Saudara ku Abbas (fans Abu Mazin yach ?), semoga anda tidak lupa, 
diantara banyaknya partai Islam, masih ada Partai Da'wah (PKS) yang 
bukan hanya melulu ngurusi tentang partai.
Tentunya belum hilang dari memori kita, awal 2007 kembali Jakarta 
dilanda banjir besar.
Ada atau tidak ada Pilkada ataupun pemilu, kader PKS terbilang rajin
menyapa atau bahkan berjibaku ikut larut dalam penderitaan yang dialami
rakyat. Fenomena banjir Jakarta, cuma PKS yang dengan sigap membangun 
60 titik posko yang melibatkan ratusan, bahkan ribuan kadernya serta bantuan
sukarela warga untuk menolong mereka yang terendam banjir.
Posko ini dibentuk sejak dari awal Jakarta terendam banjir hingga tetes banjir 
yang terakhir. Dan perlu diketahui, bantuan makanan yang diberikan adalah yang 
siap santap bukan hanya mie instan yang masih hrs repot2 cari kompor untuk
memasaknya.
Berbeda dengan parpol lain, yang mungkin ada juga yang turun ke lokasi banjir, 
namun staminanya tidak selama PKS. Bahkan ada parpol besar yang cuma
memasang spanduk mengucapkan turut berduka atas banjir yang melanda warga 
Jakarta.
Dengan dimotori oleh kaum muda yang terdidik (tidak mudah dibohongi)dan 
semangat mereka yang tinggi, tentunya ada setitik harapan yang bisa kita 
titipkan kepada PKS untuk bersama-sama keluar dari krisis multidimensi spt 
sekarang ini.

Wassallaam,
Budi-pc

  ----- Original Message ----- 
  From: Al-Mahmud Abbas 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, August 07, 2007 2:55 PM
  Subject: Re: [mediacare] Zainal Maarif Contoh Amoral Yang Memalukan !!!



  Woooww.. mas Budi lupa, kurang banyakkah partai islam ? Tapi bagiamana 
kualitas personilnya ? Tak lebih dari oportunis juga bukan ? Sekarang ane tanya 
kalau mas Budi jadi presiden dipilih oleh rakyat.. mau mulai memperbaiki dari 
mana ? sekali lagi saya bilang nonsense kecuali bongkar semua warisan golkar 
yang sistematis dalam hal korup. Pertanyaan berikutnya bisakah dilakukan 
demikian ? 
  Kembali ke dasar rancang bangunan bangsa ini yang tidak beres, kesatuannya 
kesatuan yang munafik, di dalamnya masih ada saling curiga, saling rebut 
kesempatan, saling tuding, saling menjatuhkan..saling.. saling.., identik 
dengan hamas dan fatah.., syiah dan sunni,.. tak ada yang beres. Jangan bilang 
itu rekayasa pihak luar ya !!? salahkan mereka yang bego dan bisa direkayasa. 
Termasuk bangsa ini yang bisa dibohongi oleh pengagum-pengagum kekerasan 
alih-alih melawan kebathilan. Naudzubillahimminzalik..... 




   
  On 8/2/07, Budi - Production Control <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

    Ketika dunia politik diisi oleh orang-orang oportunis yang tidak
    pernah percaya tuhan, agama dan kehidupan hari akhir, maka jadilah
    kehidupan umat manusia amburadul Sebab merekalah yang mengambil
    kebijakan politik sehingga melahirkan secara zhohir beragam azab dan 
    bencana di atas.

    Sayangnya, orang-orang shalih yang percaya kepada Allah dan paham
    kitab suci, umumnya malah lari menghindar dari dunia politik.
    Alih-alih menyelamatkan umat, mereka malah mencari tempat berlindung 
    sendiri-sendiri di balik liang kecil sambil memendam kepala di dalam
    tanah. Memejamkan mata dan berpikir seolah semua ini terjadi begitu
    saja dan merupakan takdir Allah.

