www.bantenlink.com
  edisi : 28 Agustus 2007
   
  Rencana Pembangunan Sarana Penampungan Anak Terlantar Masih "Terlantar"
   
            Serang – Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana untuk 6 panti 
penampungan anak terlantar di Provinsi Banten, masih “terlantar”. Kegiatan 
senilai Rp318,15 juta itu, hingga kini belum dimulai. Padahal menurut jadwal, 
kegiatan itu seharusnya sudah dimulai sejak triwulan I tahun 2007.
      Oleh : Gabriel Jauhar / Ovinal
      “Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana untuk panti asuhan memang 
belum dilaksanakan, soalnya masih menunggu usulan dari dinas terkait di 
kabupaten / kota. Selain itu, pelelangan pekerjaan juga terlambat,” kata Budi 
S, Kasubdin Kesejahteraan Sosial (Kesos) Dinsosnaker Banten, kemarin.
  Menurutnya, hingga saat ini baru Kabupaten Serang yang mengusulkan 2 panti 
anak terlantar yang diusulkan mendapatkan bantuan. Kabupaten / kota lainnya 
belum mengusulkan, yaitu Kabupaten Pandeglang 1 panti, Kabupaten Lebak 1 panti, 
Kabupaten Tangerang 1 panti dan Kota Tangerang 1 panti. 
  Panti anak terlantar dipilih berdasarkan proposal pembangunan sarana dan 
prasarana panti yang diusulkan oleh dinas terkait di kabupaten / kota. Bentuk 
pembangunannya berupa bantuan bahan material senilai Rp43.750.000  per panti 
anak terlantar. “Tentu saja dana sebesar itu tidak mencukupi. Dinsosnaker hanya 
memberikan bantuan bersifat stimulan,” kata Budi sambil menambahkan belum 
mengetahui perkembangan terakhir dari kegiatan ini.
  Berbeda dengan Budi, Asep Suhara, Pimpinan Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) 
Pembangunan Sarapa Dan Prasarana Tempat Penampungan Anak Terlantar mengatakan, 
kegiatan ini sudah dimulai. Saat ini telah dilaksanakan pra-monitoring dan 
evaluasi oleh Administrasi Pemerintah (Adpem) Provinsi Banten. 
  Tercatat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kegiatan monitoring, 
evaluasi dan pelaporan sebesar Rp11 juta untuk 2 hari. Monitoring, evaluasi dan 
pelaporan dilakukan oleh PNS golongan IV 1 orang, PNS golongan III 2 orang. 
  Honor monitoring PNS golongan IV sebesar Rp300 ribu per hari per lokasi 
monitoring, ditambah transport per lokasi sebesar Rp200 ribu. Total honor 
monitoring PNS golongan IV sebesar Rp4 juta. Sedangkan untuk PNS golongan III 
hanya berbeda Rp50 ribu per hari per lokasi monitoring. Sehingga total honor 
monitoringnya sebesar Rp3,5 juta. Tidak tercatat dalam DPA adanya kegiatan pra 
monitoring.
  “Keenam panti itu berada di Kecamatan Cinangka dan Pamarayan di Kabupaten 
Serang. Kecamatan Jiput atau Menes di Kabupaten Pandeglang, Kecamatan Sajira di 
Kabupaten Lebak, Panti di Poris Plawad di Tangerang. Saya lupa nama-nama 
pantinya. Tapi panti-panti itu belum disahkan sebagai penerima stimulan,” kata 
Asep.
  Keenam panti itu telah memenuhi syarat, yaitu terdaftar di dinas sosial 
kabupaten / kota, mempunyai anak asuh, kondisi bangunan panti yang rusak parah 
dan diusulkan oleh dinas sosial kabupaten / kota. Panti-panti ini tidak 
menerima bantuan bahan material langsung dari Dinsosnaker Banten, tapi melalui 
pihak ketiga yang memenangkan tender. “Saya belum tahu siapa pemenang 
tendernya, soalnya saya belum dikasih tahu oleh panitia. Apalagi bertemu dengan 
pemenang tender,” ujarnya. 
  Sementara Ema Rukmini Dewi, Kasie Bina Potensial Sosial Dinas Sosial (Dinsos) 
Kabupaten Serang mengatakan, telah mengusulkan 2 panti asuhan sejak bulan Juni 
lalu. Kedua panti itu adalah Panti Nurul Khoir di Kecamatan Pamarayan dan Panti 
Al Islah di Kecamatan Mancak. Panti ini terpilih dari 54 panti anak terlantar 
yang berada di Kabupaten Serang.. 
   
  Profil Panti
  Selain kegiatan pembangunan sarana untuk 6 panti anak terlantar, kegiatan 
dengan kode 1.30.01.17.01 ini juga mencetak buku profil panti sebanyak 200 buku 
dengan nilai Rp29.652.000
  Buku ini direncanakan berisi profil 165 panti anak terlantar di Banten. Biaya 
pendataan panti itu sebesar Rp16.500.000. Sementara honor tim penyusun yang 
terdiri dari 6 orang sebesar Rp2.652.000. Sedangkan biaya cetak buku profil 
panti itu hanya sebesar Rp8.000.000.
  “Buku ini rencananya dibagikan diantara mereka sendiri. Sehingga mereka dapat 
saling berkomunikasi dan saling belajar untuk meningkatkan pantinya,” ujar Asep 
Suhara. (nr)

   
  untuk arsip klik disini
  untuk mengetahui RPJMD Banten klik disini

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke