Salam, Mungkin, ada teladan yang ditinggalkan Putri Diana bagi rakyat inggris, sehingga ia dikenang sepanjang masa. Kematian yang tragis, memilukan banyak orang. Entahlah.
Tabik, Muhammad Subhan --------------------- Kematian Putri Diana Masih Selimuti Inggris Oleh : Denny Sitohang 28-Aug-2007, 05:11:05 WIB - [www.kabarindonesia.com] KabarIndonesia - London, Gundukan karangan bunga sudah sejak lama tak terlihat di gerbang Kensington Palace, namun Putri Diana seolah masih hadir, terutama di Inggris. Duka cita menyelimuti sebagian besar warga Inggris ketika Diana - wanita periang yang sempat menjadi seorang putri, ikon fesyen, tokoh kegiatan amal sekaligus selebriti tabloid itu tewas dalam kecelakaan mobil di Paris 10 tahun lalu. Beberapa hari lagi, tepatnya 31 Agustus, hari wafatnya Diana akan diperingati. Upacara peringatan itu akan disiarkan di televisi secara nasional di Inggris. "Sudah satu dekade," tulis kolumnis Jonathan Freedland baru-baru ini di suratkabar The Guardian. "Kita menoleh ke belakang dan bertanya apa yang telah menghampiri kita." Diana (36 tahun) dan kekasihnya Dodi al Fayed (42) tewas bersama sang supir, Henri Paul, saat mobil mereka mengalami kecelakaan di terowongan Pont d'Alma di Paris pada 31 Agustus 1997. Beberapa saat kemudian, diperkirakan 1 juta karangan bunga ditinggalkan di luar kediaman Diana, Kensington Palace. Lebih dari satu juta orang berbaris menuju prosesi pemakamannya. Media cetak memaksa para anggota keluarga kerajaan kembali dari lokasi peristirahatan mereka di Balmoral, Skotlandia, dan memperlihatkan rasa duka cita. Dalam film "The Queen" baru-baru ini, dikisahkan bagaimana Perdana Menteri Tony Blair yang baru dilantik, dengan lembut membimbing kerajaan Helen Mirren (pemeran tokoh Ratu Elizabeth II) melewati riuhnya emosi yang tercurah untuk sang putri. "Orang-orang merasa mengenalnya karena ia tidak segan untuk menceritakan pikiran dan perasaannya, hal sebelumnya yang tak pernah dilakukan seseorang sepertinya," kata Ingrid Seward, penulis The Queen and Di: The Untold Story. Saat wafat, Diana merupakan wanita paling terkenal di dunia, bintang opera sabun yang memiliki uang jutaan. Ia pernah menikah dengan sang pewaris tahta Pangeran Charles pada 1981 dalam sebuah upacara di St Paul's Cathedral yang disiarkan melalui televisi ke seluruh dunia. Mereka dikaruniai dua putra, William dan Harry, namun pasangan tersebut bercerai pada 1996 setelah keduanya sama-sama mengaku berselingkuh. "Dia dan sang Pangeran Wales berpeluang menjadi pasangan terbaik di Inggris," kata Ken Wharfe yang sempat menjadi pengawal Diana antara 1986 hingga 1993. "Namun pernikahan mereka tidak berjalan baik," tambahnya. Sisa kehidupan Diana berjalan di antara kegiatan amal untuk para pengidap AIDS, korban ranjau dan anak-anak yang sakit, serta kehadirannya di sampul halaman surat kabar dan kolom gosip. Tidak seperti kehidupannya, peringatan resmi kematian Diana akan berlangsung dengan suasana muram. Disebutkan, upacara peringatan Diana akan dihadiri teman dan keluarganya di Guards Chapel di Wellington Barracks, London. Kedua putra Diana adalah anggota resimen angkatan bersenjata Inggris, Household Cavalry. Beberapa hari sebelum hari peringatan kematian Diana, sejumlah bunga mawar terselip di gerbang Kensington Palace. Beberapa orang turis terlihat menyempatkan diri untuk mengambil gambar di sekitar kediaman Diana, lalu melanjutkan perjalanan. Seperti pada hari peringatan tahun-tahun sebelumnya, sejumlah pengagum Diana biasanya akan meninggalkan karangan bunga di luar istana. "Kami ingin menjaga kenangan tentang Diana tetap hidup, dan memberikannya tempat yang baik di dalam sejarah," kata Margaret Funnell dari Diana Circle, perkumpulan pengagum Diana. Diana masih menjadi ikon yang kuat, citranya diakui di seluruh dunia dan sosoknya tetap menjadi perdebatan hangat. Beberapa orang menganggapnya sebagai sosok narsis yang selalu menyedot perhatian media. Sementara banyak juga menganggap Diana sebagai seorang wanita murah hati yang mencurahkan tenaganya untuk kegiatan amal, di samping keberaniannya untuk memeluk para pengidap AIDS. "Diana selangkah lebih maju di masanya," kata Wharfe. "Kesediaannya menangani AIDS menjadi masalah bagi keluarga kerajaan. Saya masih ingat ketika sang ratu berkata, `Mengapa kau terlibat dengan hal buruk seperti itu? Mengapa kau tidak melakukan hal-hal yang indah saja?" Dalam ucapan untuk upacara peringatan, Uskup Agung Canterbury Rowan Williams menuliskan, "Kerapuhan dan kesediaan Diana untuk menggapai hal-hal yang diabaikan dan dilupakan telah menyentuh kita semua; kemurahan hatinya memberikan harapan dan kegembiraan bagi banyak orang." Penulis biografi kerajaan, Seward, menyebutkan citra Diana semakin bersinar seiring waktu, kerja kerasnya memudarkan kehidupan cintanya yang berantakan. "Ini kebalikan dari karya sastra Shakespeare Julius Caesar - Kejahatan yang dilakukan seseorang hidup setelah mereka mati. Sementara bagi Diana, kebaikannya tetap hidup setelah kematiannya," sebut Seward. Meski demikian, opera sabun yang menyelimuti kehidupan Diana masih terus berjalan. Teori konspirasi mengenai kecelakaan fatal tersebut masih terus membara, meski penyelidikan panjang pemerintah Prancis dan Inggris menyimpulkan bahwa Paul sedang dalam kondisi mabuk dan kehilangan kendali saat berusaha menghindari para fotografer. Ayah Dodi, Mohammed al Fayed pemilik Harrod, bersikeras Diana dan putranya dibunuh oleh agen rahasia Inggris atas perintah keluarga kerajaan. Jurnalis Chris Lafaille belum lama ini menerbitkan sebuah buku yang mengatakan Diana sedang hamil saat ia tewas, dan Dodi bukanlah ayah bayi di dalam kandungan Diana. Hal itu dibantah kepolisian Inggris melalui penyelidikan selama tiga tahun. Walau begitu, kematian Diana juga telah mengubah kehidupan di kerajaan. Terlihat penampilan pangeran William dan Harry saat mengenakan celana jeans dan menari dalam sebuah konser musik rock untuk menghormati ibu mereka bulan lalu sebuah simbol perubahan. (agencies/glob) Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Email: [EMAIL PROTECTED] Big News Today..!!! Let's see here www.kabarindonesia.com
