Pilih Mana? Rumah Sakit Pemerintah atau Swasta?
 
Endah MFP

Saya tak habis pikir membandingkan mutu dan biaya perawatan di rumah 
sakit pemerintah dan swasta. Seandainya saya tidak mengalami sendiri 
mungkin saya tidak percaya. Rumah sakit pemerintah `menolong' saya 
dengan biaya lebih mahal, waktu yang tidak efisien dan hampir 
membahayakan mata saya karena kelambanan menanganinya.

Rabu, 8 Agustus 2007 pagi tiba-tiba kelopak mata kiri saya tidak bisa 
membuka dan terasa sakit. Besoknya saya coba memeriksakan mata ke 
poli mata yang ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, di Salemba, 
Jakarta. Prosedur di rumah sakit tersebut mengharuskan saya untuk 
mendaftar terlebih dahulu karena memang pada saat itu saya pasien 
baru. Untuk pendaftaran pasien mata golongan umum dikenakan tarif 
Rp35.000 sedangkan yang memakai Askes dikenakan tarif Rp9000. 

Saya tak menaruh curiga. Bukankah sudah menjadi hal yang lumrah jika 
orang beranggapan berobat di rumah sakit pemerintah lebih murah 
ketimbang di rumah sakit swasta atau dokter spesialis yang praktek di 
rumah? Ini mendorong saya ketika saya sakit dan butuh pelayanan 
kesehatan untuk melangkah ke rumah sakit umum pusat di Jakarta itu. 
Semula saya menganggap pelayanan di setiap rumah sakit baik 
pemerintah maupun swasta memiliki mekanisme yang sama. Mungkin hanya 
dokternya saja yang berbeda. Tapi ternyata anggapan saya selama ini 
jauh dari kenyataan. Pelayanan di rumah sakit pemerintah jauh lebih 
buruk dari rumah sakit swasta.

Kisah selanjutnya baca di blog kami:
http://ecosocrights.blogspot.com/

salam
yanti


Kirim email ke