Sedikit Komentar,

Kenapa sih kita sepertinya jadi Bangsa yang minder,
introvert ??? apalagi sudah berhadapan dengan bangsa
lain kok jadi merasa paling rendah ???
Coba, kasus pemukulan Wasit Karate, kenapa dianggap
sebagai pelecehan ??
Kenapa  kalo bangsa kita sendiri yang menyiksa bangsa
kita dianggap biasa, bukankah itu pelecehan juga ???
Saya pikir untuk menjadi bangsa yang sederajat,
dihormati, bermartabat, tidaklah cukup dengan slogan,
teriak2, demo dll. Untuk menjadi bangsa terhormat
terlebih dahulu kita harus menghormati bangsa kita
sendiri,
Bagaimana kita menghormati peraturan kita sendiri ???
Apakah kita tidak melecehkan diri sendiri ??
Bagamana Undang undang yang kita buat sendiri kita
jalankan ???
Bagaimana Pemerintah kita memperlakukan Rakyatnya ??
Bagaimana pejabat pejabat kita berperilaku ??
Bagaimana Polisi menjalankan tugasnya ??
Bagaimana Preman berkolusi dengan penguasa ???
Bagaimana tentara kita memperlakukan rakyat ???
Bagaimana rasa Nasionalisme kita sendiri ??
Bagaimana rasa percaya diri kita ???
Apakah kita penuh rasa takut ???

Semuanya ini akan menentukan sikap kita dalam bergaul
dengan bangsa asing , dan mereka bisa membaca dari
"bahasa tubuh" kita sewaktu berhadapan dengan mereka.

Maaf Pak Donald ( Wasit Karate ), kenapa waktu distop
Polisi Diraja Malaysia bapak ngga bentak aja mereka
dan tanya apa maunya, lalu tunjukkan surat surat waktu
diminta ???

Mari kita bercermin, apakah pak Donald ini sedang
merasa berada di Indonesia sehingga kalau ditanyain
polisi subuh subuh pasti akan jadi masalah, jadi
sebaiknya menghindar ??? Belum apa apa udah takut
duluan ???
(ingat kasus seorang pembaca yang ditahan polisi waktu
razia narkoba ???)

Mari kita tegakkan kepala, kita hormati diri kita
sendiri, kita hormati negara kita, kita hormati undang
undang dan peraturan kita, siapapun, pejabat, tukang
koran, jenderal, masinis, tukang cukur, miliser,
satpam, polisi, teller...semua......
Jadilah bangsa yang bermartabat, disegani, dihormati
..tapi kita harus menghormati diri kita sendiri
terlebih dahulu.....

Untuk bermartabat tidak ada relevansinya dengan
keadaan ekonomi...lagi lagi yang merasa dilecehkan
oleh Malaysia karna ekonominya lebih maju...hanya
menunjukkan betapa rendahnya rasa percaya dirinya ...

Saya pernah menyaksikan (dinegara asing) sopir taxi 
memarahi pengemudi Mercedes karna si pengemudi
Mercedes ngga pasang lampu sein mau belok, 
sipengemudi mercedes melambaikan tangan minta maaf....

Saya bangga apabila suatu saat seorang satpam menegur
jendral yang salah parkir di Bandara lalu si Jendral
memindahkan mobilnya....bangga...bangga...!!
lalu Polisi menilang Sedan plat hijau yang melintas di
jalur busway.....bangga ...bangga...
kalau sudah begitu ....akupun dengan senang hati
berenti disaat lampu lalulintas sedang merah....

bangga aku jadi Bangsa Indonesia.... Kapan ????




--- Zali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> DARI MILIST SEBELAH NIH....LUCU DAN BENER
> JUGA......KALI.
> 
> ----- Original Message ----- 
> Sent: Monday, October 01, 2007 12:46 PM
> Subject:  potret Indon versus Malasia {01}
> 
> 
> 
> Ada sedikit cerita nih,
> 
> Kemarin di KL (Kuala Lumpur) pakai taksi dari
> Bandara menuju ke hotel. Begitu aku naik, supir
> taksinya tanya 'dari Indon ' ya? Aku jawab, 'what's
> Indon? Where's Indon?" dengan logat very British.
> Supirnya mungkin enggak enak terus bilang
> 'Indonesia'. And aku jawab lagi. 'oh, kalau dari
> Indonesia, memang saya dari Indonesia'. 
> 
> Nah, karena kita sering disebut sebagai Indon
> (konotasi jelek) gimana kalo mereka kita sebut saja 
> malasia , gabungan antara mala = trouble maker
> (jawa) dan sia = kamu (sunda) maka artinya 'sialan
> lu'.
> 
> Gimana, setuju, enggak? 
> 
> Salam, 
> SH



       
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 
http://searchmarketing.yahoo.com/

Kirim email ke