Lihatlah!
masih adakah hati yang berisi?
ketika logika sudah berbau terasi

ketika nurani kian ter-erosi..
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung basi

Lihatlah!
Dendang-an birokrat dan wakil berdasi..

penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi

kucing justru giat pamer gusi...
terbuai diempuknya jok mercy

Lihatlah! 
Gempita riuhnya demokrasi
menumbuhkan nurani yang semakin membesi
saat Rakyat butuh nasi..
namun justru di kremasi

Ah, sudahlah!
ini bukan Demonstrasi..
ini juga bukan mosi...
ini hanyalah puisi... 
dari yang hidup namun sesungguhnya mati!    


----- Original Message ----
From: Andrinof Chaniago <[EMAIL PROTECTED]>


To: [email protected]
Sent: Friday, August 24, 2007 6:22:09 AM
Subject: [mediacare] PUISI ttg SENJATA dan SANG BIROKRAT_setelah ralat









  


    
            Serial Puisi-puisi Kritik Politik

Oleh Andrinof A Chaniago



Senjata

(untuk Dek Pendi alias Effendi Gazali di Republik

Mimpi)



Semenjak ranah politik tidak lagi berbau mesiu

rakyat memang tidak lagi perlu waspada pada desing

peluru

karena senjata tidak lagi leluasa membuat luka 

ataupun menjemput nyawa



Tetapi janganlah lekas puas 

hanya karena politik telah bebas senjata logam

Sebab, di tangan para pemburu harta dan kuasa ada

senjata yang lebih tajam

bunyinya tidak mendesing mebuat bulu kuduk merinding

juga tidak meledak membuat telinga kita pekak

bentuknya tidak runcing sehingga nyali bergeming

Tetapi senjata itu tetap tajam tatkala menghujam



Ranah politik memang sudah tidak lagi menumpahkan

darah

karena senjatanya kini tidak membuat luka atau

mencabut nyawa

tetapi ia membunuh nalar ajar

yang telah dibangun lewat program wajib belajar



Jangan cari senjata tajam itu di gudang peluru

Atau di kendaraan prajuritmu

Dia ada di genggamanmu

Yang pernah kau buka, kau lihat dan kau baca

Bentuknya adalah iklan setengah atau satu halaman

Kadang-kadang berisi angka-angka ekonomiterika dan

statiska

Kadang-kadang berisi potret orang cerdas berkacamata

Yang disertai kata-kata bergaya prosa

Itulah dia senjata di ranah politik kita



Senjata itu tidak menggores luka dan menumpahkan darah

Juga tidak langsung mencabut nyawa berbilang jumlah

Tetapi ia membuat kebodohan menjadi abadi

Kemiskinan massal menjadi tersembunyi

Politik hampa etika

di balik slogan gagah efisiensi dan demokrasi



Iklan setengah halaman atau satu halaman media massa

Dengan angka-angka ekonometrika dan statistika 

Atau foto orang pintar berkaca mata

Itulah senjata para pemburu harta dan kuasa



Dampak senjata itu nyata

ketika harga BBM naik

rakyat kecil tercekik

ramalan pemilik senjata itu terbalik

menjanjikan angka kemiskinan akan turun menukik

ternyata malah melonjak naik



Dampak senjata itu masih terasa

ketika pilkada rampung

suara rakyat selesai ditelikung

sementara pemburu kuasa dan harta kembali berhitung

untuk membagi untung



Senjata itu adalah iklan dengan sedikit dusta

anak kandung perselingkuhan modal dan tahta

yang kini menular dalam spanduk-spanduk di ruang

terbuka

di bawah lindungan sistem demokrasi pura-pura

ditemani sistem ekonomi pasar yang tidak sempurna

yang melahirkan korban dalam jumlah berjuta 

mereka yang tidak kelebihan harta dan tidak ikut

berkuasa



(Suatu pagi di jalan Kemangi, 24/08/07)



Sang Birokrat



Sang Birokrat

berbaju cokelat

sepatu sedikit mengkilat

kerja dari rapat ke rapat

berlomba mengejar naik pangkat



Sang Birokrat

jarang berkeringat

merasakan nikmat 

dari persembahan hormat

dapat jaminan hidup sepanjang hayat

tapi lupa daulat rakyat



                                Kampus UI, 24/08/2007.



