Sumber: http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&dn=20070830021947
Pendidikan
SMK KANSAI PEKANBARU: Meretas Jalan Beronak
Oleh : Wilson Lalengke
30-Aug-2007, 02:19:47 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia - Terletak di pinggiran kota Pekanbaru, Propinsi Riau,
seakan karena ia memang diperuntukkan bagi masyarakat terpinggirkan oleh sistem
ekonomi Indonesia yang kurang bersahabat bagi sebagian warga. Dengan pekarangan
dan beberapa banguan yang tidak mewah, ruang-ruang dan perabotan yang tidak
cukup memadai, dan peralatan belajar-mengajar sederhana; itulah kesan pertama
yang akan ditangkap oleh indra setiap orang yang pernah berkunjung ke sekolah
ini. Namun, di balik kesederhanaan itu, seluruh komponen sekolah dimaksud
memiliki idealisme dan harapan masa depan yang setapak demi setapak dikejar dan
diusahakan dengan pasti.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kansai Pekanbaru; itulah nama sekolah yang
menjadi objek laporan ini. Lembaga pendidikan di jenjang pendidikan menengah
ini didirikan dan dikelola oleh Yayasan Kanada Sakura Indonesia Riau (Yayasan
Kansai Riau) diketuai oleh Bapak Syahril, S.Pd, MM dan memulai kegiatan
operasionalnya sejak Juli 2003. Semenjak awal berdirinya, sekolah tersebut
meletakkan komitmennya untuk membantu memberdayakan masyarakat termarginalkan
melalui pendidikan yang berorientasi kepada kemandirian anak didik dan
berwawasan luas dengan moto: Bertindak Lokal Berpikir Global. Dikatakan
bertindak lokal karena setiap siswa yang bersekolah di sini diberi bekal
pengetahuan dan ketrampilan hidup sesuai dengan kebutuhan real masyarakat lokal
yang ada di sekitarnya. Disebut berpikir global dengan pengertian bahwa setiap
siswa dibekali juga dengan wawasan dan pengetahuan globalisasi yang amat
penting bagi setiap orang di masa kini dan mendatang agar dapat menyesuaikan
diri di
tatanan kehidupan internasional.
Realisasi dari idealisme tersebut, menurut Bapak Sudarman, S.Pd, Kepala SMK
Kansai, ditempuh dengan beberapa strategi pokok yang diimplementasikan dalam
kegiatan rutin sekolah. Pertama, melaksanakan proses belajar mengajar sesuai
dengan tuntunan kurikulum pendidikan nasional. Sebagai lembaga pendidikan
formal, kita tetap mengacu kepada aturan-aturan pendidikan dan pengajaran yang
telah ditetapkan pemerintah, demikian penjelasan Sudarman, S.Pd. Namun
demikian, dalam melaksanakan proses belajar mengajar, diterapkan strategi
khusus yang dipandang mampu mengasah kemampuan berpikir dan berkarya para
siswa. Salah satunya adalah dengan perbandingan praktek dan teori yang
dijadikan acuan bagi setiap guru dalam menjalankan tugasnya, yakni 80 persen
praktek dan 20 persen teori.
Implementasi dari strategi itu dapat dilihat dari berbagai macam bentuk, antara
lain dengan mempertinggi frekwensi kerja bengkel dan praktek kerja di lapangan.
Pola ini terutama dilaksanakan pada mata diklat yang berkenaan dengan keahlian
khusus yang dipersyaratkan oleh jurusan yang sedang dijalani. Saat ini terdapat
3 jurusan yang dibuka oleh sekolah itu, yakni jurusan Mesin Otomoitf (MO),
jurusan Akuntansi, dan jurusan Teknologi Informasi dengan jumlah siswa
keseluruhan sebanyak 130 orang.
Untuk mata pelajaran umum, penekanan pada komponen praktek dalam rangka
mempertinggi kemampuan berkarya para siswa juga diterapkan dengan konsisten.
Dalam pembelajaran Bahasa misalnya, sekolah yang mengajarkan 3 bahasa
(Indonesia, Inggris, dan Jepang) ini senantiasa memberikan porsi waktu yang
lebih banyak kepada latihan praktek daripada teori. Tidak tanggung-tanggung,
SMK Kansai menempuh strategi penetapan areal kampusnya sebagai "The English and
Japanese Speaking Area". Walaupun disadari bahwa mewujudkan kondisi ideal itu
sulit, namun semua guru dan karyawan di sekolah ini telah mematrikan harapan
dan niat besar untuk melangkah maju di tengah berbagai kendala dan kekurangan
yang dihadapi.
Di samping merealisasikan program-program tersebut di atas, SMK Kansai juga
melaksanakan beberapa program unggulan yang selama ini belum menjadi perhatian
serius bagi sekolah lain. Salah satu dari program itu berkaitan dengan
peningkatan kemampuan berkomunikasi para siswa menggunakan bahasa Jepang dan
Inggris. Menurut Maisa, S.E., guru bahasa Jepang SMK Kansai, dia menjelaskan
bahwa pembelajaran bahasa Jepang di kelas ditempuh dengan cara latihan
mendengar dan mengucapkan, dengan mengesampingkan teori atau tulisan. Untuk
pandai berbicara menggunakan suatu bahasa, tidak penting mengenal tulisannya.
Yang penting mengucapkan apa yang didengar, seperti halnya anak kecil belajar
berbicara dengan menyimak ucapan ibunya, demikian dikatakan Sensei Maesa
yang pernah magang di Jepang selama 3 tahun itu.
