....nasiiiiib kuli tinta! Betul sekali Om Yap, ini badut2 kalau enggak bangkrut ya akan bunuh diri oleh sikap nya sendiri, permainan politik babe2 kita ini emang so predictable. Inilah contoh demokrasi yang amburadul di tanah air, setiap ada masalah atau "salah ngomong" bisa diselesaikan dengan "sungkem", capek deeh... salam omie
Yap Hong Gie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kebangkrutan seorang badut politik tinggal masalah waktu ...... "Publikasi cetak ini kan rawan penafsiran"?!?! Seperti pemain sirkus, atraksi terakhir Zaenal Ma'arif --melalui pengacaranya-- adalah menyalahkan media cetak yang keliru menafsirkan ucapannya, mengenai "pernikahan pertama" Presiden SBY. Sudah dapat diperkiraan, bahwa sebagai acara penutup ZM akan momohon untuk diberikan kesempatan untuk sungkeman Cikeas ...... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ http://kompas.com/ Metropolitan Senin, 06 Agustus 2007 Dugaan Penghinaan Ma'arif Cabut Laporan Jakarta, Kompas - Mantan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif hari Jumat (3/8) mencabut laporannya ke polisi berkenaan dengan kasus dugaan penghinaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Alasannya, Zaenal khawatir berbenturan dengan kalangan wartawan cetak, menyangkut penafsiran ucapannya. Demikian disampaikan Zaenal dan kuasa hukumnya, Mahendradata, serta Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Komisaris Besar Carlo Brix Tewu yang dihubungi terpisah, Sabtu (4/8). "Jumat siang saya menerima surat pencabutan laporannya. Surat pencabutan tersebut ditandatangani yang bersangkutan dan pengacaranya," ungkap Carlo. Menurut dia, seharusnya hari ini polisi memeriksa Zaenal sebagai saksi, tetapi karena laporan dicabut, polisi batal memeriksanya. Klarifikasi Menurut Mahendradata, pencabutan dilakukan karena kliennya khawatir, terjadi penafsiran yang berbeda tentang pernyataan Zaenal yang ditangkap wartawan cetak dan yang dimaksud Zaenal. "Kalau laporan klien saya diteruskan, ia harus berhadapan dengan saksi-saksi wartawan cetak. Klien saya tidak menghendaki hal itu karena selama ini ia merasa sangat dekat dengan mereka," kata Mahendradata. Ia mengatakan, kliennya membuat pernyataan publik pertama kali menyangkut soal Yudhoyono adalah ketika selesai bertemu dengan Ketua DPR Agung Laksono. "Waktu itu dari televisi cuma Metro TV, lainnya kawan-kawan cetak. Publikasi cetak ini kan rawan penafsiran. Kata-kata yang diucapkan bung Zaenal bisa dimengerti berbeda oleh wartawan cetak," tuturnya. Beda dengan televisi. Pembuktiannya, lanjut Mahendra, lebih konkret. Ada gambar, gerak, dan suara, jadi bisa terhindar dari tafsir yang berbeda. Kepastian Menurut Mahendradata, ketika menyampaikan kepada wartawan selesai bertemu Agung, kliennya bermaksud mengatakan, "Saya sedang mengklarifikasi temuan saya menyangkut masa lalu Yudhoyono." Tapi kalangan wartawan cetak menangkapnya sebagai kepastian. "Kepastian bahwa Zaenal memiliki bukti menyangkut masa lalu Yudhoyono. Padahal, yang diinginkan klien saya, wartawan menulis bahwa klien saya sedang mencari klarifikasi atas temuannya," kilah Mahendradata. Terbentuklah kemudian opini bahwa Zaenal memastikan, presiden sebelum masuk akademi militer telah menikah dan mempunyai dua putra. Pernyataan Zaenal inilah yang oleh Presiden Yudhoyono dianggap sebagai menghina dan fitnah. Yudhoyono lalu melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya, Minggu (29/7). Ia mengajukan dua saksi Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Sebagai bukti, Yudhoyono menyampaikan kliping berita terkait di harian Rakyat Merdeka dan Pos Kota, edisi Jumat (27 Juli). Hari berikutnya, ganti Zaenal yang melaporkan Yudhoyono. Sampai sekarang, polisi telah memeriksa Presiden, kedua juru bicara, serta wartawan Rakyat Merdeka dan Pos Kota. (WIN) Web: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ Klik: http://mediacare.blogspot.com atau www.mediacare.biz ==================== Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links --------------------------------- Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us.