    Sayangnya orang-orang yang bersih dan suci ini nyaris tidak mau 
    mengotori tangannya dengan kerja dan usaha terlebih dahulu, sehingga
    mereka lebih memilih untuk bersembunyi di dalam pesantren dan lembaga
    pendidikan. Membangun tembok benteng untuk sekedar melindungi diri
    mereka sendiri. Adapun nasib umat Islam secara keseluruhan yang 
    menjadi korban kebobrokan kebijakan politik srigala culas, seolah
    tidak pernah menjadi agenda pembicaraan.

    Lucunya, di tengah kehancuran yang nyata seperti ini, di mana semua
    sepakat bahwa penyebabnya memang politk kotor para penguasa bejat, 
    masih saja ada yang berpaham untuk menjauhkan diri dari upaya
    memperbaikinya. Bahkan mereka malah mengeluarkan fatwa yang
    mengharamkan umat Islam berupaya mengantisipasi kebejatan kebijakan
    politik. Fatwa-fatwa itu seolah mengatakan bahwa beramar makruf dan 
    nahi munkar tepat di titik permasalahannya adalah hal yang haram.

    Fatwa haramnya berpolitik dan mendirikan partai pendobrak kejahilan
    seakan mengandung pesan bahwa kalau mau beramar makruf dan nahi
    mungkar, jangan pada inti masalahnya, cukup pada masalah cabang dan 
    ranting-rantingnya saja. Jangan tebang akar pohon permasalahannya,
    cukup setiap hari menyapu membersihkan sampahnya saja.

    Padahal bila umat Islam bersatu dengan dimulai dari para ulama dan
    tokohnya, mereka duduk bersama dan menyamakan langkah, insya Allah 
    dunia politik itu bisa dikuasai dengan baik oleh orang-orang yang
    shalih. Sehingga semua kebijakan politik yang lahir tidak lain adalah
    bentuk nyata dari semangat bahwa Islam adalah rahmatan lil 'alamin.

    Wassallaam,
    Budi-pc
      ----- Original Message ----- 
      From: Al-Mahmud Abbas 
      To: [email protected] 
      Sent: Wednesday, August 01, 2007 10:59 AM
      Subject: Re: [mediacare] Zainal Maarif Contoh Amoral Yang Memalukan !!!

       


      Amin..amin.. ketidak produktivan pejabat negara adalah :
      SIBUK MENGAMANKAN POSISI JABATANNYA DENGAN TINDAKAN2 YANG TIDAK ADA 
KORELASINYA DENGAN TUGAS POKOKNYA.
      Kenapa ?? karena ketika mau jadi pejabat sistemnya begitu dan sistem yang 
sedang dan masih terus berjalan adalah sistem yang iklimnya seperti itu.
      Kapan mau/bisa berubah ??? kita hanya bisa bertanya kepada rumput yang 
bergoyang. WALLAHU'ALAM BISAWAB, kalau Tuhan masih menyayangi bangsa yang super 
munafik ini barangkali masih diberiNya kesempatan untuk taubat nasional. 

      Wassalam.

      On 8/1/07, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED] > wrote: 
        Zainal Maarif Contoh Amoral Yang Memalukan !!!

        Wakil Partai Bintang Reformasi ini betul2 amoral unethical dan tak
        punya malu sama sekali. Manusia ini hanyalah satu contoh dari semua
        wakil partai2 agama Islam yang memenuhi jabatan2 kenegaraan yang 
        katanya mewakili umatnya.

        Mulanya dia secara sembunyi2 melakukan skandal sex, karena partai yang
        diwakilinya merasa malu, dia lalu ditarik dari jabatan posisinya oleh
        partai yang diwakilinya. Permohonan penarikan mundur ini harus 
        terlebih dahulu disetujui oleh presiden SBY, dan SBY memang tidak
        merasa perlu untuk terlibat urusan internal partai PBR ini dan dia
        hanya bisa menyetujui usul PBR untuk penarikan wakilnya ini.

