Kamis, 30 Agustus 2007 Dituduh Teroris, Walhi Anggap Australia Rasis
JAKARTA --- Tuduhan teroris dari dunia Barat semakin terkuak kedoknya mengarah pada siapa pun yang tidak saja berpotensi merintangi misionaris dan kepentingan imperialis mereka. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) pun dikejutkan oleh tudingan Senator Australia, Ian McDonald, bahwa LSM yang getol melawan penjahat lingkungan itu dipengaruhi oleh kelompok teroris di Indonesia. ''Seluruh tuduhan itu tidak berdasar, sangat tendensius, rasis, antidemokrasi, manipulatif, dan antipluralisme. Kami minta pemerintah Indonesia melayangkan protes ke Senat Australia,'' kata Ketua Dewan Nasional Walhi, Johnson Panjaitan, dan Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Chalid Muhammad, dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (29/8). Walhi adalah organisasi lingkungan hidup terbesar di Indonesia yang memayungi 438 organisasi anggota. Ditegaskan Johnson, Walhi selalu memegang teguh nilai-nilai organisasi yang menghormati pluralisme, prinsip-prinsip demokrasi, antikekerasan, dan antiterorisme. ''Sangatlah menggelikan mengaitkan Walhi dengan organisasi teroris, karena selama 27 tahun Walhi mengkampanyekan masalah lingkungan kepada masyarakat luas, terbukti tidak melakukan kekerasan,'' ujar Johnson. *Sikap kerdil* Dalam pernyataan resminya di depan Parlemen Australia pada 9 Agustus 2007, Senator Ian McDonald menuduh Walhi beraliansi dengan organisasi teroris di Indonesia. Stigma ini sama dengan yang dituduhkan Presiden Direktur Newmont Minahasa Raya, yang digugat Walhi dalam kasus pencemaran Teluk Buyat, Sulawesi Utara, oleh limbah tambang emas mereka. Tuduhannya itu juga juga dilansir harian *The Straits Times* Singapura pada 22 April 2006. Walhi melihat kekerdilan pribadi seorang senator Australia yang ikut-ikutan asal tuduh tanpa kecermatan intelijen yang memadai. ''Upaya sistematik mendiskreditkan gerakan lingkungan secara membabi buta tidak akan menyurutkan gerakan Walhi untuk semakin kritis dan melawan setiap kejahatan lingkungan,'' kata Johnson. Upaya sistematik tersebut dimulai dengan gugatan balik Newmont terhadap sejumlah aktivis lingkungan di Manado (Sulut) dan Sumbawa (Sumbawa) atas pencemaran nama baik. Kemudian dilanjutkan dengan gugatan Presiden Direktur Newmont Minahasa Raya kepada wartawan *New York Times*, dan terkini dengan menuduh Walhi sebagai bagian dari jaringan teroris. ''Walhi tidak akan pernah surut dan pandang bulu memimpin perlawanan terhadap tindakan pihak manapun yang mengancam keselamatan rakyat dan lingkungan di Indonesia,'' imbuh Chalid Muhammad. Sedangkan Mabes Polri mengaku belum menerima laporan yang menyebutkan Walhi terrkait jaringan terorisme. Kalau pun informasi itu benar, Polri akan mempelajari faktor-faktor keterlibatannya. ''Informasi tetap kita tampung, sekadar masukan. Untuk membuktikan benar-tidaknya, banyak hal yang perlu dikaji,'' ujar Kadiv Humas Mabes polri, Irjen Sisnoadiwinoto. Di mata Polri, kata Sisno, tindakan dan sikap Walhi seperti LSM pada umumnya. Yakni menjalakan fungsi kontrol dan pengawasan sesuai bidang kajianya. (zam/ann/zak ) http://republika.co.id/koran_detail.asp?id=304994&kat_id=59 -- Yuyun Harmono Outreach Koalisi Anti Utang (KAU)/Anti Debt Coalition Indonesia Jl. Tegal Parang Utara No.14 Jakarta Selatan 12790 Indonesia Telp. 021-79193363,Fax. 021-7941673, Hp. 081807867506 website : www.kau.or.id blog : antiutang.wordpress.com