Puisi untuk Wakil Rakyat 

Oleh Andrinof A Chaniago



Di masa pemilu dahulu

Kami lihat gerak bola matamu seperti radar angkatan

perang

Yang dapat melacak suara jangkrik di waktu siang

Sehingga, kami sempat percaya bahwa Tuan-tuan tahu apa

yang kami mau

Kami pun sempat percaya bahwa Tuan-tuan akan menjadi

pelindung kami

dari orang-orang yang hanya ingin memperkaya diri

sendiri

yang hanya ingin menjadikan kuasa dan harta sebagai

senjata



Lewat retorikamu di saat kampanye dulu

Kami percaya Tuan-tuan akan akan bersiaga untuk kami

sepanjang waktu

Menunggu keluh kesah rakyatmu

Menampung dan merundingkan aneka kehendak kami

diantara sesama para politisi



Tetapi setelah masa kampanye jauh berlalu

Kursi berputar menyambut sibukmu

Rumah rakyat yang sejuk mememelukmu

Birokrasi menjadi penyaring tamu-tamumu

Kita pun berjarak seperti tak pernah saling tahu



Jauh di luar ruang kerjamu 

ada pagar kekar berteralis baja

Di sana kami berdiri berharap akan sapaanmu

dan bersiap dengan pertanyaan:

Mengapa diammu bukan lagi perenungan?

Mengapa tidurmu bukan lagi jeda pengabdian?

Mengapa retorikamu menjadi tanpa logika?



Di kejauhan pun kami mendengar

Suara tinggi mu menggelegar 

menggertak usulan rakyatmu sendiri

yang tengah berharap tegaknya demokrasi sejati

lewat Pemilu dan Pilkada yang bisa menghasilkan

pemimpin sejati

(Kami pun bertanya, “Mengapa tuan-tuan tidak berkenan

ketika ada orang ingin menjadi pemimpin sejati negeri

ini?”)

Dengan sigap tuan-tuan berujar, 

“Calon perorangan merusak sistem!”

“Calon perorangan harus didukung 15% suara sah!”

Dan seterusnya.. dan seterusnya…



Kami menjadi teringat ketika berjalan menuju ruangan

kantormu 

Di sana kami melintasi para penjaga berseragam bak

bala tentara Kaisar Romawi

Yang sigap menyuruh kami memarkir kendaraan jauh dari

halaman parkirmu

Sehingga kami harus berlari menghindari sengatan terik

matahari



Masih bisakah kami percayai janjimu 

Ketika acungan telunjukmu bukan lagi tanda janji

Tetapi pengawal ucapanmu 

bahwa wakil rakyat adalah pemilik kekuasaan legislasi



Kami pun mulai sadar 

bahwa wakil rakyat di zaman kini 

sudah membedakan antara penyalur aspirasi dan

kekuasaan legislasi

sudah membedakan antara kompetisi dan demokrasi



Di media massa kami membaca

Retorika-retorika barumu yang merobek makna

dan jawaban-jawabanmu yang makin jauh dari logika

mencampuradukkan energi sekumpulan partai dengan

energi seorang manusia

yang tidak ada contohnya di mancanegara



Kini kami merasa seperti orang-orang yang ditinggal

pergi

Oleh Tuan-tuan yang dulu mengaku ingin menjadi

wakil-wakil kami

dan dulu pernah memberi janji 

bahwa engkau akan menampung suara hati kami

Tetapi ternyata waktu itu kami hanya bermimpi



Retorika dan olah mimikmu tentu saja membuat banyak

orang terpesona

melumpuhkan niat orang-orang muda yang akan

berdemonstrasi

Bahkan membuat para lansia mengangguk-angkuk sambil

tertawa

Yang memberi pertanda bahwa akal sehat tidak lagi

berdaya



Karena logika menjadi tidak berguna

Sementara politik dilanda krisis etika

dan kebijakan-kebijakan tercerabut dari kedaulatan

rakyat

maka hari ini kami menyapamu dengan puisi



Depok, 21 Agustus 2007



____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for 
today's economy) at Yahoo! Games.

http://get.games. yahoo.com/ proddesc? gamekey=monopoly herenow  



    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->








       
____________________________________________________________________________________
Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the 
tools to get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting 

Kirim email ke