Dalam waktu dekat para guru dan karyawan akan berpartisipasi aktif, belajar
bahasa Jepang walaupun hanya sebatas mempelajari kalimat-kalimat sederhana
untuk keperluan percakapan sehari-hari. Kita berencana melakukan pelatihan
bahasa Jepang kepada para guru dan karyawan, agar mereka juga bisa mendukung
program English and Japanese Speaking Area di linkungan sekolah, kata Pak
Maisa.
Disamping berbagai terobosan itu, SMK Kansai juga melaksanakan pembelajaran
jarak jauh dengan pengajar asing yang berdomisili di Jepang. Pada kesempatan
tertentu, diadakan proses belajar mengajar menggunakan fasilitas internet
dengan guru Jepang, Mr. Katsujiro Ueno, secara online jarak jauh. Pola belajar
yang digunakan cukup sederhana, hanya menggunakan program-program komunikasi
yang sudah tersedia di internet, seperti media Yahoo Messenger untuk teks
tertulis, dikombinasikan dengan fasilitas Skype untuk percakapan atau suara.
Mr. Ueno selama ini secara sukarela menjadi guru SMK Kansai yang diangkat
secara resmi oleh sekolah. Beliau mengasuh mata pelajaran Bahasa Jepang dan
Pembinaan Kepribadian.
Sudarman, S.Pd yang cukup fasih berbahasa Inggris adalah guru ahli elektronika
yang sudah bertugas di beberapa SMK Negeri sebelum menjabat sebagai Kepala SMK
Kansai. Dengan kemampuan manajerial yang baik ditunjang oleh kemampuan
berbahasa yang cukup mendukung, ia sangat optimis bahwa lambat laun
program-program yang telah direncanakan sekolah bakal terwujud. Dibantu oleh
Bapak Iswardi, S.Ag sebagai wakil kepala sekolah bersama 20 orang guru dan 4
karyawan, Sudarman yakin proses belajar mengajar di sekolah ini akan semakin
meningkat, walaupun terkadang dijumpai kendala di sana-sini.
Pada umurnya yang masih muda belia, sekolah yang sudah sempat menamatkan
siswanya sebanyak 2 angkatan ini, mulai banyak dikenal masyarakat. Hal tersebut
terbukti dengan makin bertambahnya siswa yang berminat menimba ilmu di SMK
Kansai. Dari tahun ke tahun, terlihat kenaikan jumlah siswa baru, terutama dari
kalangan mereka yang berminat memperdalam kemampuan berbahasa Jepang dan
Inggris.
Dari aspek keberhasilan lulusan, sekolah ini juga cukup membanggakan. Walaupun
dalam 2 kali pelulusan belum mampu mencapai prosentase target yang telah
ditentukan, namun kemajuan tetap terlihat secara signifikan. Lulusan dari
sekolah ini dapat bersaing di dunia kerja dan bahkan melanjutkan ke perguruan
tinggi, dan sebagian lagi mengambil jalur karir di kemiliteran. Bagi siswa yang
belum berhasil lulus, tidak dibiarkan saja, tetapi dipantau oleh pihak sekolah
dan diberi dukungan untuk tetap berusaha menyelesaikan studi baik dengan
mengulang maupun melalui jalur tes paket C. Hingga saat ini, sesuai keterangan
Kepala Sekolah, semua siswa yang gagal ujian akhir telah lulus dengan jalur
paket C.
Dalam mensiasati kendala yang ada, pihak sekolah berusaha melakukan kerjasama
dengan berbagai pihak, seperti dengan SMK Negeri 2 Pekanbaru, Balai Latihan
Kerja (BLK), perusahaan-perusahaan seperti AHASS, Agung Automall, dan
lain-lain. Baru-baru ini, pihak Konsulat Jendral Jepang di Medan juga sudah
memberikan respon yang amat baik dengan mengirimkan paket-paket majalah tentang
Jepang bersama kaset-kaset bahasa Jepang untuk pembelajaran di kelas maupun di
lapangan. Hal tersebut akan sangat menunjang bagi pencapaian hasil maksimal
kemasa depan.
Di penghujung pembicaraan, Kepala Sekolah sempat menunjukkan beberapa labor dan
bengkel kerja siswa, seperti labor teknologi informasi, bengkel otomotif, dan
labor bahasa. "Dari sisi peralatan dan kelengkapan belajar mengajar, kita
memang masih belum bisa bersaing dengan sekolah-sekolah besar yang sudah lama
berdiri." Demikian pengakuan Sudarman. Namun ditambahkannya, dengan semangat
kerja yang dimiliki oleh seluruh komponen sekolah bersama Yayasan Kansai Riau,
dia yakin sekolah ini akan mampu menebas hambatan-hambatan, membuka jalan
sukses lebih lebar lagi kepada pada siswanya. Semoga.***
Nama Sekolah: SMK Kansai Pekanbaru
Kepala Sekolah: Sudarman, S.Pd
Alamat: Jl. Damai, Depan Riau Pos, Panam, Pekanbaru, Propinsi Riau.
Telepon: +62-761-7046327
Alamat Email: [EMAIL PROTECTED]
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Email: [EMAIL PROTECTED]
Big News Today..!!! Let's see here www.kabarindonesia.c
Big News Today..!!! Let's see here www.kabarindonesia.com
---------------------------------
Hate storage limits? Get Yahoo! Mail with unlimited storage.