Jangan lupa bung,
setelah Dr Azahari, masih ada Noordin M Top masih berkeliaran seenaknya untuk
melakukan serial bombing di Indonesia, apakah kita tidak berhak untuk teriak
'GANYANG MALAYSIA'
JANGAN LUPA BAHWA KORBANNYA ADALAH WN INDONESIA JUGA....
CH
"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terima kasih atas caci makinya...
Seperti saya katakan di akhir email saya, sama sekali tidak ada
justifikasi yg membenarkan tindakan kasar polisi Malaysia tsb.
Saya mau tanya kepada anda... apakah dengan mencaci maki Malaysia
lantas anda merasa lebih nasionalis? Mohon direnungkan kembali.
Kalau dalam menulis email saja tidak ada sopan santun seperti ini,
saya rasa kelakuan anda tidak lebih baik daripada polisi Malaysia
tersebut.
----Original Message----
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: 01-Sep-2007 15:30
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Subj: RE: [mediacare] Promosi wisata Malaysia tercoreng oleh ulah
kasarpolisi
Kamu ini orang Indonesia apa bukan
sudah jelas Polisi Malaysia berbuat salah dengan memukuli wasit
Indonesia sampai
terkapar di rumah sakit, dan banyak TKI 2 Indonesia yang menjadi
korban kebiadaban
anjing malaysia, orangnya disekap, disiksa sampai babak belur, gaji
tidak dibayarkan,
coba bayangkan kalau yang menjadi korban penganiayaan itu adik kamu,
kakak kamu, anak kamu, saudara kamu atau ibu kamu apa kamu juga akan
berkomentar seperti ini
kamu masih coba2 membela polisi biadab itu tindakan polisi itu sudah
jelas 2 sangat
melecehkan bangsa dan negara Indonesia , masa kamu masih mau membela
mereka
memangnya kamu ada kesamaan apa dengan anjing 2 malaysia itu
kalau kamu merasa cari makan dan dibesarkan di negara biadab
malaysia itu ya kamu pergi saja ke sana jangan cari makan di Indonesia
oke
nasionalis
sejati
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Behalf Of [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, August 29, 2007 9:10 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [mediacare] Promosi wisata Malaysia tercoreng oleh ulah
kasarpolisi
Pelajaran penting dari peristiwa ini adalah: jangan sekali-kali
meremehkan urusan dokumen identitas. Di tengah dunia yang semakin
dinamis ini, kartu identitas seperti KTP merupakan benda yang tidak
boleh lepas dari kita kalau hendak melangkah keluar rumah. Kalau
sedang
berada di luar negeri (sekalipun hanya selangkah dari perbatasan
negara), maka Paspor adalah dokumen penting yang harus dibawa
kemanapun
kita pergi kecuali kita telah memiliki identitas lain yang
dikeluarkan
lembaga resmi negara bersangkutan.
Pengalaman seorang rekan asal Filipina, dia pernah dihentikan tiba2
oleh seorang polisi di Jepang. Bahkan ketika dia telah menunjukkan
Paspor, polisi tsb tetap menggeledah teman saya itu. Beruntung dia
tidak membawa benda2 apapun yg terlarang. Pengalaman lain lagi dari
seorang rekan asal Bangladesh, dia dihentikan tiba2 oleh seorang
polisi
di Rotterdam, Belanda. Ketika ditunjukkan Paspor, polisi tersebut
malah
meminta teman saya menunjukkan isi dompetnya karena katanya dia
sedang
melakukan razia uang palsu. Teman saya menolak dgn alasan tidak
membawa
dompet dan akhirnya dibebaskan. Rekan yang lain lagi, bule nih,
pemegang Paspor Amerika tetap digeledah oleh polisi perbatasan
ketika
mendarat di sebuah bandara di Denmark.
Jadi memang polisi dan lembaga berwenang lainnya di mana2 bisa
menggeledah siapa saja, kapan saja, tidak pandang warga negara
mana.
Bayangkan kalau teman2 saya itu tidak membawa Paspor sebagaimana
kejadian yg dialami oleh rekan kita di Malaysia. Tentunya, mereka
harus
menginap dulu di kantor polisi sampai polisi yakin mereka tidak
bersalah. Kadang2 yang namanya menginap di kantor polisi membuat
tubuh
kita tidak lagi sempurna saat kita keluar dari sana, akibat
kelakuan
oknum polisi yg tidak bertanggung jawab.
Bukannya mau membela polisi Malaysia dan tidak ada justifikasi yang
mendukung kelakuan kasar polisi Malaysia tsb. Tapi ada baiknya kita
mencegah terjadinya hal2 demikian dengan selalu membawa bukti
identitas
kita kemanapun kita pergi. Apalagi kalau sedang berada di negeri
orang.
-------------------------------------------
Promosi wisata Malaysia tercoreng oleh ulah kasar polisi
Posted by: "mediacare" [EMAIL PROTECTED]
Date: Wed Aug 29, 2007 4:08 am ((PDT))
dari milis Pantau):
==========================
Nama saya Budiman Bachtiar Harsa, 37 tahun,
WNI asal Banten, karyawan di BUMN berkantor di
Jakarta.
Kasus pemukulan wasit Donald Peter di Malaysia, BUKAN
kejadian pertama. Behubung sdr Donald adalah seorang
"Tamu Negara" hingga kasusnya terexpose besar-besaran.
Padahal kasus serupa sering menimpa WNI di Malaysia.
BUKAN HANYA TKI Atau Pendatang Haram, tapi juga
WISATAWAN.
Tahun 2006, bulan Juni, saya dan keluarga (istri, 2
anak, adik ipar), pertama kalinya kami "melancong" ke
Kuala Lumpur Malaysia. (Kami sudah pernah berwisata ke
negara2 lain, sudah biasa dengan berbagai aturan
imigrasi).
Hari pertama dan kedua tour bersama Travel agent ke
Genting Highland, berjalan lancar, kaluarga bahagia
anak-anak gembira.
............. dst
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.