Bung Subhan yth, Saya salut atas kegigihan anda untuk menanamkan, mempromosikan mengajak, menganjurkan, merayu dan lain sebagainya agar semua orang semakin tertarik kepada syariat islam, yang menurut saya pribadi juga adalah buatan manusia, jadi sederhana saja tak ada secuilpun hasil karya tulis manusia tidak dibuat oleh manusia. Semua karya tulis adalah ciptaan manusia dan merupakan produk dari budi, budaya dan akal manusia sendiri. Saya tahu anda tentu tak setuju dengan pemikiran ini, tapi karya tulis tetap merupakan produk dari budaya dan kehidupan manusia pada lokasi dan jamannya. Dengan logika ini maka syariat islam bukanlah hukum Allah tapi tetap hukum manusia. Kalau anda mau membaptis hukum syariat menjadi hukum Allah itu hak anda, tapi ini TIDAK mengubah kenyataan bahwa syariat adalah ciptaan manusia dan juga penuh cacat sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat pembuatnya.
Ada pepatah Romawi bilang: SUMMUM IUS SUMMA INIURIA artinya kurang lebih, di mana kata-kata HUKUM diterapkan secara harafiah, maka HUKUM tersebut mulai menjadi sumber-sumber ketidak-adilan itu sendiri. Common law yang menjadi dasar KUHAP kita juga tak luput dari cacat dan cela ini. Banyak sekali contoh yang sangat akrab dengan kita di mana hukum diplintir kiri-kanan sehingga yang kaya dan banyak duit bisa bayar pengacara hebat, dia bisa bebas. Contohnya yang sangat gamblang adalah O.J. Simpson yang lolos dari jeratan hukum Amerika Serikat karena dia punya pembela beken dan hebat, walaupun pada akhirnya dia menjadi miskin, tapi dia selamat. Syariat islam, sebagai produk hukum manusia juga tak lepas dari kendala ini. Contohnya: Amina Lawal hampir dihukum mati dengan cara di rajam karena tuduhan berzinah di Nigeria, tapi untung bisa diselamatkan dengan desakan masyarakat internasional dan hakim syariah yang tidak korup dari negara Nigeria yang super korup. Silahkan cari di Google dan masukkan pada baris cari: *Amina Lawal adultery case Nigeria*. Anda bisa baca dan belajar banyak hal dari kasus ini. Saya rasa, kalau mahkamah konstitusi itu nanti akan mulai berfungsi, PERDA-PERDA yang tidak cocok dengan UNDANG-UNDANG DASAR 1945 yang merupakan Undang-undang dasar yang syah dan menjadi rujukan segala peraturan dan hukum yang dibuat di bawahnya. Maka konsekwensi logisnya PERDA-PERDA ini akan masuk TONG SAMPAH SEMUA. Untuk sementara ini silahkan anda bersenyum simpul sambil minum kopi. Karena menurut saya hanyalah soal waktu saja, PERDA-PERDA yang mengkerdilkan kaum wanita dengan tuduhan pelacuran (apa semua wanita itu pelacur?, lalu bagaimana dengan ibu dan istri dan anak-anak wanita anda? apakah mereka pelacur juga?), undang-undang yang anti kebersamaan, kerukunan dan keragaman akan di"scrap" dan diekspor balik ke negara asal undang-undang itu berasal. Undang-undang yang memaksakan orang (terutama wanita) harus mengenakan jenis pakaian tertentu di jalan-jalan umum tanpa peduli kondisi iklim dan kesehatan tentu akan dibuang jauh-jauh. Maaf, sekali lagi maaf, kalau anda seorang muslim, jadilah MUSLIM ASLI MADE IN INDONESIA, jabarkan nilai-nilai Islam yang anda anut dan sangat saya hargai ini menjelma dan menterjemah dalam KONTEKS keseharian dan pergumulan BUDAYA dan KEHIDUPAN kita sebagai bangsa, BANGSA INDONESIA . Jangan biarkan negara kita yang indah ini menjadi jajahan bangsa Arab. Sama seperti kita mengusir colonialis Belanda jangan lagi kita undang colonialisme Arab. Salam, Elias On 8/29/07, aan_mm <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > Maaf, dan maaf. Meski dianggap diskriminatif, perda-perda bernuansa > Syariat Islam itu akan tetap ada di daerah-daerah yang kuat menganut > ajaran-ajaran Islam, dan orang-orang Islam yang akan tetap berkomitmen > menjalankan aturan-aturan itu. Insya Allah. Dan, semoga Perda yang > merupakan impelementasi dari ajaran-ajaran Islam itu tetap kekal di > bumi Allah ini. > > Tabik, > Muhammad Subhan > > ----------------- > > --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, jam gadang > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Teman - teman kalau mau dapatkan file soft copy perda yang pernah > saya sampaikan bisa di akses di > > > > http://www.infid.org > > > > > > klik bank data > > > > klik perda > > > > pilih perda apa yang di pilih > > > > > > salam > > > > > > toyo > > > > jam gadang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Teman - teman sebelum ucapkan terima kasih, dari postingan saya > kemarin soal File Perda yang saya sampaikan. > > Karena filenya banyak sekali dan sangat besar kapasitasnya. Karena > filenya banyak dari hasil scan maknya besar sekali. > > > > karena banyak teman - teman meminta file tersebut, saya akhirnya > punya inisiatif untuk dimasukan dalam website saja. Untung sekali > teman - teman Infid mau bantu numpangi websitenya untuk data perda > tersebut. > > > > jadi teman - teman kalau mau dapatkan file datanya semua bisa buka > di : > > > > www.infid.org > > > > kemudian klik bank data > > klik Perda > > pilih Perda mana yang akan diambil > > > > Mungkin itu saja teman - teman, sekali lagi saya minta maaf kalau > tidak bisa membalas satu persatu bagi teman - teman yang meminta Perda > tersebut. > > dan maaf juga kalau misalnya soft copynya ada yang dalam bentuk > scan ya jadi agak kurang jelas. > > > > > > > > Wasalam > > > > > > Hartoyo > > > > Daftar Perda Diskriminatif Di Seluruh Indonesia > > > > > > No > > PERDA > > > > 01 > > > > Bupati Tasikmalaya Tentang Upaya Peningkatan Kualitas Keimanan dan > Ketakwaaan > > 02 > > > > Perda No 10 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Pelacuran Pemerintah > Kabupaten Pasuruan > > 03 > > > > Pedoman pelaksanaan Gerakan Aparatur Pemerintahan Di Kabupaten Cianjur > > 04 > > > > Perda No. 8 Seri E Tahun 2005 Tentang Pelarangan Pelacuran Di > Kotamadya Tangerang > > 05 > > > > Peraturan Desa Muslim Padang Kabupaten Bulukumba No.05 Tahun 2006 > ttg Pelaksanaan Hukum Cambuk > > 06 > > > > Perda Aceh ttg pelaksanaan syariat Islam NAD > > 07 > > > > > > Perda Bengkulu No.24 Tahun 2000 ttb LArangan Pelacuran dalam Kota > Bengkulu > > 08 > > > > Perda Kabupaten BulukumbabNo.6 Tahn 2003 ttg Pandai berbicara > Al'quran bagi Siswa dan Calon Pengantin > > 09 > > > > Perda Kabupaten Cianjur No.08 Tahun 2002 ttg Rencana Strategis > Kabupaten Cianjur Tahun 2001-2005 > > 10 > > > > Perda Kabupaten Cinajur No.08 Tahun 2002 ttg Rencana Strategis > Kabupaten Cianjur Tahun 2001-2005 > > 11 > > > > Perda Kabupaten DAerah Tingkat II Indramayu No.7 Tahun 1999 ttg > Prostitusi > > 12 > > > > Perda Kabupaten Indramayu No.7 Tahun 2001 Ttg Perubahan Pertama > Perda Kabupaten Daerah Tingkat II > > 13 > > > > Perda Kabupaten PAdang Priaman No.02 Tahun 2004 ttg Pencegahan, > Penindasan dan Pemberantasan Makasar > > 14 > > > > Perda Kabupaten Sambas ttg Pencegahan dan Perlindungan dari > Praktik Perdagangan perempuan dan Anak > > 15 > > > > Perda Kota BAnda Lampung No.15 Tahun 2002 ttg Larangan Perbuatan > Prostitusi dan Tuna Susila dalam > > 16 > > > > Perda Kota Batam No.6 Tahun 2002 ttg Ketertiban Sosial di Kota Batam > > 17 > > > > Perda kota Palembang No.2 Tahun 2004 ttg Pemberatas Pelacuran > > 20 > > > > Perda Kotamadya daerah Tingkat II Kupang No.39 Tahun 1999 ttg > Penertiban Tempat Pelacuran di Daer > > 21 > > > > Perda No.8 Tanggerang > > 22 > > > > Perda Propinsi Jawa Timur No.2 Tahun 2004 ttg Pelayanan Penempatan > dan Perlindungan TKI Ke Luar N > > 23 > > > > Perda Provinsi Gorontalo No.10 Tahun 2003 Pencegahan Maksiat > > 24 > > > > Perda Provinsi Sumatera Selatan No.13 Tahun 2002 ttg Pemberantasan > maksiat > > > > 25 > > > > Rancangan Perda Blitar ttg Perlindungan Buruh Migran > > 26 > > > > Rancangan Perda Kabupaten Cianjur ttg Pelaksanaan Syariat Islam di > Kabupaten Cianjur > > 27 > > > > Rancangan Perda Kota Mataram ttg Pencegahan Maksiat > > 28 > > > > Rencana Strategis Kabupaten TAsikmalaya Tahun 2001-2005 > > 29 > > > > Sosialisasi Gerbang Marhamah Melalui Pendidikan > > 30 > > > > Sugih Mukti Tur Islam - Syariat Islam di Cianjur > > 31 > > > > Tim PERDA Diskriminatif > > 32 > > > > Walikota MAgelang No.421 Thn 2002 ttg PEnetapan Sekolah Umum Model > Pendidikan Agama Islam Kota MA > > > > > -- Dr. Elias Tana Moning M. Agr., Ed. D. Outreach International Phone: +62 21 703 333 84 Mobile: +62 813 168 321 29 Fax: +62 21 862 9921 Local time: GMT + 7 hours Skype: emoning