        Lucunya, Zainal Maarif ini justru marah dan dendam kepada SBY bukan 
        kepada PBR yang menarik dirinya, dia mengharapkan SBY menolak usul PBR
        yaitu partainya sendiri yang ingin menarik wakilnya itu. Untuk
        melampiaskan dendamnya, Zainal Maarif ini menyebar fitnah keberbagai
        media tentang pernikahan SBY sebelum masuk AkMil. Benar2 stupid, dia 
        mengharapkan dengan yang dikatakannya terbongkarnya rahasia SBY, DPR
        bisa mengusulkan MPR untuk melakukan proses impeachment atau pemecatan
        presiden secara tidak terhormat.

        Ketua DPR Agung Laksono yang menerima document yang katanya sangat 
        rahasia ini dari Zainal Maarif jadi naik pitam dan menolak usul Zainal
        Maarif yang me-maksa2 dirinya untuk menyodorkan bukti2 ini ke MPR
        untuk diteruskan menjadi proses impeachment atau pemecatan presiden
        secara tidak hormat. Benar2 memalukan sikap Zainal Maarif yang idiot 
        ini, CD orang nikah diserahkan kepadanya, padahal yang menikah itupun
        tidak jelas orangnya, dan yang menyatakan pernikahan itu juga tidak
        jelas hubungannya dengan orang yang menikah dalam CD itu.

        Menurut ketua DPR, urusan pribadi orang menikah kenapa harus dijadikan 
        bahan pemecatan???? Tanggal pernikahannya tidak dicantumkan, surat
        nikahnya juga tak ada copy-nya, dimana menikahnya juga tidak
        dijelaskan. Lalu apanya yang dianggap melanggar etika ??? SBY
        menikah cuma dengan satu isteri tidak melakukan Poligamy, juga tidak 
        terlibat skandal perzinahan seperti halnya Zainal Maarif yang berzinah
        dengan businesswoman yang mengharapkan bisa memenangkan tender2
        melalui jabatan Zainal Maarif.

        Yang paling parah, Zainal Maarif sudah dinasihatkan oleh banyak 
        penasihat hukumnya bahwa tindakannya itu amoral dan sama sekali tidak
        memungkinkan dia untuk menang bisa melemparkan tuduhan bohong ini,
        malah akan jadi bumerang dia bisa dipenjarakan atas tuduhan fitnah dan
        dia dipaksa ganti rugi dimana semua harta bendanya bisa disita hingga
        jatuh miskin. Tetapi karena pengertian dan pemahamannya tentang
        hukum, tentang moral, dan tentang etika sangar rendahnya, dia tetap
        menjebloskan dirinya kedalam perangkapnya sendiri. Dia meneruskan 
        fitnahnya katimbang meminta maaf. Dia tidak tahu dimana kesalahan
        dirinya, tetapi dia merasa tahu dan yakin akan kesalahan SBY yang
        dituntutnya. Padahal, andaikata SBY melakukan kesalahan, maka yang
        menuntut harusnya DPR/MPR bukan Zainal Maarif, dan sekarang pihak DPR 
        saja sudah menolak untuk melanjutkan memperbincangkan fitnah ini, lalu
        apa yang masih bisa diharapkan oleh Zainal Maarif ini ???

        Zainal Maarif hanyalah satu dari puluhan contoh wakil2 dari partai2
        Islam yang bergelimangan memenuhi jabatan wakil2 rakyat maupun jabatan 
        pejabat2 pemerintahan yang sama sekali tidak produktive bahkan
        kontra-produktive. Seperti sudah saya jelaskan dalam tulisan2
        sebelumnya, semua partai2 agama Islam seharusnya dilarang untuk ikut
        kontest merebut jabatan karena pengetahuannya sebatas hanya agama 
        Islam yang tidak mengenal etika politik maupun ilmu kenegaraan. 
        Syariah Islam bukanlah ilmu politik dan tidak mengenal system
        kenegaraan yang kita kenal sekarang ini.

        Ny. Muslim binti Muskitawati.













   

Kirim email ke