Salam, Hmm... Kayaknya positif aja, tuh. Begitulah seharusnya ketegasan yang dibuat di negeri-negeri yang komit menjalankan Syariat ISlam. Tapi biar bagaimana pun pasti banyak juga orang-orang munafik dan musyrik yang gak senang. Apalagi pemilik iklannya.
Salam, Muhammad Subhan -------------------- TIDAK BERBUSANA MUSLIM : GAMBAR MODEL IKLAN PEREMPUAN DIPOLES CAT 11 Aug 2007 @1:25:13 oleh hm Banda Aceh (TR) - Kalau kebetulan Anda berkunjung ke Banda Aceh, jangan heran jika melihat keanehan di sejumlah baliho dan papan reklame yang terpasang di jalan-jalan. Keanehan itu khususnya pada sejumlah baliho atau billboard yang menggunakan model iklan perempuan. Wajah-wajah perempuan itu dipolesi cat hitam, sampai ke leher. Tak hanya wajah, di beberapa billboard dan baliho, pengecatan juga dilakukan di bagian pinggang sampai ke paha. Mungkin hal ini dilakukan karena si model memakai celana yang agak ketat. Tapi anehnya, pakaian si model yang juga ketat dan menunjukkan lekuk- lekuk tubuhnya dibiarkan begitu saja. Ada juga, yang dipolesi cat seluruh tubuhnya. Selain dipolesi, ada pula yang ditutupi dengan kain. Aksi ini menyusul larangan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Banda Aceh karena gambar-gambar itu dinilai tidak mencerminkan Syariat Islam. Pasalnya, sejumlah perempuan yang berpose di sejumlah baliho dan billborad itu tak berbusana muslim. "Saya telah meminta kepada produsen untuk menutup model reklame itu, karena dinilai tidak mencerminkan syariat Islam dan juga kita mendapat protes dari dari DPRK Banda Aceh," ujar Kadispenda Kota Banda Aceh, Mairul Hazami, Kamis (9/8). Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, M Natsir Ilyas mengatakan, model-model perempuan tersebut selain tidak memakai jilbab, juga mengenakan baju lengan pendek dan ketat. Tak hanya itu, di beberapa billboard, para model perempuan itu berdampingan dengan laki-laki yang tidak diketahui muhrimnya atau bukan. "Hal ini bukan maksud untuk mempersempit ruang gerak reklame, tetapi diharapkan produsen bisa menyesuaikan dengan kondisi di kota Banda Aceh saat ini," terangnya. Dia berharap, agar produsen produk-produk tersebut dapat menyesuaikan produk iklannya dengan kondisi Banda Aceh. Misalnya model iklan yang memakai perempuan, diharapkan berbusana muslim.(b-acehpost)
